Rawa Adalah

Diposting pada

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Rawa? Mungkin anda pernah mendengar kata Rawa? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, jenis, ciri, manfaat, fungsi, karakteristik, faktor, proses dan rawa-rawa di Indonesia . Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Rawa: Pengertian, Jenis Serta Manfaat Rawa Terlengkap

Pengertian Rawa

Rawa adalah area kubangan air secara alami yang berlangsung berkelanjutan efek dari drainase yang terbendung dan mempunyai ciri-ciri spesifik secara alami. Rawa yakni bentuk permukaan bumi yang terendam air dan ditumbuhi tumbuh-tumbuhan serta tempat lebih rendah dari kawasandi sekitarnya. Tumbuhan yang tumbuh di rawa umumnya berupa kayu ulin, enceng gondok dan lain-lainnya. Kawasan rawa yang belantara di Indonesia diperoleh di daerah Sumatera, Sulawesi, Kalimantan hingga di Irian Jaya (Papua).


Jenis Jenis Rawa

Berikut ini terdapat 3 jenis jenis rawa, yakni sebagai berikut:

  • Berdasarkan Lokasi Terjadinya

Berdasarkan lokasi terjadinya, terdapat 5 jenis, antara lain:

1. Rawa Sungai

Rawa sungai ialah rawa yang berlangsung karena bentuk sisi kiri dan kanan sungai diperoleh kawasan yang rendah sehingga air sungai terus-menerus merendamnya. Rawa jenis ini banyak diperoleh pada kawasan pelosok di pulau Kalimantan dan bagian timur pulau Sumatera.


2. Rawa Pantai

Rawa pantai ialah rawa yang diperoleh kawasan di pinggir pantai. Jenis rawa ini terus-menerus diakibatkan oleh pasang surut air laut. Proses berlangsungnya rawa yakni karena bentuk-bentuknya rendah di pinggir laut sehingga dapat digenangi air laut. Tumbuhan yang bisa tumbuh di rawa pantai yakni pohon bakau.


3. Rawa Payau

Rawa payau ialah rawa yang diperoleh di mulut sungai dan diakibatkan oleh pasang surut air laut. Rawa payau berlangsung karena diperoleh di bentuknya rendah di sekeliling mulut sungai kerap terendam efek dari meluapnya air sungai dan pasang surut air laut.


4. Rawa Danau

Rawa danau ialah rawa yang diperoleh efek dari pasang surut air danau. Pada periode hujan, danau tentu merendam kawasan sekelilingnya dan pada periode kemarau maka air danau akan surut. Kawasan sekitar danau akan menemui pasang surut kemudian akan tercipta rawa danau.


5. Rawa Cekungan

Rawa cekungan ialah rawa yang diperoleh pada kawasan cekungan spesifik yang terus-menerus terisi oleh air. Berlangsungnya cekungan tersebut yakni karena pengurangan ataupun pengangkutan oleh tenaga endogen di sekitar cekungan.


  • Berdasarkan Tipe Airnya

Berdasarkan tipe airnya, terdapat 3 jenis, antara lain:

  • Rawa Air Tawar

Rawa air tawar ialah rawa yang muatan airnya diakibatkan oleh air sungai, air hujan, dan air tanah. Rawa tersebut mempunyai rasa air yang tawar. Rawa air tawar banyak diperoleh pada kawasan pelosok sungai yang ada di pulau Kalimantan dan pelosok sungai yang ada di pantai timur pulau Sumatera dan juga rawa yang ada di kawasan cekungan dan rawa danau.


  • Rawa Air Asin

Rawa air asin ialah rawa yang mempunyai muatan air terdiri dari air asin. Rawa air asin banyak diperoleh di kawasan pantai di Indonesia, misalnya di rawa yang ada di pantai barat dan pantai timur kawasan Aceh, rawa yang ada di sekeliling pantai teluk Bone Sulawesi Selatan.

Baca Lainnya :  √Sistem Ekonomi Liberal: Pengertian, Ciri, Kelebihan dan Kekurangan

  • Rawa Air Payau

Rawa air payau ialah rawa yang tercipta karena tersedianya peleburan antara air asin dan air tawar. Rawa air payau mempunyai rasa air yang payau. Rawa air payau banyak diperoleh di mulut sungai yang ada di pulau Kalimantan dan mulut sungai yang ada di pantai timur pulau Sumatera.


  • Berdasarkan Tumbuhan yang Hidup

Berdasarkan tumbuhan yang hidup, terdapat 4 jenis, antara lain:

1. Rawa Pasang Surut

Rawa pasang surut ialah jenis rawa yang airnya bersumber dari pasang surut air laut. Tumbuhan yang hidup steril di kawasan rawa pasang surut yakni tumbuhan bakau.


2. Swamp

Swamp ialah tanah basah yang sering direndam air dengan jenis tumbuhan yang hidup di area swamo ialah lumut, rumput yang bersemak dan tumbuhan berupa pepohonan.


3. Marsh

Sama seperti jenis rawa swamp, marsh terdapat tumbuhan yang tumbuh yang hidup diotoritas oleh jenis seperti lumut, rumput dan alang-alang.


4. Bog

Bog ialah yang basah yang bidang tanahnya relatif kering, sementara dalam tanah berupa jenuh air. Kubangan air cetek hanya tampak di sebagian kawasan.


Ciri-Ciri rawa

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri rawa yaitu:

  1. Dilihat dari air rawa adalah airnya asam dan berwarna coklat sampai kehitam-hitaman.
  2. Berdasarkan tempatnya, Rawa-rawa ada yang terdapat di pedalaman daratan tetapi banyak pula yang terdapat di sekitar pantai.
  3. Air rawa disekitar pantai sangat dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut
  4. Pada saat air luat pasang permukaan rawa tergenang banyak dan saat air surut daerah ini kering.
  5. Rawa di tepi pantai ini banyak ditumbuhi oleh pohon bakau sedangkan yang ada di daerah pedalaman banyak dtumbuhi palem nipah (Sejenis palem ).

Manfaat Rawa

Berikut ini terdapat beberapa manfaat rawa, yakni sebagai berikut:

  • Berupa kawasan budi daya jenis ikan khusus
  • Berupa kawasan budi daya beragam jenis tanaman khusus contohnya berupa anggrek dan enceng gondok
  • Berupa tanah alternatif sawah yang tidak dibutuhkan untuk di aliri air lagi.
  • Berupa kawasan bertumbuhnya beragam variabilitas hayati.
  • Berupa menyusutkan polusi dan pencemaran udara.

Fungsi Rawa

Secara alami, daerah rawa ternyata memiliki fungsi, antara lain:

  1. Sumber daya alam, merupakan habitat (sumber kehidupan) karena terdapat udara (produsen O2 terbesar sepanjang tahun), air, dan makanan.
  2. Mencegah terjadinya banjir, Saat curah hujan tinggi, hutan rawa akan berperan sebagai penyimpan air sehingga air hujan tidak seluruhnya mengalir hingga banjir pun bisa dicegah.
  3. Mencegah intrusi air laut kedalam air tanah dan sungai. Lingkungan, daerah tropis bisa terecovery dengan cepat terhadap perubahan iklim (climate change).
  4. Rawa yang terdapat pergantian air tawar dapat untuk areal sawah.
  5. Sumber makanan nabati maupun hewani. Hutan rawa memiliki keanekaragaman hayati yang sangat melimpah. Jenis-jenis flora yang dapat dijumpai pada hutan rawa antara lain yaitu ramin, kayu putih, sagu, rotan, pandan, palem-paleman, dan lain sebagainya. Jenis faunanya antara lain harimau, buaya, rusa, babi hutan, badak, gajah, dan berbagai jenis ikan.
  6. Sumber energi. Rawa dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA), walaupun daya yang dihasilkan tidak terlalu besar.
Baca Lainnya :  Kulit adalah

 Karakteristik Rawa

Di bawah ini adalah karakteristik dari rawa yaitu:

  • Air

Dilihat dari air rawa adalah airnya asam dan berwarna coklat sampai kehitam-hitaman dan kadang-kadang merah dan mengakibatkan air rawa tidak dapat diminum serta kurang baik untuk mengairi pertanian.


  • Permukaan Air

Permukaan air rawa tertutup tumbuh-tumbuhan air, hampir seluruh rawa. Contoh tanaman tersebut antara lain ekor kucing, purun kudung, tumbuhan paku air, bakung atau lily, rumput teki, hidrilia, kelakai, jingah, rukam, dan kangkung air.


  • PH

Airnya bersifat asam, kadar keasaman airnya sangat tinggi karena selalu terjadi penggenangan.


  • Lokasi

Berdasarkan tempatnya, Rawa-rawa ada yang terdapat di pedalaman daratan tetapi banyak pula yang terdapat di sekitar pantai. Air rawa disekitar pantai sangat dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut  Pada saat air luat pasang permukaan rawa tergenang banyak dan saat air surut daerah ini kering. Dasar rawa terdapat tanah gambut.


Faktor yang Mempengaruhi Karakteristik Rawa

Berikut ini adalah beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik rawa yaitu:

1. Pelapukan (dekomposisi) zat organik

Air yang ada di rawa-rawa biasanya berwarna sehingga tidak layak dimanfaatkan secara langsung sebelum diolah untuk keperluan domestik dan industri. Penyebab warnanya adalah pelapukan (dekomposisi) zat organik seperti daun, kayu, binatang mati dan lain-lain. Asam humat yang berasal dari dekomposisi lignin inilah penyebab warna air, selain besi dalam wujud ferric humat. Secara umum dapat dikatakan, penyebab warna air ialah kation Ca, Mg, Fe, Mn. Oksida besi ini menyebabkan air berwarna kemerahan, oksida mangan menyebabkan air berwarna coklat kehitaman.


Berkaitan dengan warna tersebut, jenisnya dapat dibedakan menjadi dua. Yang pertama disebut warna asli (true color), disebabkan oleh materi organik berukuran koloid dan terlarut (dissolved solid). Contohnya air gambut. Dari hasil penelitian diketahui bahwa warna air gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi dapat dihilangkan dengan kombinasi koagulan alum sulfat, besi sulfat (ion trivalent) atau PAC dengan tanah liat setempat. Yang kedua ialah warna palsu (apparent color). Jenis ini disebabkan oleh zat tersuspensi dan zat terendapkan (coarse solid, partikel kasar) dan dapat dihilangkan dengan proses sentrifugasi, sedimentasi dan filtrasi.


2. Pengendapan sedimen

Pengendapan sedimen membuat wilayah rawa sudah cukup dangkal sehingga tumbuhan rawa sudah bisa tumbuh.


3. Proses pembusukan

Wilayah yang tergenang air tersebut ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan rawa, pembusukan sisa tanaman dan organisme lainnya terjadi di tempat tanpa ada sirkulasi air yang berarti. Proses pembusukan menghasilkan asam (asam humus) sehingga air rawa memiliki pH yang rendah (bersifat asam), dan berwarna coklat.


Proses Terbentuknya Rawa

Berdasarkan proses terbentuknya, rawa dibedakan atas beberapa jenis, antara lain adalah :
  • Rawa Pantai

Rawa pantai adalah jenis rawa yang terdapat di pinggir pantai. Rawa ini selalu dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Pasang surut ini terjadi dua kali dalam sehari sehingga terbentuklah rawa pantai. Rawa ini banyak ditumbuhi oleh pohon bakau.

  • Rawa Pinggiran

Terjadi akibat meluapnya air sungai. Rawa sungai ini dapat juga terbentuk pada daerah bekas aliran yang terpotong akibat proses meandering sungai.

  • Rawa Abadi

Rawa yang airnya terjebak dalam sebuah cekungan dan tidak memiliki pelepasan ke laut. Air hujan yang tertampung dalam rawa hanya dapat menguap tanpa ada aliran yang berarti.

Rawa-Rawa di Indonesia

Berikut ini adalah beberapa rawa yang ada di indonesia yaitu:

Baca Lainnya :  Seminar Pendidikan

1. Rawa Pening

Rawa Pening (“pening” berasal dari “bening”) adalah rawa sekaligus danau yang di jadikan tempat wisata air di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dengan luas 2.670 hektare ia menempati wilayah Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru. Rawa Pening terletak di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran. Danau Pening mengalami pendangkalan yang pesat.


Pernah menjadi tempat mencari ikan, kini hampir seluruh permukaan rawa ini tertutup eceng gondok. Gulma ini juga sudah menutupi Sungai Tuntang, terutama di bagian hulu. Usaha mengatasi spesies invasif ini dilakukan dengan melakukan pembersihan serta pelatihan pemanfaatan eceng gondok dalam kerajinan, namun tekanan populasi tumbuhan ini sangat tinggi. Rawa ini digemari sebagai obyek wisata pemancingan dan sarana olahraga air. Namun akhir-akhir ini, perahu nelayan bergerak pun sulit.


2. Rawa Danau-Serang

Rawa Danau merupakan kawasan rawa yang berada di Kota Serang, Provinsi Banten, rawa danau lebih terkenal sebagai salah satu objek wisata di kota Serang Banten. Keindahan Rawa Danau dapat anda lihat dengan jelas dari danau yang berada di kaki bukit. Apabila matahari menyinari danau di Rawa Danau, yang akan terlihat adalah air danau yang tampak hijau karena di sekitarnya banyak tumbuh tanaman hijau. Ketika sore tiba dan sinar matahari meredeum, yang akan tampak adalah kabut putih yang terlihat seperti kapas menyelimuti danau di Rawa Danau. Tak jauh dari danau terdapat tempat peristirahatan yang disana terdapat kursi-kursi untuk wisatawan beristirahat sambil memandangi danau Rawa Danau yang indah.


3. Rawa Aopa Watumohai

Rawa Aopa Watumohai adalah taman nasional yang terletak di provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Rawa Aopa Watumohai ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1989, dan memiliki wilayah seluas 1.050 km². Ketinggian taman ini bervariasi dari di atas permukaan laut hingga ketinggian 981 m. Taman ini memiliki beragam vegetasi, seperti hutan mangrove. Di taman nasional ini juga terdapat babirusa, anoa dan 155 spesies burung, 37 di antaranya endemik. Selain itu, di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai terdapat 323 spesies tanaman.


4. Rawa Mangroov-Bali

Rawa Bakau biasanya terdapat di daerah pinggir garis pantai. Pepohonan tumbuh di atas rawa yang memiliki air payau (air tawar bercampur dengan air laut). Karena ekosistem hutan bakau yang memiliki air payau, tidak semua jenis tumbuhan dapat hidup di hutan bakau. Luas hutan bakau sekitar 1300 hektar, merupakan hasil kerjasama pemerintah dengan Japan International Cooperation Agency. Kawasan wisata ini sangat bagus untuk anak-anak sekolah, untuk bisa mengenal lingkungan lebih dekat, sering juga dijadikan sebagai tempat peneletian. Di beberapa titik disediakan tempat khusus untuk menikmati keindahan hutan dan menghirup udara segar yang jauh dari polusi. Bahkan di tengah hutan disediakan tower untuk bisa melihat seluruh kawasan hutan.


5. Rawa  Pangkalanbun-Kalimantan

Rawa di pangkalanbun luasnya mencapai tusan hektar, namun demikian kondisi rawa ini justru dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk bercocok tanam dan membudidayakan ikan air tawar, bahkan sebagain lahan rawa dimanfaatkan warga untuk menanam kelapa sawit.


Demikian Penjelasan Materi Tentang Rawa Adalah: Pengertian, Jenis, Ciri, Manfaat, Fungsi, Karakteristik, Faktor, Proses dan Rawa-Rawa di Indonesia Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi.