Workshop Adalah

Diposting pada

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentan Workshop? Mungkin anda pernah mendengar kata Workshop? Disini PakDosen membahas secara rinci tentangpengertian, pengertian menurut para ahli, fungsi, ciri, tata pelaksanaan, jenis, tujuan, manfaat, sifat, kelebihan, kelemahan dan susunan . Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Workshop: Pengertian, Ciri, Tata Pelaksana, dan Jenis Workshop

Pengertian Workshop

Kata workshop berasal dari Bahasa Inggris yang apabila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti bengkel. Definisi workshop adalah sebuah kegiatan atau acara yang dilakukan, dimana beberapa orang yang memiliki keahlian di bidang tertentu berkumpul untuk membahas masalah tertentu dan mengajari para peserta. Workshop bisa juga diartikan sebagai latihan dimana peserta bekerja secara individu maupun secara kelompok untuk menyelesaikan pekerjaan yang berkaitan dengan tugas yang sebenarnya untuk mendapatkan pengalaman. Singkatnya, workshop merupakan gabungan antara teori dan praktek. Di dalam sebuah workshop berkumpul sekelompok orang yang memiliki minat/perhatian dan keahlian yang sama di bidang tertentu, dimana mereka akan berkumpul dibawah arahan beberapa ahli untuk menggali satu atau beberapa aspek khusus suatu pembahasan masalah.


Pengertian Workshop Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian workshop menurut para ahli yaitu:

1. Menurut KKBI

workshop adalah suatu himpunan yang melakukan saling bertukar pikir tentang ilmu pengetahuan dan keahlian diantara para peserta yang mempunyai karier maupun pengalaman yang sama. Workshop berfungsi untuk meningkatkan keahlian atas permasalahan.


2. Menurut Wikipedia

Adalah acara di mana beberapa orang berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya.

Baca Lainnya :  √Seni Abstrak: Pengertian, Sejarah Serta Ciri-Ciri Seni Abstrak

Fungsi workshop

Berdasarkan pengertian workshop, maka fungsi workshop ialah untuk memperlihatkan training kepada akseptor terkait dengan bidang profesinya. Misalnya ialah untuk guru, maka dijadikan sebagai bekal dalam menyebarkan penemuan pembelajaran. Selain itu, fungsi lain dari workshop ialah untuk memperlihatkan pelengkap kualifikasi profesi, sebab Kamu akan mendapat pengetahuan dan keterampilan baru. Lebih tepatnya, workshop ini memperlihatkan kecakapan diri sehingga meningkatkan kualitas dirinya.


Ciri-Ciri Workshop

Ada 3 ciri-ciri tentang workship yang harus kamu ketahui, antara lain sebagai berikut:

  • Menganalisis masalah yang bersumber dari anggota workshop
  • Cara yang digunakan anggota workshop ialah untuk menanggulangi masalah dengan bermufakat dan melasanakan analisis
  • Setiap anggota workshop diwajibkan untuk berperan serta saat kegiatan workshop, dengan cara menyediakan sebuah gagasan atau pendapat yang dipunyai, maka pada hasilnya mereka bisa berunding untuk memilih solusi terbaik atas permasalahan

Tata Pelaksanaan Workshop

Berikut ini tata pelaksanaan workshop, antara lain sebagai berikut:

  1. Memaparkan tujuan menyediakan workshop
  2. Menuturkan masalah yang akan diulas dalam workshop
  3. Memaparkan langkah-langkah teknis workshop
  4. Mengulas permasalahan dengan sebagian orang tertentu
  5. Memastikan solusi atau jalan keluar atas permasalah

Jenis-Jenis Workshop

Berdasarkan sudut pandang, workshop memilik 3 jenis-jenis antara lain sebagai berikut:

1. Jenis Workshop Berdasarkan Sifat

Berdasarkan sifatnya, workshop terbagi menjadi 2 bagian antara lain sebagai berikut:

  • Workshop Mengikat

Memperoleh dari workshop ini bisa membentuk seluruh peserta yang hadir pada workshop tersebut. Contohnya ialah standarisasi ISO.


  • Workshop Tidak Mengikat

Memperoleh dari workshop ini tidak bisa membentuk seluruh peserta yang hadir pada workshop tersebut, karena peserta tidak perlu menyertai hasil yang didapat daro workshop. Contohnya ialah tentang unsur kimia yang terdapat dalam asap kendaraan.


2. Jenis Workshop Berdasarkan Waktu

Berdasarkan waktunya, workshop terbagi menjadi 2 bagian antara lain sebagai berikut:

  • Workshop Beruntun

Workshop beruntun ialah model workshop yang dilaksanakan pada rentang waktu tertentu, seperti dilaksanakan selama seminggu berturut-turut.


  • Workshop Berkala

Workshop berkala ialah model workshop yang dilaksanakan dalam rentang waktu yang teratur, misalnya seminggu, sebulan maupun setahun.

Baca Lainnya :  Fakta dan Opini

Tujuan Workshop

Berikut ini adalah beberapa tujuan dari workshop adalah sebagai berikut:

  1. Untuk membiasakan budaya literasi dengan membiasakan membaca dan membuat kreas+inovasi untuk memotivasi siswa dan guru memaca dan memahami materi yang dibaca,  serta mampu dituangkan dalam tulisan.
  2. Untuk memperkenalkan jurnal ilmiah,  bagian dari media publikasi hasil karya ilmiah yang dapat di baca dan dikritisi oleh reviwer pemilik jurnal.
  3. Untuk mengetahui tujuan perpres tentang PPK dalam rangka mengimplementasikan penguatan karakter bagi peserta didik.

Manfaat Workshop

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari workshop adalah sebagai berikut:

  • Dapat Membumikan literasi dengan membiasakan membaca dan membuat kreasi + inovasi untuk memotivasi siswa dan guru memaca dan memahami materi yang dibaca dengan menyenangkan,  serta berusaha menuangkannya dalam tulisan.
  • Dapat mengenal jurnal ilmiah, yang merupakan bagian dari media publikasi hasil karya ilmiah yang dapat di baca siapapun dan dikritisi oleh reviwer pemilik jurnal.
  • Dapat mengetahui dan melaksanakan tujuan perpres tentang PPK dalam rangka mengimplementasikan penguatan karakter bagi peserta didik.

Sifat-Sifat Workshop

Dibawah ini adalah beberapa sifat-sifat dari workshop yaitu:

  1. Workshop bersifat mengikat merupakan workshop yang hasilnya mengikat setiap peserta yang mengikutinya. Contoh workshop yang bersifat mengikat adalah workshop mengenai standarisasi ISO.
  2. Workshop yang bersifat tidak mengikat merupakan workshop yang hasilnya tidak mengikat setiap peserta yang mengikutinya. Apapun hasil yang didapatkan dari workshop tersebut tidak wajib dituruti oleh setiap pesertanya. Contoh workshop yang bersifat tidak mengikat adalah workshop mengenai zat kimia berbahaya yang dihasilkan kendaraan.

Kelebihan Workshop

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari workshop yaitu:

  • Peserta mendapatkan keterangan teoritis yang luas dan mendalam tentang masalah yang dibahas.
  • Peserta mendapatkan petunjuk-petunjuk praktis untuk melaksanakan tugasnya.
  • Peserta dibina untuk bersikap dan berfikir secara ilmiah, Terpupuknya kerja sama antar peserta, Terhubungnya lembaga pendidikan dan masyarakat.

Kelemahan Workshop

Berikut ini adalah beberapa kelemahan dari workshop yaitu:

  1. Memerlukan persiapan yang relatif lama.
  2. Memerlukan tenaga dan biaya yang besar.
  3. Melibatkan banyak orang sehingga menyita waktu guru untuk melaksanakan pembelajaran di kelasnya.
  4. Menimbulkan banyak pro dan kontra sehingga menimbulkan potensi konflik di antara pengamat pendidikan dan pelaksana kebijaksanaan.  
Baca Lainnya :  √Wawancara: Pengertian, Ciri, Jenis, Fungsi, dan Tujuan Wawancara

Susunan Program Workshop

Berikut ialah susunan program pada kegiatan workshop :

1. Sambutan pihak pelaksana kegiatan workshop

Biasanya akan eksklusif disampaikan oleh ketua pelaksanaan kegiatan workshop. Isinya ialah berupa pelaporan akan kegiatan workshop. Pelaporan akan berisi latar belakang dari pelaksanaan workshop, garis besar pelaksanaan workshop, dan lain sebagainya.


2. Pembukaan

Dalam program ini, biasanya akan diikuti dengan upacara pembukaan yang eksklusif dipimpin oleh ketua pelaksana. Ada program menyanyikan lagu Indonesia Raya juga.


3. Acara inti

Acara ini ialah program workshop yang akan eksklusif dipegang eksklusif oleh narasumber workshop. Penyampaian bahan dengan memaparkan semua bahan yang akan dibahas ialah hal yang paling awal disampaikan. Di dalamnya nanti ada training atau praktik konkret dari bahan yang disampaikan. Ada sub penggalan program di dalam program inti ini, yaitu : Pemaparan tujuan utama tema workshop, pemateri akan menyampaikannya secara gamblang, dan Penentuan duduk kasus yang ini baik dijadikan ajang perkenalan, sebab akseptor akan diajak berpendapat.


4. Diskusi

Kegiatan ini juga masuk Dalam program inti, sebab ada program sharing. Di sini Kamu sanggup menanyakan beberapa pertanyaan dalam hal belum pahamnya teori atau belum pahamnya praktik.


5. Penutup

Ini ialah program terakhir dalam workshop. Kita akan mengambil benang merah dari solusi duduk kasus yang telah Kamu diskusikan.


Demikian Penjelasan Materi Tentang Workshop Adalah: Pengertian, Pengertian Menurut Para Ahli, Fungsi, Ciri, Tata Pelaksanaan, Jenis, Tujuan, Manfaat, Sifat, Kelebihan, Kelemahan dan Susunan Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi.