Tulang Rawan adalah

Diposting pada

Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Tulang Rawan? Mungkin anda pernah mendengar kata Tulang Rawan? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang Pengertian, ciri, fungsi, gangguan, komponen, struktur, jenis, proses terbentuknya. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan. 

Tulang Rawan

Pengertian Tulang Rawan

Tulang Rawan merupakan suatu jaringan ikat dimana tulang yang bersifat liat dan lentur karena zat-zat antar sel tulang banyak mengandung zat kapur. Biasanya tulang rawan berada di berbagai anggota badan manusia ataupun hewan, termasuk sendi di antara tulang, sangkar rusuk, telinga, hidung, saluran, tenggkorak, dan juga cakram intervertebrata.


Ciri-Ciri Tulang Rawan

Berikut adalah ciri-ciri tulang rawan antara lain yakni:

  • Terdapat suatu bentuk khusus jaringan ikat dengan fungsi utama yaitu menyokong jaringan lunak.
  • Matriksnya mengandung serat elastin atau serat kolagen yang memberikan kelenturan dan kekuatan.
  • Terdiri dari sel-sel tulang rawan (kondrosit dan kondroblas) dan matriks (serat dan substansi dasar).
  • Tulang rawan penyusunnya terdiri atas sel-sel kondroblas yang terus tumbuh menjadi kondrosit. Sel ini akan memproduksi cairan seperti protein penyusun tulang rawan.
  • Substansi Dasarnya Serat dan Protein
  • Sel penyusun tulang rawan melepaskan atau menegeluarkan cairan ekstaseluler yang berbentuk kondoitin sulfat yang mempunyai sifat lebih elastik daripada matriks penyusun tulang keras.
  • Tulang rawan memiliki kekuatan renggang, penyokong struktural, dan memungkinkan fleksibilitas tanpa distorsi.

Fungsi Tulang Rawan

Berikut adalah Fungsi dari tulang rawan diantaranya yakni:

Baca Lainnya :  Hidup Rukun

1. Sebagai Penyokong Pada Jaringan atau Organ Lunak

Tulang rawan yang elastis dan kenyal sangat mungkin melindungi bagian tubuh yang lunak dari tekanan ataupun benturan yang keras Sifat kenyal tulang rawan akan membuat bantal stess atau peredam sehingga akan melindungi organ dari kerusakan mekanis.


2. Sebagai Penyusun Sendi

Tulang rawan menjadi penyusun persendian yang menyambungkan antar tulang keras pada tulang yang menyusun pergerakan. Tulang rawan dapat berfungsi sebagai peredam gesekan mekanis diantara kedua tulang sehingga bisa menyokokong pergerakan tubuh.


3. Sebagai Pertumbuhan dan Pembentukan Tulang Keras

Pada bagian tertentu di tulang rawan, mengalami suatu penulangan atau osifikasi yang menjadi jaringan tulang sejati atau osteon. Tulang rawan yang lembut akan mengalami pengapuran pada matriks ekstraselulernya hingga menjadi padat dan keras.


Gangguan yang dapat terjadi di tulang rawan

Adapun beberapa gejala, yang terjadi di tulang rawan yakni:

  1. Menyebabkan peradangan, yang membuat area tulang rawan tersebut akan membengkak, dan terasa lebih hangat dibandingkan bagian tubuh lainnya
  2. Terjadinya rasa nyeri di area tulang rawan
  3. Mengakibatkan kekakuan di area tubuh
  4. Dapat menyebabkan kesulitan untuk bergerak, apabila tulang rawan yang mengalami gangguan, terletak di persendian
    Pada umumnya kerusakan tulang rawan, umumnya terjadi di lulut. Namun, area lain seperti siku, pergelangan tangan, pergelangan kaki, bahu, dan pinggang juga dapat mengalaminya.

Komponen Penyusun Tulang Rawan

Berikut adalah komponen penyusunan tulang rawan antaranya yaitu:


1. Sel

Kartilago tersusun atas sel yang disebut dengan chondrosit dimana chondrosit terletak didalam lakuna dan lakuna tersebar didalam matriks. Di sel terdapat chondronectin yang mengkaitkan GAG dan kolagen. Sel chondrosit berbentuk oval dan memiliki sedikit mikrovili. Dalam pertumbuhannya sel ini memiliki badan golgi yang cukup besar, RE kasar dan vakuola. Sel Chondrosit dapat membentuk protein, serabut kolagen dan substansi dasar (e.g., chondroitin sulfat).

Baca Lainnya :  √Materi Lengkap Sistem Bilangan Real Serta Penjelasannya

2. Substansia Dasar

Pada jaringan tulang rawan substansia dasar terdiri dari chondroitin sulfat. Chondroitin sulfat ialah asam proteoglikan (Basophilia) yang terdapat pada bagian dasar dari matriks. Sel Basophilia lebih nampak pada matriks di sekitar lakuna dimana area tersebut mengandung sedikit serabut kolagen. Sedangkan, pada daerah interteritorial matriks lebih banyak mengandung kolagen.


3. Serabut

Kebanyakan memiliki serabut kolagen.


Struktur Tulang Rawan

Seperti yang di jelaskan di atas, Tulang rawan atau kartilago merupakan suatu jaringan ikat yang menyusun sistem gerak jaringan tulang rawan yang tersusun dari sel-sel tulang rawan. Pada bagian sel-sel tulang rawan, kemudian mengeluarkan matriks yang disebut dengan kondrin. Matriks bisa membuat tulang rawan yang bersifat lentur, kuat serta licin. Tulang-tulang rusuk penyusun rongga dada bisa bergerak dengan bebas mengikuti pemekaran paru-paru saat bernapas itu karena kelenturan tulang rawan pada tulang-tulang rusuk.

Jenis-Jenis Tulang Rawan

Berikut adalah jenis-jenis tulang rawan antara lain yaitu:


1. Tulang Rawan Hialin

Tulang rawan hialin merupakan salah satu jenis tulang rawan yang paling umum menyusun janin atau fetus. Tulang ini disebut juga dengan Hialin kartilago, paling padat jika dibandingkan dengan tulang rawan lainnya. Tulang ini disusun oleh sel kondrosit dan matriks ekstraseluler yang didominasi oleh kolagen. Warna tulang ini adalah putih, dan bisa dijumpai pada permukaan persendian atau epifisis, saluran pernapasan (hidung, laring, trakea, bronkiolus) dan pada ujung tulang rusuk.


2. Tulang Rawan Elastin

Tulang rawan elastis merupakan salah satu jenis tulang rawan yang disusun oleh sel kondusit yang menghasilkan campuran kolagen dan serat elastin. Struktur tulang rawan elastin (kartilago elastik) mempunyai susunan atas sel kondrosit dan cairan kondroitin sulfat, yang ditemukan pada telinga, epglotis (pintu masuk tenggorokan), hidung, dan trakea. Tulang rawan jenis ini, dapat memberikan kekuatan dan kelenturan untuk organ maupun struktur tubuh, seperti pada telinga bagian luar.

Baca Lainnya :  Surat Kuasa

3. Tulang Rawan Fibrosa

Tulang rawan fibrosa atau Fibriokartilgo merupakan salah satu jenis tulang rawan yang memiliki sifat intermediet (campuran) antara hialin dan elastik. Tulang rawan jenis ini terletak pada cekungan kecil yang disebut sebagai menisci serta pada diskus atau cakram yang terletak di antara tulang belakang. Tulang rawan jenis inilah yang berfungsi sebagai bantalan pada sendi, dan mengurangi gesekan antartulang yang bisa menimbulkan nyeri.


Proses Terbentuknya Tulang Rawan

Tulang rawan tumbuh dari sel mesemkin yang terdeferensiasi menjadi sel kondroblas dan fibroblas. Sel-sel ini merupakan bagian sel induk dari tulang rawan akhirnya menjadi sel kondosit/sel tulang rawan. Matriks ekstraseluler di dapat dari sel kondroblas dan fibroblas. Matriks tersebut telah terkandung serat kolagen (elastin) dan banyak senyawa organik seperti kondrofin sulfat, proteoglikans, kondranektin, dan lain-lainnya.

Jaringan tulang rawan yang ada di anak-anak lebih banyak terkandung sel kondrosit daripada jumlah matriksnya. Untuk orang dewasa, jumlah matriks lebih banyak daripada jumlah sel kondositnya. Terbentuknya tulang rawan bibagi menjadi dua, yaitu:

  • Pertumbuhan interstisial
    Tulang rawan didapat dari proses pembelahan mitosis tulang rawan atau kondrosit lainnya.
  • Pertumbuhan aposisional
    Tulang rawan asalnya dari diferensiasi sel perikondrial yang berupa sel kondroblas yang menghasilkan serta kolagen dan substansi dasar.

Demikian Penjelasan Materi Tentang Tulang Rawan adalah: Pengertian, Ciri, Fungsi, Gangguan, Komponen, Struktur, Jenis, Proses Terbentuknya
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Semuanya