Pengertian Debat

Diposting pada

Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Tujuan Debat? Mungkin anda pernah mendengar kata Tujuan Debat? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang Pengertian menurut para ahli, ciri, tata cara, unsur, struktur, kaidah dan contoh. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Tata-Cara-Debat

Pengertian Debat

Istilah debat berasal dari bahasa Inggris, yang merupakan debat. Istilah ini adalah sinonim untuk ebony sawala Kawi, yang berarti berpegang pada debat tertentu dalam strategi pertempuran, atau strategi memperdebatkan kekalahan atau kemenangan lidah. Dengan demikian, definisi debat itu sendiri adalah cara untuk menyampaikan ide-ide secara logis dalam bentuk argumen yang terbukti.

Berdasarkan beberapa penelitian dan kasus yang dihadapkan pada situasi yang berbeda, dapat disimpulkan bahwa diskusi memiliki implikasi berikut:

  1. Debat adalah kegiatan diskusi antara dua pihak atau lebih, secara individu atau dalam suatu kelompok, ketika membahas atau menyelesaikan suatu masalah. Debat mengikuti aturan yang jelas dan hasil debat dihasilkan melalui keputusan pemilihan atau juri.
  2. Debat adalah diskusi yang berlangsung antara dua orang atau lebih dengan perspektif berbeda, di mana satu pihak dan pihak lainnya saling serang (positif).
  3. Diskusi berlangsung di mana banyak emosi berperan. Sebagian besar peserta hanya ingin melindungi pendapat mereka dibandingkan dengan mendengarkan orang lain, dan ingin orang lain setuju dengan mereka. Karena itu, ada unsur wajib dalam perdebatan.
  4. Diskusi adalah kegiatan utama orang yang mempromosikan demokrasi.
    Sebuah kontes antara dua kelompok atau lebih yang mengajukan klaim mereka dan mencoba mengembangkan klaim mereka.
  5. Debat formal meliputi debat antara kandidat legislatif dan debat antara kandidat presiden / wakil presiden yang biasanya diadakan sebelum pemilihan umum.

Perselisihan kompetitif adalah perselisihan gaya permainan, biasanya di tingkat sekolah atau perguruan tinggi. Dalam hal ini, debat dilakukan sesuai dengan aturan yang jelas dan tegas (“bentuk”) antara kedua pihak, yang masing-masing mendukung dan menentang pernyataan tersebut. Debat disaksikan oleh satu atau lebih hakim yang ditunjuk untuk menentukan pemenang debat. Pemenang debat kompetitif adalah tim yang telah berhasil menunjukkan pengetahuan dan kemampuan debat superior.

Baca Lainnya :  Tuba Fallopi

Pengertian Debat Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah beberapa definisi debat ahli, yang terdiri dari:


  • Menurut Asidi Dipodjojo (Komunikasi Lisan 1982: 59)

Diskusi adalah proses komunikasi verbal yang diungkapkan dalam bahasa untuk mendukung pendapat. Setiap pihak dalam diskusi mendiskusikan dan memberikan alasan dengan cara tertentu sehingga orang yang mendiskusikan atau mendengar diskusi tersebut diyakinkan dan setuju.


  • Menurut (KBBI. 2002: 242)

Debat adalah diskusi atau pertukaran ide tentang suatu masalah dengan saling memberikan alasan untuk mempertahankan pandangan mereka.


  • Menurut G. Scudi

Perdebatan pada dasarnya adalah diskusi antara individu atau kelompok orang yang bertujuan mencapai kemenangan.


  • Menurut Hendri Guntur Tarigan (retorika 1990: 120)

Suatu debat pada dasarnya adalah diskusi individu atau kelompok yang bertujuan untuk meraih kemenangan oleh satu pihak.


  • Menurut Wikimedia

Debat adalah kegiatan diskusi individu dan kelompok antara dua pihak atau lebih dalam membahas dan menentukan masalah dan perbedaan.


Ciri-Ciri Debat

Berikut ini adalah beberapa fitur Debat dan terdiri dari:

  1. Ada dua perspektif: positif (mereka yang menyetujui topik) dan negatif (mereka yang tidak setuju dengan topik).
  2. Ada proses untuk mempertahankan pendapat bersama
  3. Ada diskusi bersama yang bertujuan untuk menang
  4. Hasil debat diperoleh melalui keputusan pemilihan atau juri
  5. Sesi tanya jawab terbatas dan ditujukan untuk mengalahkan orang lain
  6. Ada pihak yang bertindak sebagai mediator, biasanya dilakukan oleh moderator
  7. Kontroversi etis
  8. Diskusi harus mempertimbangkan beberapa etika, yaitu:
  9. Berpikir logis dan memiliki pengetahuan untuk mendukung masalah yang dibahas dalam debat
  10. Bagus, benar, komunikatif, dan mampu merespons tanggapan yang masuk
  11. Menghubungkan diskusi dengan SARA dilarang

Tata Cara Debat

Untuk prosedur diskusi yang baik, yaitu:

  • Pertanyaan dan tantangan harus diajukan secara profesional dan tidak dapat diterima untuk mengomentari serangan pribadi yang tidak menghina, merendahkan atau pribadi.
  • Analisis kritis, sintetik, keterampilan retoris (bicara dan kecerdasan (persepsi dan pemahaman)) atau tak terbendung.
  • Fokus pada posisi orang lain dan klaim orang lain. Mengetahui kelemahan dan kekuatan lawan Anda adalah penting dalam mempersiapkan strategi untuk menyangkal klaim lawan Anda.
  • Batasi argumen hingga maksimal 3 poin.
  • Gunakan logika untuk mengatur dan mengomunikasikan argumen.
  • Ketahui kesalahan umum dalam berpikir, seperti kesalahan logis, dan gunakan secara efektif dalam menyangkal argumen lawan.
  • Sajikan konten atau konten dengan tepat. Selalu gunakan senyawa (data / fakta) yang relevan dan mendukung pandangan.
  • Validasikan validitas semua bukti eksternal yang disajikan dalam diskusi.
  • Kesimpulan diskusi adalah posisi kesimpulan akhir. Gunakan itu sebagai kesempatan untuk menyangkal atau memburu lawan Anda.
Baca Lainnya :  Peradaban Awal Masyarakat Indonesia

Unsur-Unsur Debat

Berikut ini adalah beberapa elemen perdebatan:

  • Mosi, yang merupakan masalah atau topik yang sedang dibahas
  • Tim positif, yaitu tim yang setuju untuk berselisih (perpindahan)
  • Tim lawan, atau tidak setuju, tim tidak setuju atau tidak setuju dengan tantangan
  • Tim netral, adalah tim yang menyediakan dukungan gerakan dan kontra-argumen.
  • Moderator, adalah orang yang memimpin dan mendukung proses debat.
  • Penulis, yang menulis kesimpulan dari diskusi.

Struktur Debat

Berikut ini adalah beberapa struktur diskusi, yang terdiri dari:

  1. Referensi harus dibuat oleh masing-masing tim atau pihak (positif, negatif, dan netral).
  2. Pengajuan argumen. Selama diskusi, masing-masing tim profesional dan kontra mengajukan diskusi atau ide mosi yang diberikan. Pengajuan diskusi ini dimulai dengan tim profesional, kemudian tim lawan, dan berakhir dengan tim netral.
  3. Diskusi adalah yang utama. Setiap tim harus menyampaikan diskusi dan keberatan kepada pihak lain.
  4. Kesimpulannya adalah hasil akhir dari diskusi yang didahului oleh kesimpulan yang diberikan oleh masing-masing tim.
  5. Keputusan diambil dari hasil pemungutan suara, mosi, dan resolusi. Ada tiga jenis keputusan: keputusan pendengar atau keputusan audiensi, keputusan hakim atau keputusan hakim, dan keputusan kritis atau kritis.

Kaidah Kebahasaan Teks Debat

Berikut adalah beberapa aturan untuk debat bahasa.

  1. Saat Anda menggunakan kalimat yang kompleks, teks debat biasanya menggunakan kalimat dengan banyak struktur dan beberapa kata kerja (kalimat kompleks).
  2. Menggunakan kata hubung, teks debat sering menggunakan kata hubung untuk menghubungkan kata atau kalimat.
  3. Menggunakan referensi kata, teks debat biasanya menggunakan referensi kata sebagai informan, seperti dia, he, here, there.

Tujuan Debat

Tujuan dari argumen adalah upaya kedua belah pihak untuk membangun sebuah kasus yang didukung oleh klaim yang mendukung klaim bahwa metode melakukan argumen yang sah dan benar selalu menjadi argumen dasar berbasis pertanyaan berupa: Apa, mengapa, bagaimana , dan kesimpulan (jadi apa kesimpulannya).

Selain keterampilan bahasa yang baik dan benar yang dibutuhkan, Anda juga membutuhkan logika dan analogi pemikiran yang benar tentang pengetahuan umum dan insiden yang terjadi di masyarakat. Selain itu, proses debat juga membutuhkan kemampuan untuk menanggapi masalah (bantahan), karena ada proses mempertahankan pendapat bersama antara kedua pihak.

Baca Lainnya :  Global Warming

Selain itu, debat itu sendiri memiliki tabu atau batasan pada pembahasan masalah yang sedang dibahas dan dilarang dalam kaitannya dengan hubungan etnis, agama, ras, dan adato. Ini karena perdebatan itu sendiri menggunakan etika sebagai manusia untuk mengekspresikan pendapatnya.


Contoh Debat

Topik: Peristiwa epidemi Indonesia seperti pertunjukan gosip, opera sabun, talkshow, intrusi iklan dapat membantu memasuki globalisasi, tetapi mematikan kepribadian budaya Indonesia.

PRO: Seperti yang dapat Anda lihat dari semakin banyaknya pertunjukan dan topik hiburan kreatif, sungguh baik bahwa televisi Indonesia sedang berkembang. Acara-acara seperti Reality Show mempersiapkan Indonesia untuk menjadi dikenal secara internasional dan akhirnya mempersiapkannya untuk menjerumuskan Indonesia ke era globalisasi. Namun sayangnya, kemajuan ini sebenarnya telah membunuh budaya asli Indonesia. Karena kemajuan ini, generasi muda saat ini tidak lagi menjadi seni tari, boneka, batik, patung, patung, dll.

CON: Saya setuju bahwa kebangkitan acara bertema internasional dan lainnya adalah kemajuan televisi Indonesia dan dapat membantu Indonesia dalam menghadapi globalisasi. Tetapi pernyataan bahwa itu adalah budaya pribadi Indonesia yang mematikan sangat tak tertahankan. Kemajuan yang tepat ini dapat membuat budaya Indonesia lebih mengglobal dan dikenal dan dipuji oleh orang asing yang belum memahami keajaiban dan keunikan budaya asli Indonesia. Karena kenyataan bahwa peristiwa ini dapat membantu globalisasi memasuki Indonesia, budaya Indonesia juga akan diusir dari Indonesia untuk menjadi dikenal secara internasional.

PRO: Ketika orang Indonesia melihat dan dipengaruhi oleh cara hidup orang asing, mereka merasa bebas dan sangat demokratis dan pada akhirnya menyebabkan perselisihan negara. Saya merasa bahwa setiap kelompok memenuhi syarat untuk membentuk negara mereka sendiri, misalnya di Timor, Timor dan Aceh.

Cons: Aliran globalisasi tidak ingin orang Indonesia meninggalkan negara Indonesia, kemajuannya hanya membuat mereka lebih bersatu. Lagi pula, jika arus globalisasi membawa gelombang demokratisasi dan menghancurkan negara.


Demikian Penjelasan Materi Tentang Tata Cara Debat: Pengertian Menurut Para Ahli, Ciri, Unsur, Strutur, Kaidah Tujuan dan Contoh
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi