Seni Abstrak

Diposting pada

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Seni Abstrak? Mungkin anda pernah mendengar kata Seni Abstrak? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, sejarah, ciri, tokoh, teknik, aliran, fungsi dan tujuan. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Seni Abstrak: Pengertian, Sejarah Serta Ciri-Ciri Seni Abstrak

Pengertian Seni Abstrak

Seni Abstrak ialah salah satu jenis kesenian kontemporer yang tidak memvisualisasikan wujud dalam dunia murni, tetapi memakai warna dan wujud dalam cara non representasional. Lukisan abstrak ialah bentuk khayalan seni yang di buat oleh seniman dalam memilih dasar bentuk wujudnya sehingga bentuk dari rupanya menjadi eksklusif, yang mana bentuk dari lukisan abstrak tersebut sendiri tidak diingat meskipun ditemui dalam alam konkret. Lukisan abstrak memilih pada bentuk yang tidak alami yang tidak menyajikan rupa yang diingat sebagai rupa benda yang diamati dalam fakta sehari-hari.


Sejarah Seni Abstrak

Secara bersejarah, seni lukisan abstrak sangat terikat dengan sketsa. Warisan prasejarah membuktikan bahwa dari ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia sudah mulai menciptakan gambar pada tembok-tembok gua untuk melukiskan bentuk-benting penting dari kehidupan mereka. Semua kebudayaan di dunia mengetahui seni lukis, diakibatkan kerana lukisan abstrak sangat mudah untuk dicipta. Sebuah lukisan dapat dicipta hanya dengan memakai bahan yang primiyif seperti arang, kapur dan bahan lainnya. Salah satu sistem populer sketsa prasejarah yang dilakukan orang gua ialah dengan merapatkan tangan di tembok gua, kemudian memercik dengan memamah batu mineral yang berwarna.


Pada awal kemajuan seni lukis, sangat terikat dengan pertumbuhan kebudayaan manusia sejak dari bentuk bahasa, cara memperkuat hidup dan iktikad ialah keadaan yang diakibatkan pertumbuhan seni lukisan. Akibat tersebut tertampak dalam jenis wujud, penggambaran dan riwayat di dalamnya. Pada zaman tersebut, seni lukis mempunyai khasiat khusus, seperti sebagai alat pencatat. Orang-orang pada zaman prasejarah menaruh waktu lapang mereka dengan memvisualisasikan dan melukis, cara hubungan dengan memakai sketsa pada akhirnya merangsang penciptaan bentuk tulisan karena huruf kenyataannya bersumber dari ikon-ikon sketsa yang kemudian disimpelkan dan dinormalkan.


Ciri-Ciri Seni Abstrak

Salah satu ciri seni abstrak ialah yang mana rupanya tidak tahu diingat, rupa abstrak tidak berkaitan dengan rupa apapun yang sudah diamati, namun apabila dilihat akan tertampak seperti sesuatu. Warna dan rupa serta bahan pelengkap lain dalam melukis abstrak ialah bahan lukisan abstrak untuk tertampak lebih spesifik. Dalam penciptaannya, lukisan abstrak harus terbuka dalam susunan warna dan lebih banyak memakai cat air. Seni abstrak yang lebih banyak larutan juga biasanya dikategorikan dengan seni abstrak ialah abstraksi konotatif dan lukisan yang sebagai hal yang tidak okuler, misalnya emosi, suara maupun pengetahuan spiritual. Abstraksi konotatif ialah abstraksi kenyataan, dimana bentuk mendetail disisihkan dari wujud ditahui menyisihkan beberapa bagian wujud dikenali.


Tokoh Seni Abstrak

Berikut ini adalah beberapa tokoh seni abstrak yaitu:

1. Affandi

Affandi Koesoema, seorang sosok yang sederhana,yang lahir di cirebon pada tahun 1907, dengan bakat seni yang kental. Karya Affandi telah mencapai 2000 lebih dengan gaya ekspresionis dan romantis nya.yang telah di pamerkan di berbagai negara. membuatnya menjadi Pelukis terkenal di Indonesia begitu juga Internasional. Beberapa Karya lukis Affandi yaitu : Potret diri, Andong, Pohon beringin (yang pernah di ikutsertakan di perlelang di singapura),Pelabuhan Rotterdam, Fisher Man, Barong, Kwan Khong, barong dan leak, borobudur di pagi hari, sapi, para pejuang dan masih banyak lagi.

Baca Lainnya :  √Aurora: Pengertian, Jenis, Proses, Akibat Serta Fakta Aurora

2. Abas Alibasyah

Abas Alibasyah yang lahir di Purwakarta pada tahu 1928, bukan hanya terkenal sebagai pelukis terkenal di Indonesia namun Abas Alibasyah ini dikenal sebagai pejuang, pemikir dan organisatoris. Berawal bersekolah di HIS (Holandsche Inlandsche School) dia mulai menyukai seni lukis dengan pelajaran menggambar yang sangat menonjol. Pada tahun 1943 abas Alibasyah mulai mengembangkan bakat lukis yang ada pada diri nya  dan bergaul dengan pelukis lainnya seperti Hendra Gunawan, Barli Sasmitawinata dan Affandi.


3. Achmad Sadali

Achmad Sadali yang lahir di garut pada tahun 1924, pelukis terkenal di indonesia yang berawal mengikuti pameran bersama pada tahun 1951. Dengan bakat seni yang dimilikinya berbeda, Achmad Sadali menuangkan karya seni abstrak dengan aksentuasi pada warna emas perada, yang mengisi dan membentuk bidang-bidang. yang selalu menjungjung tinggi kebesaran ILAHI. Pada 30 Desember 1978, salah satu lukisannya yang berjudul Bidang Omber dan Sisa-sisa Emas, dengan latar gelap kehitaman. Di sana sini pada tempat yang tepat, ada pancaran warna emas. Komposisi lukisan vertikal pada bidang gambar yang horisontal.terpilih sebagai satu di antara tiga lukisan terbaik (bersama Lian Sahar dan Srihadi) pada Pameran Besar Seni Lukis Indonesia di TIM, Jakarta.


4. Fadjar Sidik

Fadjar Sidik lahir di surabaya pada tahun 1930, berawal dari dia bermukim di Bali selama 4th dari tahun 1957-1961 yang bermula beraliran seni lukis realis sekarang beralih ke abstrak pada tahun 60an, yang pada saat itu hanya melukis benda industri yang belum menjadi sebuah objek, dengan bakat yang ia punya, ia menggali bakat nya dan mengembangkan corak lukisan abstrak dengan dinamika keruangan, menggabungkan bentuk kotak serta bolatan2 yang menghasilkan sebuah karya lukisan yang elegan dan menjadi ciri khas dari karya seni Fadjar sidik.


5. Nashar

Nashar adalah seorang pelukis terkenal di Indonesia yang bermukim di Jakarta, Ia lahir di Pariaman sumatra barat pada tahun 1928. dengan teknik lukisan aliran bebas dari objek-objek manusia, hewan serta lingkungan yang di cari dan di lihat nya dan di lukiskan dengan abstraksi total.warna kecerahan yang di tonjolkan menceritakan kehidupannya sehari-hari. Satu dari beberapa pelukis Nashar mempunyai sistem rumusan kredo tiga non  yaitu non konsep, objek dan tehnik, karena Nashar melukis suatu lukisan berdasarkan keinginan jiwa yang keluar dari diri nya sendiri.


Teknik-Teknik Seni Abstrak

Berikut ini adalah teknik-teknik seni abstrak yaitu:

  • Teknik Plakat yaitu melukis dengan menggunkan cat poster, cat minyak cat akrelik, dengan goresan yang tebal, sehingga menghasilkan warna pekat dan padat.
  • Teknik Transparan yaitu teknik menggambar / melukis dengan menggunakan cat air, dengan sapuan warna yang tipis sehingga hasilnya nampak transparan.
  • Teknik Klose yairu melukis dengan memotong kertas yang kemudian ditempel sehingga membentuk lukisan yang realis atau abstrak.
  • Teknik 3M (melipat, menggunting, dan merekat) adalah proses manipulasi lembaran kerta menjadi suatu bentuk tiga dimensi.
  • Teknik Aplikasi yaitu karya hias dalam seni jahit-menjahit dengan menempelkan (menjahit) guntingan-guntingan kain yang dibentuk seperti bunga, buah, binatang, dsb pada kain lain sebagai hiasan.
  • Teknik Mozaik yaitu dengan menempel benda-benda tiga dimensi yang ditata sedemikian rupa sehingga menghasilkan lukisan.
  • Teknik Menganyam adalah seni kerajinan yang dikerjakan dengan cara mengangkat dan menumpang tindihkan atau menyilang-nyilangkan bahan sehingga menjadi suatu karya anyaman.
  • Teknik Merakit adalah sebuah karya dengan cara menyambung-nyambungkan beberapa bagian atau potongan bahan. Caranya disebut merakit, hasilnya disebut rakitan. Potongan bahan disambungkan dengan cara dilas, disekrup, atau dengan cara lain.
  • Teknik Makrame adalah sebuah bentuk seni kerajian simpul-menyimpul dengan menggarap rantaian benang awal dan akhir suatu hasil tenunan, dengan membuat berbagai simpul pada rantai benang tersebut sehingga membentuk aneka rumbai dan jumbai.
  • Teknik Menuang yaitu proses menuang menggunakan bahan cair yang dituangkan pada alat acuan yang berbentuk cetakan. Setelah menjadi keras dikeluarkan dari acuan/cetakan. Bahan cair ini dibuat dari semen, paltik, karet, gips, dan logam (tembaga, besi).
  • Teknik Butsir adalah teknik yang menggunakan alat telapak tangan dan alat lain (kayu, kawat) sederhana. Bahan yang digunakan lunak, elastis, lentur antara lain tanah liat, plastisi.
  • Teknik Pahat yaitu membentuk dengan jalan membuang bahan yang tidak dipergunakan dengan memahat. Cara pembuatannya dengan menggunakan alat pahat (tatah) atau ukir dan martil. Bahan (media) yang digunakan adalah bahan keras seperti batu, cadas, kayu, gips, tanah liat kering.
  • Teknik Menjahit adalah cara melekatkan (menyambung, mengelem, dsb) dengan jarum dan benang.
  • Teknik Membangun yaitu kegiatan yang mencangkup aktivitas menyusun berbagai komponen untuk dijadikan benda trimatra (tiga dimensi).
Baca Lainnya :  Sistem Parlementer

Aliran-Aliran Seni Abstrak

Berikut ini adalah aliran-aliran seni abstrak yaitu:

  • Aliran Neo-Klasik

Pecahnya revolusi Perancis pada tahun 1789, merupakan titik akhir dari kekuasaan feodalisme di Perancis yang pengaruhnya terasa juga ke bagian-bagian dunia lainnya. Revolusi ini tidak hanya perubahan tata politik dan tata social, tetapi juga menyangkut kehidupan seni. Para seniman menjadi bebas dalam memperturutkan panggilan hati masing-masing, dimana mereka berkarya bukan karena adanya pesanan, melainkan semata-mata ingin melukis saja. Maka dengan demikian mulailah riwayat seni lukis modern dalam sejarah yang ditandai dengan individualisasi dan isolasi diri. Jacques Louis David adalah pelukis pertama dalam babakan modern. Pada tahun 1784, David melukiskan “SUMPAH HORATII”.


Lukisan ini menggambarkan Horatius , bapak yang berdiri di tengah ruangan sedang mengangkat sumpah tiga anak laki-lakinya yang bergerombol di kiri, sementara anak perempuannya menangis di sebelah kanan. Lukisan ini tidak digunakan untuk kenikmatan, melainkan untuk mendidik, menanamkan kesadaran anggota masyarakat atas tanggung jawabnya terhadap Negara. J.L. David merupakan pelopor aliran Neo-Klasik, dimana lukisan Neo-Klasik bersifat Rasional, objektif, penuh dengan disiplin dan beraturan serta bersifat klasik.

Ciri-ciri Lukisan Neo-Klasik :

  1. Lukisan terikat pada norma-norma intelektual akademis.
  2. Bentuk selalu seimbang dan harmonis.
  3. Batasan-batasan warna bersifat bersih dan statis.
  4. Raut muka tenang dan berkesan agung.
  5. Berisi cerita lingkungan istana.
  6. Cenderung dilebih-lebihkan.

Tokoh penerus J.L. David dalam Neo-Klasik adalah JEAN AUGUAST DOMINIQUE INGRES (1780-1867)


  • Aliran Romantik

Aliran Romantik merupakan pemberontakan terhadap aliran Neo-Klasik, dimana Jean Jacques Rousseau mengajak kembali pada alam, sebagai manusia yang tidak hanya memiliki pikiran tetapi juga memiliki perasaan dan emosi. Lukisan-lukisan romantik cenderung menampilkan :

Hal yang berurusan dengan perasaan seseorang (sangat ditentang dalam aliran Neo- Klasik) Eksotik, kerinduan pada masa lalu Digunakan untuk perasaan dari penontonnya Kecantikan dan ketampanan selalu dilukiskan

Ciri-ciri aliran Romantis :

  1. Lukisan mengandung cerita yang dahsyat dan emosional.
  2. Penuh gerak dan dinamis.
  3. Warna bersifat kontras dan meriah.
  4. Pengaturan komposisi dinamis.
  5. Mengandung kegetiran dan menyentuh perasaan.
  6. Kedahsyatan melebihi kenyataan.

Tokoh-tokohnya antara lain :Eugene Delacroix, Theodore Gericault, Jean Baptiste, Jean Francois Millet

Baca Lainnya :  Media Pembelajaran adalah

Tokoh yang betul-betul pemberontak dan pertama kali menancapkan panji-panji romantisme adalah Teodore Gericault (1791-1824) dengan karyanya yang berjudul “RAKIT MENDUSA”. Romantisme berasal dari bahasa Perancis “Roman” (cerita), sehingga aliran ini selalu melukiskan sebuah cerita tentang perbuatan besar atau tragedy yang dahsyat.


  • Aliran Realisme

Realisme merupakan aliran yang memandang dunia tanpa ilusi, mereka menggunakan penghayatan untuk menemukan dunia. Salah seorang tokoh Realisme yang bernama “Courbet” dari Perancis mengatakan :

“TUNJUKANLAH KEPADAKU MALAIKAT, MAKA AKU AKAN MELUKISNYA, artinya ia tidak akan melukis sesuatu yang tidak ditunjukkan kepadanya (sesuatu yang tidak real/nyata). Aliran Realisme selalu melukiskan apa saja yang dijumpainya tanpa pandang bulu dan tanpa ada idealisasi, distorsi atau pengolahan-pengolahan lainnya. Gustave Courbet (1819-1877) memandang bahwa lukisan itu pada dasarnya seni yang kongkrit. Lukisan-lukisan Courbet selalu menampilkan kenyataan hidup yang pahit seperti “Lukisan Pemecah Batu” dll. Tokoh : Jean Francois, Millet dan Honore Daumier.


  • Aliran Naturalisme

Aliran Naturalisme adalah aliran yang mencintai dan memuja alam dengan segenap isinya. Penganut aliran ini berusaha untuk melukiskan keadaan alam, khususnya dari aspek yang menarik, sehingga lukisan Naturalisme selalu bertemakan keindahan alam dan isinya. Monet merupakan salah satu tokoh pelukis Naturalisme, tetapi terkadang lukisannya mendekati Realisme. Meskipun lukisan Naturalistiknya Monet yang mendekati Realisme, tetapi sangat berbeda dengan lukisan Gustave Courbert sebagai tokoh realisme.


Realismenya Courbert bersifat sosialistik yang moralitasnya cukup tinggi, sedangkan realismenya Monet cenderung melukiskan yang indah-indah dan amoral, karena prinsip Monet adalah “seni untuk kepentingan seni, bukan untuk apapun. Para pelukis Naturalisme sering dijuluki sebagai pelukis pemandangan. Tokoh Naturalisme yang berasal dari Inggris adalah Thomas Gainsbrough (1727-1788). Tokohnya antara lain John Constable, William Hogart, Frans Hall.


  • Aliran Impresionis

Apabila ada orang mendengar istilah Impresionisme, maka asosiasi mereka biasanya tertuju pada lukisan-lukisan yang impresif, yaitu lukisan yang agak kabur dan tidak mendetail. Claud Monet bukan tokoh impresionisme, tetapi aliran impresionisme banyak diilhami oleh penemuan-penemuan Claud Monet dalam setiap lukisannya. Seorang tokoh impresionisme dari Prancis bernama Piere Auguste Renoir (1841-1919). Pelukis ini sangat gemar melukis wanita, baik dalam kondisi berpakaian maupun tanpa busana. Lukisan impresionis sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca, karena melukis dilakukan di luar studio. Lukisan impresionis biasanya tidak mempunyai kontur yang jelas dan nampak hanya efek-efek warna yang membentuk wujud tertentu. Tokohnya : Eduard Manet, Claude Monet,Auguste Renoir, Edward Degas dan Mary Cassat.


Fungsi dan Tujuan Seni Abstrak

Hadirnya seni rupa modern telah memberikan beragam manfaat. Manfaat, tujuan, dan fungsi seni rupa modern tersebut antara lain:

  1. Seni rupa modern memberikan warna baru dalam pemenuhan kebutuhan fisik dan psikis manusia. Kebutuhan fisik manusia dipenuhi oleh munculnya bentuk-bentuk dan desain arsitektur baru dan seperti  alat-alat transportasi, rumah, fashion, dan lain-lain. Sedangkan kebutuhan psikis manusia dipenuhi oleh munculnya aliran-aliran seni rupa baru, misalnya dalam seni lukis atau cabang seni rupa lainnya.
  2. Meningkatkan kepopuleran para seniman, hal ini karena pada setiap karya yang diciptakan nama seniman pembuatnya selalu disertakan.
  3. Penemuan-penemuan baru hasil eksperimen para seniman modern memberikan masyarakat banyak pilihan dalam menentukan karya seni yang disukainya.

Demikian Penjelasan Materi Tentang Seni Abstrak: Pengertian, Sejarah, Ciri, Tokoh, Teknik, Aliran, Fungsi dan Tujuan Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi.