Struktur Legenda: Pengertian, Ciri, Jenis dan Contohnya

Diposting pada

Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Legenda? Mungkin anda pernah mendengar kata Legenda? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, ciri, struktur jenis dan contoh. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Struktur Legenda: Pengertian, Ciri, Jenis dan Contohnya

Pengertian Legenda

Legenda adalah kisah prosa masyarakat yang ditafsir oleh yang mempunyai kisah sebagai sesuatu yang sungguh-sungguh berlangsung. Legenda sering ditafsir sebagai asal usul bersama-sama. Meskipun, karena tidak tercatat maka cerita tersebut menghadapi penyimpangan sehingga sering jauh berlainan dengan cerita sebenarnya.


Pengertian Legenda Menurut Para Ahli

Berikut dibawah terdapat beberapa pendapat dari para ahli mengenai legenda, yakni sebagai berikut:


1. Menurut KBBI

Legenda adalah cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah.


2. Menurut Emeis

Legenda adalah cerita kuno yang setengah berdasarkan sejarah dan yang setengah lagi berdasarkan angan-angan.


3. Menurut William R. Bascom

Legenda adalah cerita yang mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan mitos, yaitu dianggap benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci.


4. Menurut Hooykaas

Legenda adalah dongeng tentang hal-hal yang berdasarkan sejarah yang mengandung sesuatu hal yang ajaib atau kejadian yang menandakan kesaktian.


5. Menurut Buku Sari Kata Bahasa Indonesia

Legenda adalah cerita rakyat zaman dahulu yang berkaitan dengan peristiwa dan asal usul terjadinya suatu tempat. Contohnya: Sangkuriang, Batu Menangis, dan Legenda Pulau Giliraja.


6. Menurut Pudentia

Legenda adalah cerita yang dipercaya oleh beberapa penduduk setempat benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci atau sakral yang juga membedakannya dengan mite.

Baca Lainnya :  [Lengkap] 26 Contoh Ekosistem Alami dan Buatan Beserta Gambar

Ciri Ciri Legenda

Berikut ini terdapat beberapa ciri ciri dari legenda, yakni sebagai berikut:

  1. Ditafsir sebagai peristiwa yang sungguh-sungguh berlangsung
  2. Berbentuk keduniaan ataupun sekular
  3. Figur legenda biasanya manusia
  4. Asal usul bersama-sama ialah asal usul yang banyak menghadapi penyimpangan karena berlainan dari kisah sebenarnya
  5. Berbentuk berganti-ganti
  6. Berbentuk peredaran, artinya mengisahkan figur pada zaman spesifik

Struktur Legenda

Berikut ini terdapat empat struktur dalam legenda, yakni sebagai berikut:

  • Orientasi, adalah bagian awal dari sebuah cerita fabel. Orientasi berisi pengenalan dari cerita fabel, seperti pengenalan background, pengenalan tokoh, maupun latar tempat dan waktu.
  • Komplikasi, adalah klimaks dari cerita, berisi puncak permasalahan yang dialami tokoh.
  • Resolusi, adalah berisi pemecahan masalah yang dialami tokoh.
  • Koda, adalah bagian akhir dari cerita. Biasanya berisi pesan dan amanat yang ada  pada cerita fabel tersebut.

Jenis Jenis Legenda

Berikut ini terdapat beberapa jenis jenis dari legenda, yakni sebagai berikut:

  • Legenda Keagamaan

Legenda keagamaan tersebut menceritakan mengenai suatu cerita mengenai agama spesifik. Contoh pada legenda keagamaan ialah kisah tentang para Wali Songo, seperti Sunan Kalijaga, Sunan Demak dan lain-lainnya.

  • Legenda Kegaiban

Legenda kegaiban tersebut mengisahkan mengenai suatu keyakinan tentang alam gaib. Contoh pada legenda kegaiban ialah kisah Nyi Roro Kidul dan Nyi Blorong.

  • Legenda Perseorangan

Legenda perseorangan tersebut mengisahkan mengenai sebuah cerita mengenai fikur spesifik. Contoh pada legenda perseorangan ialah kisah Si Pitung dan lain-lainnya.

  • Legenda Lokal

Legenda lokal tersebut mengisahkan mengenai sebuah cerita mengenai berlangsungnya suatu lokasi seperti gunung, bukit, danau dan lain sebagainya. Contoh pada legenda lokal ialag kisah Asal Telaga Biru, Malin Kundang, Kisah Danau Toba dan lain-lainnya.


Contoh Legenda

Asal-Usul Danau Toba

Orientasi:

Alkisah, di wilayah Sumatera hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. Ia hidup sendiri sebatang kara. Setiap hari ia bekerja menggarap lading dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Baca Lainnya :  √DPR: Pengertian, Struktur, Fungsi, Wewenang, Hak dan Kewajiban

Pada suatu hari petani tersebut pergi ke sungai di dekat tempat tinggalnya, ia bermaksud mencari ikan untuk lauknya hari ini. Dengan hanya berbekal sebuah kail, umpan dan tempat ikan, ia pun langsung menuju ke sungai. Setelah sesampainya di sungai, petani tersebut langsung melemparkan kailnya. Sambil menunggu kailnya dimakan ikan, petani tersebut berdoa.

“Ya Allah, semoga aku dapat ikan banyak hari ini.”


Komplikasi:

Beberapa saat setelah berdoa, kail yang dilemparkannya tadi nampak bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani tersebut sangat senang sekali, karena ikan yang didapatkannya sangat besar dan cantik sekali.

Setelah beberapa saat memandangi ikan hasil tangkapannya, petani itu sangat terkejut. Ternyata ikan yang ditangkapnya itu bisa berbicara.

“Tolong aku jangan dimakan Pak!! Biarkan aku hidup.” teriak ikan itu.

Tanpa banyak Tanya, ikan tangkapannya itu langsung dikembalikan ke dalam air lagi. Setelah mengembalikan ikan ke dalam air, petani itu bertambah terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik.

“Jangan takut Pak, aku tidak akan menyakiti kamu” kata si ikan.

 “Siapakah kamu ini? Bukankah kamu seekor ikan?” tanya petani itu.

“Aku adalah seorang putri yang dikutuk, karena melanggar aturan kerajaan” jawab wanita itu.

“Terimakasih engkau sudah membebaskan aku dari kutukan itu, dan sebagai imbalannya aku bersedia kau jadikan istri.” kata wanita itu.

Petani itupun setuju. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.

Setelah beberapa lama mereka menikah, akhirnya  kebahagiaan Petani dan istrinya bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Anak mereka tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan kuat, tetapi ada kebiasaan yang membuat heran semua orang. Anak tersebut selalu merasa lapar, dan tidak pernah merasa kenyang. Semua jatah makanan dilahapnya tanpa sisa

Baca Lainnya :  √Ekspor dan Impor: Pengertian, Dampak, Manfaat Serta Tujuannya

Hingga suatu hari anak petani tersebut mendapat tugas dari ibunya untuk mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi tugasnya tidak dipenuhinya. Semua makanan yang seharusnya untuk ayahnya dilahap habis, dan setelah itu dia tertidur di sebuah gubug. Pak tani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Karena tidak tahan menahan lapar, maka ia langsung pulang ke rumah. Di tengah perjalanan pulang, pak tani melihat anaknya sedang tidur di gubug. Petani tersebut langsung membangunkannya.

“Ayo, bangun!” teriak petani itu.

Setelah anaknya terbangun, petani itu langsung menanyakan makanannya.

“Mana makanan buat ayah?” tanya petani.

“Sudah habis kumakan.” jawab si anak.

Dengan nada tinggi petani itu langsung memarahi anaknya.

“Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri! Dasar anak ikan!” umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya.


Resolusi:

Setelah petani mengucapkan kata-kata tersebut, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga dan menenggelamkan petani itu. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba.


Demikian Penjelasan Materi Tentang Struktur Legenda: Pengertian, Ciri, Jenis dan Contohnya
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi