√Sel Elektrolisis: Pengertian, Ciri Serta Kegunaan Sel Elektrolisis

Diposting pada

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Sel Elektrolisis? Mungkin anda pernah mendengar kata Sel Elektrolisis? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, ciri serta kegunaan. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Sel Elektrolisis: Pengertian, Ciri Serta Kegunaan Sel Elektrolisis

Pengertian Sel elektrolisis

Sebuah sel volta memakai hasil redoks langsung untuk memperoleh suatu arus listrik. Kondisi tersebut juga menguatkan untuk melakukan kondisi yang sebaliknya. Apabila sumber eksternal arus terbuka dibuatkan pada sel elektrokimia, hasil yang umumnya tidak langsung dapat diterap untuk terjadi.

Elektrolisis ialah sistem dimana daya listrik digunakan untuk menimbulkan hasil kimia tidak langsung akan berlangsung. Elektrolisis berfungsi atas terbentuknya banyak objek dalam kehidupan sehari-hari misalnya perhiasan emas ataupun perak dan mobil bumper berlapis crom.

Sebuah sel elektrolisis ialah media yang digunakan untuk melaksanakan hasil elektrolisis. Dalam sel elektrolit, arus listrik dibuatkan untuk mempersiapkan suatu sumber elektron untuk membawa hasil ke arah tidak langsung. Dalam sel volta, hasil berjalan dalam arah yang melancarkan elektron secara langsung. Dalam sel elektrolit, yang hadir elektron dari sumber eksternal mendorong hasil untuk pergi ke arah yang berseberangan.

Arah langsung untuk hasil antara Zn dan Cu ialah untuk logam Zn akan teroksidasi berupa ion Zn2 +, sementara ion Cu2 + direduksi berupa logam Cu. Keadaan tersebut mencipta elektroda seng ialah anoda dan elektroda tembaga ialah katoda. Apabila setengah organ yang sama yang terjalin ke baterai melewati kawat eksternal, hasil menekan untuk berlangsung dalam arah yang berseberangan. Elektroda seng sekarang katoda dan elektroda tembaga anoda.

Baca Lainnya :  √Kerajaan Banten: Sejarah, Raja, Peninggalan dan Masa Kejayaan
AnodaCu → Cu2+ + 2eE = -3,4 V
KatodaZn2+ + 2e → ZnE = -0,76 V
Cu + Zn2+ → Cu2+ + ZnE sel = – 1.10 V

Daya organ normal ialah negatif, memperlihatkan hasil tidak langsung. Baterai harus dapat menyumplai minimum ialah 1.10 V arus searah supaya hasil akan berlangsung. Perbandingan lain antara sel volta dengan sel elektrolitik ialah ciri-ciri dari elektroda. Dalam sel volta, anoda ialah negatif dan katoda positif. Dalam sel elektrolit, anoda positif karena terjalin ke terminal positif baterai. Katoda karena itu negatif. Elektron masih bersirkulasi melewati sel membangun anoda ke katoda.

 

Ciri-Ciri Sel Elektrolisis

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri dari sel elektrolisis, yakni sebagai berikut:

  • Dalam senyawa terangkai dari setengah sel anoda (A) dan setengah dari katoda (K)
  • Anoda ialah eletroda lokasi berlangsungnya hasil oksidasi, sementara katoda ialah elektroda berlangsungnya hasil reduksi
  • Kation mengarah ke katoda (K), sementara anion mengarah ke anoda (A)
  • Listrik dipakai untuk melakukan hasil redoks tidak langsung.

Kegunaan sel elektrolisis

Berikut ini terdapat 3 kegunaan dalam sel elektrolisis, yakni sebagai berikut:

Penyepuhan Logam

Kegunaan penyepuhan logam ialah menyelaputi logam dengan logam lain supaya tidak mudah rusak. misalnya pada penyepuhan perak yang umumnya dilakukan pada peralatan rumah tangga misalnya garpu, sendok dan pisau. Logam yang telah disepuh dihasilkan katode, logam penyepuh sebagai anode. Sebagai senyawa elektrolit digunakan senyawa yang berisi logam penyepuh.

Anode = Ag à Ag+  + e

Ion Ag+ pada senyawa akan mengarah ke katode dan tereduksi

Katode = Ag+ + e à Ag

Logam Ag yang tercipta akan melekat pada sendok besi.

Produksi Natrium

Sel elektrolisis pada pembuatan Natrium diperoleh dengan cara elektrolisis aliran NaCl yang disebut dengan Proses Down.

Katode = 2 Na+(l) + 2 e– à 2 Na(l)

Anode = 2 Cl–(l) à Cl2(g) + 2 e–

2 Na+(aq)+2Cl–(aq) à 2 Na(l) + Cl2(g)

Produksi Alumunium

Sel elektrolisis pada pembuatan Aluminium diperoleh dengan cara elektrolisis batang aluminium.

Katode = Al3+(aq) + 3 e– àAl(l)

Anode = 2 O2–(aq) à O2(g) + 4 e–

4Al3+(aq)+ 6O2–(aq) à 4 Al(l) + 3O2(g)

 

Baca Lainnya :  √Gaya Berat: Pengertian, Rumus Beserta Contohnya Lengkap

Demikian Penjelasan Materi Tentang Sel Elektrolisis: Pengertian, Ciri Serta Kegunaan Sel Elektrolisis
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi