Wanita Sholehah: Pengertian, Sifat, Ciri dan Keutamaannya

Diposting pada

Wanita Sholehah: Pengertian, Sifat, Ciri dan Keutamaannya


Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Wanita Sholehah? Apakah kalian pernah mendengar istrilah dari Wanita Sholehah? Jangan khawatir jika kalian belum pernah mendengarnya, disini PakDosen akan membahas secara rinci tentang pengertian, sifat, ciri dan keutamaannya. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Wanita Sholehah: Pengertian, Sifat, Ciri dan Keutamaannya

Pengertian Wanita Sholehah

Wanita Shalihah merupakan wanita yang senantiasa bertaqwa kepada Allah Ta’ala, yakni wanita yang senantiasa melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Wanita shalihah juga harus memiliki ilmu, akhalak dan tauhid karena bagaimanapun juga peranan ilmu bagi wanita sangatlah penting untuk mendidik anank-anaknya kelak.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Wanita adalah tiangnya agama, maka apabila wanita itu baik, baik pulalah negaranya, dan apabila wanita itu rusak, rusak pulalah negaranya.”


Sifat dan Ciri Wanita Sholihah

Berikut ini terdapat beberapa sifat dan ciri wanita shalihah, yakni sebagai berikut:

Selalu Mengingat Allah Ta’la dengan Dzikrullah

Dzikir kepada Allah dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

  1. Dzikir dengan lisan berarti menyebut nama-nama Allah, sifat-sifat Allah dan pujian-pujian Allah secara berulang-ulang.
  2. Dzikir dengan hati berarti menghadirkan keagungan dan kebesaran Allah didalam hati dan jiwa, sehingga mendarah daging.

Secara umum, manfaat dari dzikir ialah sebagai berikut :

  • Melunakkan hati manusia sehingga hati manusia dapat melihat kebenaran dan bersedia mengikuti dan menerima kebenaran itu.
  • Membangkitkan kesadaran bahwa Allah Maha Pengatur dan apa yang telah di tetapkan-Nya adalah baik.
  • Meningkatkan mutu yang telah dikerjakan, karena suatu amal perbuatan tidak dinilai oleh Allah dari lahirnya saja, akan tetapi, Allah menilai dari segi keikhlasan hamba dalam beramal.
  • Memelihara diri dari godaan syetan, karena syetan hanya dapat menggoda dan menipu manusia yang lupa kepada Allah.

Takut kepada Allah

Sifat takut kepada Allah adalah sikap mental yang mendorong orang untuk bersikap zuhud, sebab dengan timbulnya sifat zuhud ini manusia akan merasa bahwa segala gerak-geriknya itu senantiasa dalam pandangan Allah.

Allah berfirman:

Artinya :

“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua syurga.” (QS. Ar-Rahman: 46).


Ikhlas dalam Beramal

Ikhlas dalam beramal ialah melakukan kebajikan semata-mata karena mengharap keridhaan Allah. Ikhlas adalah ruh dari suatu amal dan  jika suatu amal itu tidak didasari dengan ikhlas, berarti amal perbuatannya itu tidak ada ruhnya. Lawan ikhlas dalam beramal adalah riya dalam beramal, yaitu melakukan suatu amalan untuk mengabdi kepada Allah, tetapi disertai rasa ingin memperoleh pujian dan perhatian dari manusia. Amalan yang didasari dengan sifat riya ini akan tertolak atau menjadi amal yang sia-sia.

Firman Allah swt:

Artinya :

“ Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keikhlasan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5).


Bertaqwa Kepada Allah

Wanita yang bertaqwa kepada Allah, yaitu wanita yang selalu menjaga dan memelihara diri dari siksa dan murka Allah dengan jalan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Firman Allah Ta’ala:

Artinya :

“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat: 13).

Zuhud

Wanita yang memiliki sifat zuhud ialah wanita yang tidak merasa bangga terhadap kemewahan dunia yang semu atau sementara dan juga tidak merasa bersedih hati atau kecewa dengan hilangnya kemewahan yang pernah diraihnya.

Adapun tiga cirri dari sifat zuhud, yaitu :

  1. Sedikit sekali menggemari dunia, sederhana dalam menggunakan apa yang dimilikinya, menerima apa yang ada serta tidak merisaukan apa yang tidak ada, giat dalam bekerja dan beramal.
  2. Pada pandangannya, pujian dan celaan dari orang lain adalah sama saja. Ia tidak bergembira karena mendapat pujian dan tidak pula bersedih hati dengan terhadap celaan orang lain.
  3. Mendahulukan ridha Allah dari pada ridha manusia dan jiwanya merasa senang karena dapat menaati tuntunan Allah Ta’ala.
Baca Lainnya :  √Business Plan: Pengertian Menurut Para Ahli, Metode dan Manfaat

Firman Alla Ta’ala:

“Dan Tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. dan Sesungguhnya akhirat Itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.”


Berjiwa Qana’ah

Qana’ah ialah menerima dengan rela apa yang telah dimiliki, memohon kepada Allah tambahan yang pantas dengan jalan berusaha, menerima takdir yang diberikan Allah, bertawakkal kepada Allah dan tidak tertarik oleh tipu daya syetan dan dunia.

Sabda Rasul saw :

“Qana’ah itu adalah harta yang tak akan hilang dan simpanan yang tidak akan lenyap.” (HR. Thabrani dari Jabir).


Bersyukur Kepada Allah

Wanita sholihah ialah wanita yang senantiasa bersyukur kepada Allah, yaitu mau membelanjakan dan mempergunakan nikmat sesuai dengan ketentuan syari’at islam. Diantara nikmat yang Allah berikan kepada hamba-Nya ialah berupa rizki, kesehatan jasmani dan rohani, bahagia dan lain sebagainya.

Firman Allah Ta’ala:

Artinya :

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7).


Khusyu’ dalam Beribadah

Khusyu’ dalam beribadah kepada Allah merupakan kepatuhan kepada Allah dalam menjalankan amal ibadah yang disertai konsentrasi pikiran, perasaan dan ingatan yang hanya tertuju kepada Allah. Dengan khusyu’, wanita dapat merasakan nikmatrnya beribadah kepada Allah.

Firman Allah Ta’ala:

Artinya :

“ Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya,” (QS. Al-Mu’minun : 1-2).


Menunaikan Amanat

Amanat ialah tanggung jawab yang dilaksanakan orang-orang yang dibebani amanat, dan orang-orang yang menyia-nyiakan amanat berarti khianat atau tidak bertanggung jawab terhadap tanggung jawabnya. Bahkan sangat sangsi yang diterima bagi orang yang tidak menyampaikan amanat.

Sebagaimana hadits nabi saw :

“Tidak sempurna iman seseorang yang tidak menyampaikan amanat, dan tidak sempurna agama seseorang yang tidak menunaikan janji.”


Menunaikan  Shalat 5 Waktu

Senantiasa menjaga shalat 5 waktu secara khusyu dan mengingatkan suaminya. Sebagaimana maklum shalat 5 waktu adalah tiang agama. Muslimah yang menjaga shalatnya adalah sosok muslimah yang sendi-sendi keimanannya kokoh dan kuat. Ia akan kuat menghadapi berbagai terpaan cobaan dan musibah. Muslimah seperti inilah yang bisa menjadi faktor kunci sukses suaminya.


Taat Kepada Suami

Taat kepada suaminya, menghormatinya, mencintainya, menyayanginya. Selalu menampakkan wajah yang menyenangkannya. Selalu memberikan dukungan kepada suami baik dalam urusan pekerjaan atau ibadah. Tidak menghardik atau mengeluarkan kata-kata kotor kepadanya. Tidak membicarakan aib-aibnya kepada wanita lain. Tak pernah ada niatan untuk menyakitinya. Ia senantiasa melakukan perbuatan yang membuat ridha suaminya. Rasul SAW bersabda, “Tatkala seorang muslimah melaksanakan shalat 5 waktu, menunaikan puasa wajib dan mematuhi suaminya, maka ia akan memasuki surga Tuhannya dari pintu mana saja yang ia mau.” (HR. Ahmad dan Thabrani).

Dalam kitab Durratunnasihin terdapat sebuah riwayat yang dikatakan oleh Hasan al-Basri tentang wanita sholihah. Beliau menceritakan: “Sesungguhnya telah terjadi di zaman Rasul saw, seorang suami pergi berperang meninggalkan isterinya. Dia berpesan kepada isterinya, “janganlah kamu meninggalkan rumah sehingga aku kembali kepadamu.” Sepeninggal suaminya, ayah sang isteri sakit. Maka isteri tersebut mengutus seseorang kepada Rasulullah saw untuk memintakan izin menjenguk ayahnya. Jawab Rasulullah saw, “taatilah suamimu, jangan keluar!”. Sampai pada akhirnya ayah dari isteri tersebut meninggal dunia. Lalu sang isteri mengutus kembali seseorang kepada Rasulullah saw untuk memintakan izin menjenguk ayahnya. Lalu Rasulullah menjawab, “taatilah suamimu, jangan pergi!”. Setelah itu Rasulullah saw mengutus seseorang kepada isteri tersebut untuk member kabar bahwa Allah telah mengampuni dosa ayahnya disebabkan ketaatannya kepada suaminya.

Jadi, seorang wanita sholihah telah mampu mendudukkan dirinya pada proporsi yang benar. Artinya, jika dia telah bersuami, maka yang paling berhak terhadap dirinya ialah suaminya, melebihi bapak, ibu serta keluarga yang lain.”


Selalu Menyenangkan Suami dan Kasih Saying Terhadap Anaknya

Baca Lainnya :  √Tindakan Sosial: Pengertian, Ciri, Jenis Serta Contoh Tindakan Sosial

Sabda Rasulullah saw:

Sukakah aku ceritakan bakal isterimu di surga ? jawab sahabat, “baiklah Rasulullah”. Maka Rasulullah bersabda, “yaitu setiap isteri yang berkasih sayang dan banyak anak, dan apabila ia marah, diganggu atau dimarahi suaminya, lalu ia menyerahkan dirinya dan berkata, “inilah tanganku terserah padamu, saya tidak akan bisa tidur hingga engakau rela kepadaku. (HR.Thabrani).

Isteri yang shalihah, ia tidak akan mengganggu suaminya yang mengakibatkan kesusahan, justru ia berusaha menghilangkan kesusahan suami dan berusaha membantu menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi suami.

Jika Suami Pergi, Hendaklah Isteri Menjaga Harta Suami dan Kehormatannya

Seorang isteri jangan sampai pergi dari rumah jika suami tidak ada di rumah, karena itu akan mendatangkan fitnah atau dapat merusak suasana keakraban hubungan persuami isterinya. Sabda Rasulullah saw : ‘Sebaik-baik wanita ialah jika engkau pandang ia menyenangkanmu, jika kau perintah ia mentaatimu, jika engkau tinggalkan ia mejagamu dalam hal harta dan menjaga dirinya.” (HR. An-Nasa’i).


Mampu Menjaga Pandangan Matanya dan Kehormatannya

Ia tak mau memandang laki-laki selain suaminya. Kehormatannya di jaga mati-matian demi suaminya. Ia bersolek hanya untuk suaminya. Ini merupakan gambaran Bidadari Syurga.

Allah SWT berfirman.

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(Q.S.An Nur: 31).


Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua

Diantara sifat dan ciri wanita yang sholihah merupakan wanita yang selalu lunak dan patuh kepada nasehat-nasehat orang tua. Adapun cara mengabdi dan berbakti kepada kedua orang tua ialah :

  • Hendaklah menundukkan kepala ketika orang tua menasehati, tunduk, dengarkan dan melaksanakan nasehat-nasehatnya.
  • Jangan sekali-kali menunjukkan sikap kasar dan cemberut dihadapan orang tua
  • Tidak mengambil milik orang tua, kecualitelah memperolej izinnya
  • Meringankan beban orang tua tanpa pamrih
  • Setiap waktu dan selesai shalat, seorang anak wajib mendo’akan kedua orang tua dan memintakan ampun orang tua kepada Allah Azza  wa Jalla.
  • Dalam hak dan hukumnya, kedudukan mertua sama halnya dengan orang tua kita sendiri yang melahirkan dan mendidik, maka harus diperlakukan atau dihormati sebagaimana halnya orang tua sendiri.

Berbuat Baik Kepada Guru

Adapun sebab-sebab mengapa guru harus dihormati dan dimuliakan, yaitu:

  1. Karena guru ialah orang yang mulia
  2. Karena guru besar sekali jasanya

Besarnya jasa guru adalah karena pekerjaan guru ialah mengajarkan ilmu pengetahuan, sedangkan ilmu pengetahuan adalah suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia.

Karena guru ialah orang yang mulia, maka ada beberapa adab yang harus diperhatikan oleh murid terhadap gurunya, diantaranya ialah:

  1. Apa yang diajarka guru hendaknya meresapi dan memperhatikannya dengan sepenuh hati
  2. Jika dperintah guru, hendaklah dikerjakan asalkan perintahnya itu bukan maksiat
  3. Jika guru memerahi murid, hendaklah murid diam dan jangan membantah, karena tindakan guru itu merupakan bentuk kasih sayang kepada anak didiknya dan demi kebaikan anak didiknya.
  4. Memuliakan guru beserta keluarganya dengan ta’zhim
  5. Mendo’akan guru dan memintakan ampun atas kesalahan yang pernah dilakukan guru.

Berbuat Baik Kepada Tetangga

Peranan tetangga sangatlah penting, karena merekalah yang paling dekat dengan kita. Demikian pentingnya, sehingga terkadang melebihi peranan keluarga atau family sendiri. Adapun kesopanan atau adab terhadap tetangga, yaitu:

  • Membantu tetangga apabila membutuhkan bantuan
  • Apabila berjanji, maka wajib ditepati
  • Menjaga anak-anak dan barang-barang milik tetangga
  • Mengundang tetangga ketika mengadakan syukuran
  • Tidak menyebar luaskan kejelekan-kejelekan tetangga
  • Menjenguk tetangga yang sakit
Baca Lainnya :  Fiksi Adalah

Mendidik Putera Puterinya

Wanita adalah yang paling dekat dengan pertumbuhan anak-anaknya. Ibu yang sholihah ialah ibu yuang dengan tekun dan teliti mendidik putera-puterinya untuk menjadi anak yang berbudi pekerti dan berakhlak luhur. Menjadi wanita yang sholihah terhadap putera-puterinya, hendaklah melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • Memberinya ASI kepada putera-puterinya dengan ma’ruf
  • MemberI tahu ayahnya, agar tumbuh rasa syang anak terhadap ayahnya
  • Sabar dan tabah dalam membesarkan dan mendidik anak
  • Memberikan keperluan anak yang bermanfaat
  • Jangan membiarkan anak mengambil barang hak milik orang lain tanpa izin

Keutamaan Wanita Sholihah

Berikut ini terdapat beberapa keutamaan Wanita Shalihah, yakni sebagai berikut:

  1. Doa wanita lebih maqbul dari laki-laki karena sifat penyayang yang lebih kuat dari laki-laki. Ketika ditanya kepada Rasulallah SAW akan hal tersebut, jawab baginda: “Ibu lebih penyayang dari bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”
  2. Wanita yang solehah itu lebih baik dari 1,000 orang laki-laki yang tidak soleh.
  3. Seorang wanita solehah lebih baik dari 70 orang wali.
  4. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan kifarah (tebusan) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama haidhnya membaca “Alhamdulillahi’alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah”. Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah dari segala dosa.”; maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah melalui shiratul mustaqim yang aman dari seksa, bahkan AllahTa’ala mengangkat derajatnya, seperti derajatnya 40 orang yang mati syahid, apabila dia selalu berzikir kepada Allah selama haidhnya.
  5. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
  6. Dua rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik dari 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.
  7. Wanita yang melahirkan akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan tiap rasa sakit dan pada satu uratnya Allah memberikan satu pahala haji.
  8. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
  9. Wanita yang meninggal dalam masa 40 hari sesudah melahirkan akan dianggap syahid.
  10. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya dari badannya (susu badan) akan dapat satu pahala dari tiap-tiap titik susu yang diberikannya.
  11. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup (2 1/2 tahun), maka malaikat-malaikat di langit akan memberikan kabar gembira bahwa syurga adalah balasannya.
  12. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.
  13. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatatkan baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya,bahkan segala sesuatu yang disinari matahari akan memohonkan ampun untuknya, dan Allah mengangkatkannya seribu darjat
  14. Seorang wanita yang solehah lebih baik dari seribu orang laki-laki yang tidak soleh, dan seorang wanita yang melayani suaminya selama seminggu, maka ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginya delapan pintu syurga, yang dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab.
  15. Mana-mana wanita yang menunggu suaminya hingga pulang, disapukan mukanya, dihamparkan duduknya atau menyediakan makan minumnya atau memandang ia pada suaminya atau memegang tangannya, memperelokkan hidangan padanya,memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya pada suaminya karena mencari keridhaan Allah, maka disunatkan baginya akan tiap-tiap kalimat ucapannya,tiap-tiap langkahnya dan setiap pandangannya pada suaminya sebagaimana memerdekakan seorang hamba. Pada hari Qiamat kelak, Allah kurniakan Nur hingga tercengang wanita mukmin semuanya atas kurniaan rahmat itu. Tiada seorang pun yang sampai ke mertabat itu melainkan Nabi-nabi.
  16. Tidakkan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya.

Demikian Penjelasan Materi Tentang Wanita Sholehah: Pengertian, Sifat, Ciri dan Keutamaannya
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Semuanya