Teks Tanggapan Kritis: Pengertian, Ciri, Struktur, Kaidah dan Contoh

Diposting pada

Teks Tanggapan Kritis: Pengertian, Ciri, Struktur, Kaidah, Langkah Menyusun dan Contoh


Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Teks Tanggapan Kritis? Apakah kalian pernah mendengar istrilah dari Teks Tanggapan Kritis? Jangan khawatir jika kalian belum pernah mendengarnya, disini PakDosen akan membahas secara rinci tentang pengertian, ciri, struktur, kaidah, cara menyusun dan contoh. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Teks Tanggapan Kritis: Pengertian, Ciri, Struktur, Kaidah dan Contoh

Pengertian Teks Tanggapan Kritis

Teks Tanggapan Kritis merupakan jenis teks yang digunakan untuk merangkum, mengkaji  dan menyimpulkan teks sastra, teks karya seni atau pertunjukkan. Didalam teks tanggapan kritis diperoleh penilaian yang berbentuk kritik dan pujian.


Ciri-Ciri Teks Tanggapan Kritis

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri teks tanggapan kritis, yakni sebagai berikut:

  1. Teks tersebut berisi tanggapan mengenai fenomena yang terjadi di sekitar dengan disertai kenyataan dan alasan.
  2. Memiliki 3 Struktur teks, antara lain evaluasi, deskripsi teks dan penegasan ulang.
  3. Berisi kaidah kebahasaan ataupun ciri kebahasaan yang dipunyai teks tanggapan kritis.

Struktur Teks Tanggapan Kritis

Berikut ini terdapat beberapa struktur teks tanggapan kritis, yakni sebagai berikut:


  • Evaluasi

Evaluasi adalah bagian pertama dalam teks tanggapan kritis. Bagian Evaluasi mengandung pemberitahuan umum mengenai apa yang akan disampaikan penulis dalam teks tersebut.


  • Deskripsi Teks

Deskripsi Teks adalah bagian isi dalam teks tanggapan kritis. Bagian deskripsi teks tersebut berisi sebuah informasi mengenai data-data dan pendapat yang mendukung pemberitahuan.


  • Penegasan Ulang

Penegasan Ulang adalah bagian terakhir teks yang mengandung penegasan ulang mengenai apa yang sudah dijalankan atau yang sudah dilaksanakan.


Kaidah Kebahasaan Teks Tanggapan Kritis

Berikut ini terdapat beberapa kaidah kebahasaan teks tanggapan kritis, yakni sebagai berikut:


  • Kalimat Kompleks

Kalimat yang mempunyai lebih dari 2 struktur dan 2 kata kerja.


  • Konjungsi

Kata penghubung yang merangkaikan setiap kata dan juga setiap struktur.


  • Kata Rujukan

Sesuatu yang dipakai pemberi informasi untuk mendukung atau memperkuat pemberitahuan dengan tegas.


  • Pilihan Kata

Pemilihan kata yang sesuai dalam pemakaian dan pembuatan teks tanggapan kritis.


Langkah-Langkah Menyusun Teks Tanggapan Kritis Pada Karya Seni

Berikut ini terdapat beberapa langkah-langkah menyusun teks tanggapan kritis pada karya seni, yakni sebagai berikut:

  • Menentukan tema.
  • Menentukan aspek-aspek yang akan dijelaskan melalui pengamatan.
  • Membuat kerangka karangan.
  • Mengembangkan kerangka menjadi teks utuh.

Langkah-Langkah Menyusun Teks Tanggapan Kritis Pada Karya Sastra

Berikut ini terdapat beberapa langkah-langkah menyusun teks tanggapan kritis pada karya sastra, yakni sebagai berikut:

  1. Membaca karya sastra yang akan dikritik atau ditanggapi.
  2. Membuat sinopsis cerita.
  3. Memahami dan menganalisis struktur karya sastra tersebut.
  4. Mengemukakan pendapat atau gagasan pribadi terhadap isi dan bentuk karya sastra tersebut.
  5. Merumuskan paparan atau harapan.
  6. Mengoreksi kembali teks tanggapan sesuai struktur yang tepat.
Baca Lainnya :  √Lompat Jauh: Pengertian, Sejarah, Ukuran Lapangan dan Teknik Dasar

Contoh Teks Tanggapan Kritis

Berikut ini terdapat beberapa conto dari teks tanggapan kritis, yakni sebagai berikut:


Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Benca Alam

Kebaran Hutan dan Kebun Sawit

Evaluasi:

Kebun kelapa sawit memang menguntungkan untuk pemasukan devisa negara di bidang ekspor minyak kelapa sawit. Namun apakah sebanding dengan efek yang diberikan terhadap penduduk Indonesia dan Lingkungan?. Perlu kebijakan khusus agar tercipta suatu hubungan simbiosis mutualisme diantara keduanya.


Deskripsi Teks:

Kebakaran hutan sudah menjadi fenomena yang tidak dapat dihindarkan setiap musim kemarau datang setiap tahunnya terutama di pulau Sumatera dan Kalimantan. Bahkan fenomena ini merujung pada bencana kabut asap yang tidak hanya melanda beberapa kota besar di Sumatera dan Kalimantan namun juga hingga ke negara-tetangga. selain efek pencemaran lingkungan dan kerusakan lingkungan akibat kebakaran hutan sudah tidak terhitung. Disisi lain perluasan perkebunan kelapa sawit yang mendatangkan devisa bagi negara juga cukup penting, selain itu juga bisa membuka lapangan pekkerjaan bagi masyarakat sekitar perkebunan.

Namun keduanya ternyata tidak dapat berjalan berkesinambungan dan menciptakan yang saling menguntungkan, karena dari penyelidikan terhadap salah satu faktor kebakaran hutan adalah pembakaran secara langsung oleh pemilik perusahaan sawit untuk pembukaan lahan baru.

Disini peran pemerintah pun kemudian dipertanyakan oleh berbagai pihak hingga dunia Internasional, bagaimana pemerintah membuat kebijakan terhadap usaha-usaha perkebunan sawit dan juga terhadap eksplorasi hutan di Indonesia.


Penegasan Ulang:

Perlunya peran pemerintah untuk membuat kebijakan yang memberikan keuntungan bagi kedua pihak namun tidak juga menyebaban kerugian bagi penduduk Indonesia dan alam. Sikap dan kebijakan pemerintah yang tegas terhadap pelaku kejahatan dan kerusakan hutan serta pembuatan aturan dan ranah kerja yang jelas untuk para pengusaha perkebunan sawit sehingga kedua hal tersebut dapat berjalan berkesinambungan dan seimbang.


Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Narkoba

Hukuman Mati Terhadap Pengedar Narkoba

Seperti yang kita tau bahwa sekarang kita memasuki zaman modern yang serba canggih, keadaan ini mau tidak mau juga menekan peredaran narkoba menjadi semakin banyak di negara kita. Perkembangan buruk ini meliputi masyarakat, pelajar bahkan sampai pejabat negara sekalipun. Yang menjadi topik perdebatan dalam permasalahan ini tidak lain adalah hukuman mati bagi mereka yang menjadi pengedar sekaligus pemakai narkoba.

Banyak masyarakat yang mengutarakan persetujuan bahwa hukuan yang pantas bagi pengedar sekaligus pemakai narkoba adalam hukuman mati. Terdapat banyak alasan logis yang menjadi latar belakang persetujuan mereka. Alasan pertama dan paling logis adalah narkoba mmampu mempengaruhi bahkan merubah pola pikir penggunanya sehingga tidak hanya berbahaya bagi penggunanya sendiri namun juga berbahaya bagi orang lain. Sebagai contoh dapat menyebabkan kecelakaan beruntun yang berujung kematian apabila pengendara tersebut mengalami halusinasi. Alasan kedua adalah narkoba dapat merusak generasi muda penerus bangsa, Penggunaan barang ini dapat mempengaruhi dan merubah perilaku remaja menjadi semakin buruk. Padahal negara kita memerlukan adanya generasi penerus yang berakhlak mulia dan mampu memikul beban sekaligus tanggung jawab memajukan bangsa dan negara. Faktor ketiga adalah narkoba membuat calon penggunanya merasa penasaran yang akhirnya setelah mencoba maka penggunanya akan merasa ketagihan dan kecanduan. Jika orang ini bergaul dengan teman temannya maka ia dapat menularkan keburukan tersebut. Adanya hukuman mati tentu akan memberikan efek jera bagi penikmat dan pengedar narkoba, maka dari itu banyak masyarakat setuju bahwa hukuman untuk pengedar narkoba adalah hukuman mati.

Baca Lainnya :  √Denudasi: Pengertian, Faktor, Proses Serta Dampak Denudasi

Namun tidak sedikit pula orang yang menolak hukuman mati bagi pengedar narkoba dan penikmatnya. Terdapat beberapa alasan yang melatarbelakangi ketidak setujuan ini, diantaranya adalah hukuman mati dianggap kurang manusiawi dan melanggar hak asasi manusia yang telah tercantum dan sesuai dalam UUD 1945. Selanjutnya adalah pendapat bahwa hukuman mati hanya menambah anggaran negara. Karena memang untuk melaksanakan eksekusi diperlukan biaya tertentu dan ini dianggap membuang buang uang negara yang seharusnya dapat digunakan untuk pembangunan bangsa dan infrastruktur negara.

Pada dasarnya setiap orang telah diberikan hak untuk hidup bebas, namun masih saja ada manusia yang mempergunakan hidupnya untuk kerugian dirinya sendiri dan merugikan orang lain juga. Maka dari itu, adanya hukuman mati bagi pengedar narkoba memang harus ditinjau dan ditegakkan kembali karena memang narkoba memberikan dampak negatif pada perkembangan generasi muda penerus bangsa.


Contoh Teks Tanggapan Kritis

Pesawat Kepresidenan

Keinginan Pemerintah Indonesia untuk memiliki pesawat khusus kepresidenan sudah lama ada. Sekarang keinginan pemerintah tersebut sudah direalisasikan meskipun pendapat tanggapan yang beragam dari masyarakat. Pesawat berkategori Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 itu sudah berada ditanah air sejak Kamis, 10 April 2014. Dengan gagah pesawat modern itu mendarat di bandara Halim Perdanakusuma.

Meskipun tidak semewah Air Force One, pesawat tersebut tetap merupakan pesawat baru dengan perlengkapan yang modern. Warna pesawat itu didominasi biru di punggungnya dan putih dilambungnya. Garis lengkung merah putih sebagai garis batas dua bagian. Tulisan REPUBLIK INDONESIA terpampang di sisi kanan dan kiri pesawat.

Ada banyak alasan yang memperkuat bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk memiliki pesawat kepresidenan. Alasan ekonominya adalah pesawat tersebut memiliki biaya operasional yang sangat tinggi. Alasan sosialnya adalah pada saat rakyat belum terentaskan dari kemiskinan para pejabat menikmati fasilitas negara yang mewah. Alasan keamanan dan politiknya adalah saat ini dengan pesawat komersial keamanan pejabat masih dapat tertangani dengan baik. Penanggap sebenarnya sepakat dengan kesimpulan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk memiliki pesawat kepresiidenan sendiri. Akan tetapi, alasan yang tepat sebagai tanggapan terhadap permasalahan tersebut juga merupakan hal yang sangat rasional.

Baca Lainnya :  √Penyembelihan: Pengertian, Tujuan, Syarat, Sunnah dan Tata Caranya

Pada zaman Presiden Gus Dur sudah ada wacana pembelian pesawat kepresidenan itu, tetapi dengan mempertimbangkan biaya yang sangat tinggi akhirnya rencana tersebut tidak direalisasikan. Apakah fakta tersebut tepat sebagai alasan? Hitungan dan efektivitasnya dapat diuraikan dengan jelas. Pesawat itu dibeli dengan harga Rp 820 miliar dan mulai dibuat sejak 2011. Pesawat itu mampu terbang sekitar 10-12 jam, mampu menghalau peluru kendali, dapat mendarat di bandara kecil, bisa memuat rombongan Presiden hingga 50 orang, dan memiliki peralatan navigasi, komunikasi, sistem keamanan, isolasi kabin, dan hiburan khusus selama penerbangan. Dari total US$ 91,2 juta atau      Rp 820 miliar biaya yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia untuk membeli BBJ2, US$ 58,6 juta diakolokasikan untuk badan pesawat, US$ 27 juta guna interior kabin, US$ 4,5 juta bagi sistem keamanan, dan US$ 1,1 juta untuk biaya administrasi.

Pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono jilid dua, wacana ini kembali muncul. Dalam perhitungan baru, pesawat untuk RI-1 ini bisa menghemat biaya perjalanan hingga Rp 114 miliar per tahun. Sektretaris negara mengklaim bahwa jauh lebih murah memiliki pesawat kepresidenan sendiri daripada menyewa pesawat dari maskapai Garuda Indonesia  seperti yang selama ini dilakukan, Sistem carter ini tidak menguntungkan karena semakin sering Presiden melakukan lawatan, biaya terus meningkat. Pada 2006 misalnya, anggaran lawatan dinas Presiden Rp 75 miliar dan tahun 2009 naik lagi keangka Rp 180 miliar.

Alasan berikutnya jelas bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang mau tidak mau Presiden harus memiliki pesawat sendiri. Tidak mungkin Presiden menggunakan pesawat komersial karena jadwalnya sangat terbatas. Pandangan bahwa memiliki pesawat kepresidenan bukan merupak prioritas juga dapat dibantah karena saat ini perekonomian Indonesia sudah stabil. Pertumbuhan cukup baik sehingga operasional dapat ditutupi. Pembelian pesawat kepresidenan juga bukan hal yang menghilangkan kepekaan terhadap rakyat. Kepekaan kepada rakyat dapat ditunjukkan secara langsung dengan mengerluarkan kebijakan yang memihak kepada rakyat, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Alasan keamananm keefesienan, keluasan negara, dan kebanggaan merupakan hal yang lebih utama jika dibandingkan dengan data-data dari masyarakat yang menolak pembelian itu, sifatnya tampaknya emosional.

Dengan demikian, pembelian pesawat kepresidenan sangat relevan dengan kebutuhan mobilitas, keamanan, kenyamanan dan efektivitas kegiatan Presiden yang sangat padat itu.


Demikian Penjelasan Materi Tentang Teks Tanggapan Kritis: Pengertian, Ciri, Struktur, Kaidah dan Contoh
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi