Sistem Pernapasan Hewan

Diposting pada

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Sistem Pernapasan Hewan? Mungkin anda pernah mendengar kata Sistem Pernapasan Hewan? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang beberapa pernapasan yang ada pada hewan. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.


sistem pernapasan hewan


Pengertian

Sistem pernapasan atau dikenal dengan sistem respirasi, merupakan sebuah sistem organ dimana digunakan untuk suatu pertukaran gas. Pada hewan berkaki empat, sistem pernapasan biasanya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi sebuah pertukaran gas. Diafragma menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya. Berbagai variasi sistem pernapasan ditemukan pada berbagai jenis makhluk hidup.


Sistem Pernapasan Protozoa

Protozoa adalah hewan bersel satu dan tidak memiliki alat pernapasan khusus. Pernapasan pada protozoa dilakukan dengan proses masuk dan keluarnya oksigen dan karbon dioksida melalui permukaan sel secara difusi.


Sistem Pernapasan Avertebrata

1. Sistem Pernapasan pada Porifera

Pada porifera, air yang membawa oksigen masuk melalui pori-pori tubuh (ostium) lalu masuk ke koanosit secara difusi. Di dalam mitokondria pada sel koanosit, oksigen digunakan untuk mengurai molekul organik menjadi molekul anorganik yang disertai dengan pelepasan karbon dioksida. Karbon dioksida dibawa keluar oleh air melalui spongosoel lalu menuju oskulum dalam mitokondria sel koanosit.


2. Sistem Pernapasan pada Moluska

Hewan anggota filum moluska terdiri dari dua kelompok yaitu moluska darat dan moluska air. Moluska darat seperti bekicot, bernapas dengan paru-paru. Sedangkan moluska air seperti kerang bernapas dengan insang.

Baca Lainnya :  √Sosialisasi Politik: Pengertian Menurut Para Ahli, Metode, Fungsi & Agen

3. Sistem Pernapasan pada Arthropoda

Filum arthropoda terdiri dari 4 kelas yaitu crustacea, myriapoda, arachnida, dan insekta. Crustacea (udang dan kepiting) bernapas dengan insang, myriapoda (lipan dan luwing) bernapas dengan trakea, arachnida (laba-laba dan kalajengking) bernapas dengan paru-paru buku, dan insekta (serangga) bernapas dengan trakea.


4. Sistem Pernapasan pada Coelenterata

Pernapasan pada coelenterata tersusun atas dua lapisan sel yaitu lapisan luar dan lapisan dalam. Pertukaran gas terjadi secara difusi pada sel di luar permukaan tubuh yang bersentuhan dengan air. Coelenterata memiliki alat bantu pernapasan yaitu berupa lekukan jaringan yang disebut sifonoglifa.


5. Sistem Pernapasan pada Echinodermata

Hewan-hewan echinodernata seperti bintang laut, landak laut, dan mentimun laut hidup di air laut. Echinodermata bernapas dengan menggunakan insang kulit.


6. Sistem Pernapasan pada Cacing

Cacing tidak memiliki alat pernapasan khusus. Sehingga oksigen harus berdifusi melalui kulit untuk masuk ke dalam kapiler darah. Karbon dioksida juga keluar melalui kulit. Proses pernapasan semacam ini disebut pernapasan integumenter. Cacing memiliki permukaan yang licin supaya tetap lembap sehingga memudahkan terjadi pertukaran gas.


Sistem Pernapasan Vertebrata

  •  Sistem Pernapasan pada Ikan

Ikan adalah hewan yang mempunyai alat pernapasan berupa insang. Insang digunakan karena ikan hidup di dalam air. Insang terdapat di sisi kanan dan kiri kepala. Namun, terdapat ikan dipnoi yang bernapas dengan menggunakan paru-paru. Pada beberapa jenis ikan, rongga insangnya mempunyai perluasan ke atas yang disebut labirin yang berfungsi untuk menyimpan udara, sehingga ikan tersebut dapat hidup di air yang kekurangan oksigen. Insang juga dapat berfungsi sebagai alat ekskresi dan alat transportasi garam-garam.


Fase inspirasi diawali dengan membukanya mulut ikan. Kemudian air masuk ke dalam rongga mulut. sehingga Insang akan menutup air yang mengalir ke dalam insang. Fase ekspirasi ikan terjadi pada waktu mulut ikan tertutup. Air akan masuk melalui celah insang dan terjadi pertukaran gas disana. Darah akan mengikat oksigen dan melepas karbon dioksida ke dalam air.

Baca Lainnya :  Esai adalah

  •  Sistem Pernapasan pada Amfibi

Salah satu contoh hewan amfibi adalah katak. Amfibi merupakan hewan yang dapat hidup di air dan darat. Sehingga alat pernapasannya berupa paru-paru, kulit, dan insang. Katak pada waktu masih larva bernapas dengan insang luar. Pada masa berudu katak bernapas menggunakan insang dalam. Katak dewasa bernapas dengan paru-paru dan kulit.


Paru-paru pada katak berupa dua kantung berdinding tipis dan elastis yang banyak mengandung kapiler darah, serta terletak dalam rongga badan. Paru-paru dapat berhubungan dengan rongga mulut melalui sebuah lubang yang disebut glotis. Kedua kantung paru-paru tersebut saling berhubungan dengan bronkus pendek.


Pada saat katak bernapas, terjadi penambahan udara dengan keadaan otot rahang bawah mengendur. Otot sterno hioideus berkontraksi sehingga udara masuk ke rongga mulut. Udara masuk ke paru-paru dan terjadi pertukaran gas. Saat udara keluar, terjadi kontraksi otot hioideus dan otot perut sehingga rongga perut mengecil dan udara keluar melalui koane.


  • Sistem Pernapasan pada Reptil

Reptil mempunyai alat pernapasan berupa paru-paru. Paru-paru reptil dikelilingi oleh rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk. Reptil memiliki kulit yang bersisik atu kering sehingga sulit ditembus oleh air. Hal ini menyebabkan cairan yang hilang melalui kulit sangat sedikit sehingga reptil mampu bertahan hidup pada habitat yang kering.


Pada Saat inspirasi, tulang rusuk merenggang dan volume rongga dada meningkat sehingga udara dapat masuk ke paru-paru. Pada Saat ekspirasi, tulang rusuk akan merapat sehingga udara akan terdesak keluar dari paru-paru. Pada kura-kura selain dengan paru-paru, pengambilan oksigen dibantu oleh lapisan kulit tipis dengan banyak kapiler darah yang ada di sekitar kloaka.


  •  Sistem Pernapasan pada Burung

Sistem pernapasan pada burung terdiri dari lubang hidung, paru-paru, trakea, kantung udara depan, dan kantung udara belakang. Kantung udara dapat berfungsi sebagai alat pernapasan pada saat terbang, dan membantu memperbesar ruang siring sehingga memperkeras suara, mengatur berat jenis tubuh, dan mengatur suhu tubuh. Mekanisme pernapasan burung terbagi menjadi dua macam. Yaitu saat terbang dan saat istirahat.

Baca Lainnya :  √ 2 Penjelasan Siklus Pertumbuhan Hewan Lengkap

Pada Fase inspirasi saat terbang terjadi pada waktu sayap diangkat. Pada saat sayap terangkat, kantung udara pada pangkal lengan mengembang, sehingga udara masuk ke kantung udara perut. Kemudian, udara dialirkan ke paru-paru dan sebagian masuk ke dalam kantung udara, sehingga darah dapat mengambil oksigen dari paru-paru.


Saat Fase ekspirasi terbang terjadi pada waktu sayap diturunkan. Pada saat sayap diturunkan, kantung udara pada pangkal lengan mengempis, sehingga kantung udara dada mengembang dan mendorong udara keluar, sehingga terjadi pergantian udara.


Fase inspirasi ketika istirahat terjadi dengan diawalinya pergerakan tulang rusuk ke depan sehingga rongga dada membesar dan paru-paru mengembang. Hal ini menyebabkan udara dapat masuk ke paru-paru. Sebagian udara yang kaya oksigen ini akan diambil paru-paru dan sebagian lagi akan masuk ke kantung udara belakang. Udara yang miskin oksigen akan masuk ke kantung udara depan.


Fase ekspirasi saat istirahat terjadi ketika rongga dada mengecil dan diikuti mengecilnya paru-paru, sehingga udara di dalam kantung udara akan dikeluarkan melalui paru-paru.


  • Sistem Pernapasan pada Mamalia

Sistem pernapasan pada mamalia mirip dengan sistem pernapasan pada manusia. Itu karena manusia juga termasuk mamalia. Pernapasan menggunakan paru-paru.


Demikian Penjelasan Materi Tentang Sistem Pernapasan Hewan: Pengertian & Macam-Macamnya
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi