Rotasi Bumi

Diposting pada

Selamat datang di PakDosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Rotasi Bumi? Mungkin anda pernah mendengar kata Rotasi Bumi? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, proses dan dampak. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Rotasi Bumi

Pengertian Rotasi Bumi

Rotasi bumi merupakan gerak berputarnya bumi pada porosnya (sumbu). Gerak rotasi ini menyebabkan daerah sepanjang ekuator bergerak cepat, sedangkan di daerah kutub hampir-hampir tidak mengalami pergerakan. Bumi yang berbentuk hampir bulat mengalami perubahan bentuk akibat gerakan rotasi yang dilakukan. Perubahan tersebut adalah terbentuknya daerah agak pepat di kedua kutubnya dan seakan-akan sebagian massa bumi tertumbuk di daerah ekuator. Gerak rotasi bumi terjadi dari arah barat ke timur. Jika dilihat dari kutub utara, rotasi bumi memiliki arah berlawanan dengan arah jarum jam, sedangkan jika dilihat dari kutub selatan, arah rotasi bumi searah dengan arah jarum jam. Poros (sumbu) bumi merupakan garis khayal yang menandakan sumbu rotasi dari bumi yang melalui kutub utara dan kutub selatan. Proses rotasi bumi tidaklah tegak lurus, tetapi mengalami kemiringan sebesar 23,5 derajat dari garis tegaknya. Waktu rotasi bumi dalam satu putaran adalah 23 jam 56 menit.


Proses Rotasi Bumi

Rotasi bumi terjadi karena adanya sisa momentum gerakan yang di hasilkan oleh solar nebula atau sebuah tempat yang di mana semua planet dan matahari terbentuk. banyak teori yang mengatakan bahwa terjadinya rotasi bumi tidak lepas dari terbentuknya benda-benda langit, seperti bintang, matahari dan berbagai planet lainya. sebagian besar banyak yang meyakini bahwa terbentuknya berbagai benda langit terjadi karena pergesekan dan perputaran. putaran-putaran itulah yang pada akhirnya di sebut sebagai rotasi hingga sekarang.

Baca Lainnya :  Homonim, Homofon dan Homograf

Dampak Rotasi Bumi

1. Pergantian siang dan malam

Bentuk bumi bulat seperti bola dan berputar pada porosnya mengelilingin matahari, permukaan bumi akan bergantian menghadap matahari, dan bagian yang menghadap matahari biasa di sebut dengan siang, berlangsung selama 12 jam, dan bagian yang tidak terkena sinar biasa di sebut dengan malam hari. sama halnya dengan siang hari, malam hari akan berlangsung selama 12 jam.


2. Perubahan arah angin

Selanjutnya rotasi bumi mengakibatkan perubahan arah angin, angin pasat dari utara (300 Lintang Utara) akan secara otomatis berbelok ke arah kanan, sebaliknya yang semula dari selatan (300 Lintang Selatan) akan berbelok ke kiri. Perubahan arah angin yang terjadi karena rotasi bumi dapat membahayakan bagi manusia, salah satunya adalah mengganggu aktifitas penerbangan.


3. Terjadinya gerak semu harian matahari

Gerak semu harian matahari adalah di mana seakan-akan metahari terlihat bergerak mengelilingi bumi. padahal sebenarnya bumi yang bergerak mengelilingi matahari pada porosnya. hal ini menyebabkan pada pagi hari matahari tampak terbit dari timur, dan pada siang hari berada di atas kepala kita, lalu pada sore hari terbenam di sebelah barat.


4. Terjadinya perbedaan waktu

Selain mengakibatkan terjadinya perubahan dari siang ke malam hari, rotasi bumi juga menjadikan tarjadinya perbedaan waktu. terdapat 24 daerah waktu yang ada di bumi. Pusat waktu sendiri berada di kota greenwich yang terletak pada bujur 0⁰. setiap selisih bujur 15⁰, perbedaan waktu mengalami selisih satu jam. bagian bumi di sebelah timur greenwich mengalami pergantian waktu yang lebih cepat dari greenwich, sedangkan bagian bumi di sebelah barat greenwich mengalami pergantian waktu yang lebih lambat.

Baca Lainnya :  √Tumbuhan Dikotil: Pengertian, Ciri, Struktur dan Contoh

5. Terjadinya pembelokan arus laut

Pada belahan bumi selatan arah arus laut berbelok berlawanan dengan arah perputaran jarum jam, sedangkan pada belahan bumi bagian utara arah angin dan arus laut berbelok berlawanan dengan arah putaran jarum jam. hal ini terjadi karena akibat rotasi bumi, dan biasa di sebut efek coriolis.

  • Terjadinya perbedaan ketebalan atmosfer
  • Terjadinya perbedaan percepatan gravitasi
  • Bentuk bumi menjadi bulat spheroid
  • Dapat berfungsinya satelit
  • Terjadi perubahan arah bandul ( efek faucault )
  • Adanya Jetlag Bila kita naik pesawat

6. Pembagian waktu dunia

Untuk tempat atau daerah yang tidak terletak pada garis meridian tentnunya tetap saja memiliki wktu yang berbeda. Tempat-tempat yang tidak terletak pada suatu meridian mempunyai waktu yang berbeda-beda. Akibat rotasi bumi dari barat ke timur. Sebagai contoh adalah daerah sebelah kanan bumi akan mengalami siang lebih dahulu dari pada daerah sebelah kiri bumi. Berdasarkan perbedaan waktu yang terjadi inilah para ahli menentukan bahwa yang menjadi tolak ukur perbedaan waktu atau pusatnya adalah di greenwich yang memiliki nol derajat meridian. Dengan adanya pembagian waktu dari GMT maka akan membuat kita lebih mudah untuk menentukan waktu yang terjadi.


7. Perubahan Musim

Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa bumi itu bulat dan bumi berputar pada porosnya. setiap daerah dipermukaan bumi memiliki jarak dengan matahari yang berbeda-beda. terjadinya perbedaan musim antar daerah merupakan akibat rotasi bumi yang terakhir. daerah yang paling dekat dengan matahari (khatulistiwa) yang berada pada iklim tropis akan mengalami musim hujan dan panas saja karena jauh dari daerah kutub yang notabennya jauh dari matahari.


8. Kalender Masehi

Kalender masehi juga merupakan akibat dari terjadinya rotasi bumi, pergerakan bumi mengelilingi matahari terjadi selama 365 hari dan setiap empat tahun sekali akan terjadi tahun kabisat yang memiliki waktu lebih lama satu hari yang terjadi pada bulan februari.

Baca Lainnya :  Kenakalan Remaja

Demikian Penjelasan Materi Tentang Rotasi Bumi : Pengertian, Proses dan Dampak.
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi