Tumbuhan Paku: Pengertian, Ciri, Reproduksi dan Klasifikasi

Diposting pada

Selamat datang di PakDosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Tumbuhan Paku? Mungkin anda pernah mendengar kata Tumbuhan Paku? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, ciri, reproduksi, klasifikasi dan manfaat. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Tumbuhan Paku: Pengertian, Ciri, Reproduksi dan Klasifikasi

Pengertian Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku ialah bagian dari kingdom plantea yang komponennya mempunyai akar, batang dan daun sejati, serta mempunyai pembuluh pengangkut. Tumbuhan paku disebut dengan kormofita berspora, sebab berhubungan dengan akar, batang, daun sejati dan membuat aseksual dengan spora.


Ciri Ciri Tumbuhan Paku

Berikut ini terdapat ciri ciri tumbuhan paku, yakni sebagai berikut:


  • Ukuran dan Bentuk Tubuh

Tumbuhan paku mempunyai ukuran yang bagian dari yang tingginya sekitar 2 cm, seperti tumbuhan paku yang hidup mengambang di air, sampai tumbuhan paku di darat yang mencapai tinggi 5 cm, misalnya paku tiang. Tumbuhan paku purba yang sudah menjadi fosil diperkirakan ada yang mencapai tinggi 15 m. Bentuk tumbuhan paku yang hidup saat ini bagian ada yang berupa lembaran, perdu atau pohon dan seperti tanduk rusa.

Tumbuhan paku terdiri darui dua keturunan, yakni keturunan sporofit dan keturunan gametofit. Keturunan tersebut tumbuh bergantian dalam siklus hidup tumbuhan paku. Keturunan sporofit merupakan tumbuhan yang memperoleh spora. Sementara keturunan gametofit merupakan tumbuhan yang memperoleh sel kelamin.


  • Struktur dan Fungsi Tubuh Pada Keturunan Sporofit

Sebagian besar tumbuhan paku sporofit mempunyai akar, batang dan daun sejati. Tetapi, ada beberapa jenis yang tidak mempunyai akar dan daun sejati. Batang tumbuhan paku ada yang tumbuh di bawah tanah, disebut dengan rizom dan ada yang tumbuh di atas tanah. Batang yang tumbuh di atas tanah ada yang bertangkai menggarpu dan ada yang lurus tidak bercabang. Tumbuhan paku yang tidak mempunyai akar sejati mempunyai akar berbentuk rizoid yang terdapat pada rizom atau pangkal batang.

Tumbuhan paku ada yang berdaun kecil dan ada yang berdaun besar. Tumbuhan paku yang berdaun kecil umumnya daunnya berbentuk sisik. Daun tumbuhan paku mempunyai klorofil untuk fotosintesis. Klorofil tumbuhan paku yang tidak berdaun ataupun berdaun kecil diperoleh pada batang.

Baca Lainnya :  √Wayang: Pengertian, Jenis Wayang dan Isi Kandungan dalam Wayang

Tumbuhan paku sporofit mempunyai sporangium yang memperoleh spora. Pada jenis tumbuhan paku sporofit yang tidak berdaun, sporangiumnya berlokasi di sepanjang batang. Pada tumbuhan paku yang berdaun, sporangiumnya berlokasi pada daun yang fertil. Daun yang tidak berisi sporngium disebut dengan daun steril. Sporofil ada yang berbentuk helaian dan ada yang membentuk strobilus. Stobilus ialah himpunan beberapa sporofil membentuk komponen seperti kerucut pada ujung tangkai. Pada sporofil yang berupa helaian, sporangium berkelompok membentuk sorus. Sorus dijaga oleh suatu membran yang disebut dengan indusium.

Sebagian besar tubumhan paku mempunyai pembuluh penghantar berbentuk floem dan xilem. Floem ialah tumbuhan penghantar nutrien organik hasil fotosintesis. Xilem ialah pembuluh penghantar larutan anorganik berbentuk air dan mineral dari akar ke seluruh bagian tumbuhan.

Spora yang diperoleh sporofit akan tumbuh membentuk komponen gametofit berupa hati yang disebut dengan protalus ataupun protalium.


  • Struktur dan Fungsi Tubuh Pada Keturunan Gametofit

Gametofit tumbuhan paku hanya berukuran beberapa mm. Sebagian besar tumbuhan paku mempunyai gametofit berupa hati yang disebut dengan protalus. Protalus berbentuk lembaran yang mempunyai rizoid pada bagian bawahnya, serta mempunyai klorofil untuk fotosintesis. Protalus hidup bebas tanpa bersandar pada sporofit untuk keperluan nutrisinya.Gametofit jenis tumbuhan paku tertentu tidak mempunyai klorofil sehingga tidak bisa berfotosintesis. Makanan tumbuhan paku tanpa klorofil dihasilkan dengan cara bersimbiosis dengan jamur.

Gametofit mempunyai alat reproduksi seksual. Alat reproduksi jantan ialah anteridium. Anteridium diperoleh spematozoid berflagelum. Alat reproduksi betina ialah arkegonium. Arkegonium diperoleh ovum. Gametofit tumbuhan paku jenis tertentu mempunyai dua jenis alat reproduksi pada satu individu. Gametofit dengan dua jenis reproduksi disebut gametofit biseksual. Gametofit yang hanya mempunyai anteridium saja atau arkegonium saja disebut dengan gametofit uniseksual. Gametofit uniseksual diperoleh oleh paku homospora (paku yang memperoleh satu jenis spora) dan gametofit uniseksual diperoleh oleh paku heterospora (paku yang memperoleh dua jenis spora yang berbeda).


Cara Hidup dan Habitat

Tumbuhan paku ialah fotoautotrof. Tumbuhan paku ada yang hidup mengambang di air, seperti  Azolla pinnata dan Marsilea crenata. Tetapi, biasanya tumbuhan paku ialah tumbuhan terestrial. Jenis tumbuhan paku lebih penuh di dikawasan hutan hujan tropis.


Reproduksi Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku berkembang biak secara aseksual dan seksual.Reproduksi  asekual dan seksual pada tumbuhan paku terjadi seperti pada lumut. Reproduksi tumbuhan paku juga menunjukkan adanya pergiliran antara generasi gametofit dan generasi sporofit (metagenesis). Tetapi, pada tumbuhan paku, keturunan sporofit ialah keturunan yang dominan dalam daur hidupnya.

Generasi gametofit dihasikan oleh reproduksi aseksual dengan spora.Spora dihasikan oleh pembelahan sel induk  spora yang terjadi di dalam sporangium. Sporangium terbentuk pada sporofit yang berlokasi di daun atau batang. Spora haploid yang diperoleh diterbangkan oleh angin dan jika sampai di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi protalus dan sesudahnya menjadi gametofit yang haploid.

Baca Lainnya :  Segmentasi Pasar

Gametofi mempunyai dua jenis alat reproduksi,yaitu anteridium dan arkegonium ataupun satu jenis alat reproduksi, yakni anteridium saja atau arkegonium saja. Arkegonium memperoleh satu ovum yang haploid. Anteridium menghasilkan banyak spermatozoid berflagelum yang haploid.

Spermatozoid bergerak dengan perantara air menuju ovum pada arkegonium. Spermatozoid lalu menyerbuki ovum. Menyerbukan ovum oleh spermatozoid di arkegonium memperoleh zigot yang diploid. Zigot membelah dan tumbuh menjadi embrio. Embrio tumbuh menjadi sporofit yang diploid.


Klasifikasi Tumbuhan Paku

Berikut ini terdapat 4 klasifikasi pada tumbuhan paku, yakni sebagai berikut:


  • Paku Purba

Sebagian besar paku purba ialah tumbuhan paku yang telah punah. Diperkirakan paku purba yang hidup saat ini hanya tinggal 10 hingga 13 spesies dari dua jenus saja. Paku purba hidup di daerah tropis dan subtropis. Sporofit paku purba ada yang tidak mempunyai daun sejati.

Paku purba yang mempunyai daun biasanya berukuran kecil dan berupa sisik. Batang paku purba bercabang dikotomi dengan tinggi mencapai 30 cm hingga 1 m. Paku purba juga tidak mempunyai pembuluh pengangkut. Batang paku purba berisi klorofit sehingga bisa melakukan fotosintesis. Tangkai batang berisi mikrofil dan kumpulan sporangium yang diperoleh di sepanjang tangkai batang.

Sporofil memperoleh satu jenis spora.Gametofitnya tidak mempunyai klorofil dan berisi anteridium dan arkegonium. Gametofit paku purba bersimbiosis dengan jamur  untuk menghasilkan nutrisi. Paku purba ialah rhyniadan psilotum.


  • Paku Kawat

Paku kawat  mencakup sekitar 1.000 jenis tumbuhan paku, berupa dari genus Lycopodium dan Selaginella. Paku kawat  banyak tumbuh di hutan-hutan daerah tropis dan subtropics. Paku kawat menempel di pohon atau hidup bebas di tanah. Anggota paku kawat mempunyai akar, batang dan daun sejati. Daunnya berukuran kecil  dan tersusun rapat. Sporangium terdapat pada sporofil yang terangkai membentuk strobilus pada ujung batang. Strobilus berbentuk kerucut seperti konus pada pinus.

Oleh karena itu, paku kawat disebut dengan pinus tanah. Pada paku rane sporangium terdiri dari dua jenis, yakni mikrosporangium dan megasporangium. Mikrosporangium diperoleh pada mikrosporofil mikrospora yang akan tumbuh menjadi gametofit jantan. Megasporangium terdapat pada megasporofil (daun yang berisi megasporangium). Megasporangium memperoleh megaspore yang akan tumbuh menjadi gametofit betina.

Baca Lainnya :  √Asimilasi: Pengertian, Ciri, Ketentuan, Faktor Serta Contohnya

Gametofit paku kawat berukuran kecil dan tidak berklorofil. Gametofit menghasilkan makanan dari jamur yang bersimbiosis dengannya. Gametofit paku kawat ada yang uniseksual, yakni berisi anteridium saja atau arkegonium saja. Gametofit paku kawat juga ada yang biseksual, yakni berisi anteridium dan arkegonium. Gametofit uniseksual diperoleh pada Selaginella. Selaginella ialah tumbuhan paku heterospora. Sementara gametofit biseksual diperoleh pada Lycopodium.


  • Paku Ekor Kuda

Paku ekor kuda saat ini hanya tinggal sekitar 15 spesies dari satu genus, yakni Equisetum. Equisetum terutama hidup  pada habitat lembab di daerah subtropics. Seperti paku purba dan paku kawat, anggota paku ekor kuda banyak yang berupa tumbuhan paku purba yang sudah punah dan menjadi fosil.

Fosil paku ekor kuda termasuk tumbuhan paku raksasa, berbentuk seperti pohon yang mencapai tinggi 15 cm. Eqiusetum yang tertinggi hanya mencapai 4,5 m, sementara rata-rata tinggi ke banyakan Equisetum kurang  dari 1 m. Equisetum mempunyai akar, batang dan daun sejati. Tangkainya beruas dan pada setiap ruasnya dikelilingi daun kecil seperti sisik.

Equisetum disebut dengan paku ekor kuda karena bentuk tangkainya seperti ekor kuda. Tangkainya yang keras diakibatkan dinding organnya berisi silica. Sporangium memperoleh satu jenis spora, sehingga Equisetum dikategorikan pada tumbuhan paku peralihan. Gametofit Equisetum hanya berukuran beberapa mm tetapi bisa melakukan fotosintesis. Gametofitnya berisi anteridium dan arkegonium sehingga menjadi gametofit biseksual.


  • Paku Sejati

Paku sejati mencakup jenis tumbuhan paku yang paling sering kita lihat. Tempat tumbuh paku sejati sebagian besar di darat pada daerah tropis dan subtropis. Paku sejati diperkirakan berjumlah 12.000 jenis dari kelas filicinae. Filicinae mempunyai akar, batang dan daun sejati. Tangkai bisa berbentuk tangkai dalam tanah ataupun tangkai di atas tanah . Daun filicianae biasanya berukuran besar dan mempunyai tulang daun yang bercabang.daun mudanya mempunyai cirri khas yaitu tubuh menggulung. Jenis paku yang termasuk paku sejati ialah semanggi, paku tanduk rusa, paku sarang burung, suplir, paku sawah dan dicksonia antarctica.


Manfaat Tumbuhan Paku

Jenis tumbuhan paku yang dimanfaatkan bagi keperluan manusia ialah  semanggi, dimakan sebagai sayur, paku rane sebagai obat untuk mengobati luka, Azolla pinnata sebagai pupuk hijau tanaman padi di sawah , paku sarang burung, suplir dan Paku tanduk rusa sebagai tanaman hias.


Demikian Penjelasan Materi Tentang Tumbuhan Paku: Pengertian, Ciri, Reproduksi, Klasifikasi dan Manfaat
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi