√Proyektor: Pengertian, Fungsi, Jenis Serta Cara Kerjanya

Diposting pada

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Proyektor? Mungkin anda pernah mendengar kata Proyektor? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, fungsi, jenis serta cara kerjanya. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Proyektor: Pengertian, Fungsi, Jenis Serta Cara Kerjanya

Pengertian Proyektor

Proyektor merupakan sebuah perangkat optik yang mengestimasi gambar atau gambar bergerak pada sebuah permukaan datar, umumnya sebuah layar putih ataupun dinding putih. Kebanyakan proyektor membuat gambar dengan cara menerangi objek melewati lensa transparan kecil, tetapi proyektor sekarang bisa mengestimasi gambar secara langsung, dengan memakai laser.


Fungsi Proyektor

Berikut ini terdapat beberapa fungsi dari proyektor, yakni sebagai berikut:

  1. Sebagai media pembelajaran.
  2. Sebagai pemutar film dan video.
  3. Sebagai alat presentasi.
  4. Sebagai alat bantu meeting, rapat kerja, acara pernikahan dan pesta-pesta lainnya.

Fungsi lengkap dari proyektor, antara lain sebagai berikut:

  • Sebagai Sarana Presentasi

Projector bisa membuat sebuah presentasi menjadi lebih hidup, karena dengan tampilan gambar ataupun tulisan itu kita bisa menyampaikan presentasi yang lebih aktif dan menarik.

  • Sebagai Pemutar Video

Dengan Projector kita bisa menikmati bioskop di dalam rumah. Ini dikarenakan proses tampilan yang berlangsung di bioskop dapat kita tampilkan di rumah, yakni dengan proyeksi.

  • Sebagai Sarana Informasi

Karena Projector bisa menampilkan tampilan dengan layar besar, maka projector sangat baik untuk dijadikan sebagai sarana informasi.


Jenis-Jenis Proyektor

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis proyektor, yakni sebagai berikut:

  • Slide Projector

Sebuah proyektor yang menggunakan sistem optical mekanikal untuk memproyeksikan foto slide. Foto slide maksudnya, sekumpulan foto yang di tampilkan secara bergantian sesuai urutannya atau susunannya layaknya membuka album foto.

Perlu di catat bahwa, foto yang digunakan pada Slide Projektor  bukanlah foto yang sudah jadi seperti foto yang dicetak di kertas foto, tapi negatif atau film dari foto-foto tersebut. Atau orang bilang “klise” foto, istilah lain untuk negatif foto. Berikut gambar Slide Projektor.

Cara kerja dari Slide Projektor adalah dengan menyinari lembaran-lambaran negatif film dan memproyeksikan ke sebuah permukaan datar.


  • Overhead Projector

Proyektor ini dulu sering digunakan saat presentasi atau perkuliahan.Cara kerjanya cukup sederhana, yaitu dengan menyinari objek yang transparan dan diarahkan ke dinding atau layar oleh lensa pemantul. Untuk memfokuskan hasil proyeksinya cukup dengan naik-turunkan kepala proyektor.

Kekurangan sistem ini yaitu kurang begitu portable karena ukurannya yang besar dan objeknya harus transfaran. Objek harus di cetak di atas kertas transfaran ataupun plastik bening.


  • Digital Projector

Ini adalah proyektor yang banyak digunakan saat ini dan jenisnya pun cukup bervariasi. Cara kerjanyapun berbeda jauh, tidak sekedar menyinari objek seperti pada proyektor sebelumnya, tapi mengolah objek yang sudah dalam bentuk data digital dan kemudian memproyeksikannya pada sebuah layar.

Baik itu data berupa foto atau video, lengkap dengan suaranya, layaknya sebuah proyektor film di bioskop. Karenanya proyektor jenis tersebut banyak pula dipakai sebagai sarana hiburan dirumah sebagai bagian dari perangkat home cinema.


Digital projector memiliki beberapa jenis bagiab, antara lain sebagai berikut:

  • CRT Projector

Salah satu jenis proyektor yang komponen utamanya menggunakan tabung CRT kecil ( Cathode Ray Tube) untuk menghasilkan gambar. Umumnya menggunakan 3 buah tabung CRT untuk masing-masing warna primer, merah, biru dan hijau. Gambarnya difokuskan dan dibesarkan menggunakan lensa dibagian depan dari masing-masing tabung.

Ke-3 lensa tersebut perlu sering di kalibrasi secara berkala agar gambarnya tetap fokus dan hasilnya maksimal. Hal ini perlu dilakukan oleh ahlinya. Karenanya proyektor ini dianggap bukan tipe user friendly selain ukurannya yang memang cukup besar.


  • LCD Projector

Komponen utama dari proyektor jenis ini adalah adanya 3 keping panel LCD. Setiap panel LCD mewakili 3 warna dasar, yakni merah, biru dan hijau. Saat cahaya melewati panel LCD, masing-masing piksel akan terbuka untuk melewatkan cahaya atau tertutup untuk memblokir cahaya.

Dikategorikan juga sebagai Transmissive technology, karena melewatkan cahaya bukan memantulkan cahaya.

Cara kerja dari LCD projector, antara lain:

Masing-masing panel LCD mendapatkan pantulan cahaya dari cermin yang dinamakan cermin Dichroic. Masing-masing cermin dichroic memantulkan cahaya sesuai dengan panjang gelombang masing-masing. Cermin Dichroic untuk panel LCD merah akan memantulkan cahaya warna merah, Cermin Dichroic untuk panel LCD biru akan memantulkan cahaya warna biru dan Cermin Dichroic untuk panel LCD hijau akan memantulkan cahaya warna hijau, sepert terlihat pada gambar skema di bawah ini.

Setiap warna cahaya yang dipantulkan masing-masing cermin dichroic, di umpankan ke masing-masing panel LCD untuk mengontrol setiap pixel kapan harus terbuka (melewatkan cahaya), kapan harus menutup (memblokir cahaya).

Ke-3 panel LCD akan memperoleh gambar yang sama namun warnanya beda sesuai dengan warna yang dilewatkan oleh masing -masing panel LCD. Gambar dari ke tiga panel LCD ini kemudian di kombinasikan dalam sebuah kaca prisma dan menghasilkan gambar tunggal yang memiliki sekitar 16,7 juata nuansa warna. Setelah itu dilewatkan pada lensa dan diproyeksikan ke layar tampilan.


  • DLP Projector

Singkatan dari Digital Light Processing Projector. Jenis proyektor yang sistem kerjanya menggunakan ribuan cermin yang sangat-sangat kecil yang tersusun dalam sebuah komponen semikonduktor optik yang dinamakan DMD chip (Digital Micromirror Device).

Masing-masing cermin tersebut dapat di kontrol secara individu dan setiap satu atau beberapa cermin mewakili satu atau beberapa pixel. Ketika cermin kecil ini “ON”, cermin tersebut memantulkan dan mengarahkan cahaya menuju lensa proyeksi dan diteruskan ke layar. Sebaliknya ketika cermin kecil ini “OFF”, cermin tersebut membelokkan cahaya menjauhi lensa proyeksi. Dikategorikan juga sebagai Reflective technology,  karena memantulkan cahaya bukan melewatkan cahaya seperti pada LCD proyektor.


  • LCoS Projector

LCoS singkatan dari Liquid Crystal on Silicon. Salah satu teknologi proyektor yang merupakan gabungan dari teknologi proyektor LCD dan proyektor DLP. Menggunakan lapisan cristal cair di atas bidang belakang silicon.

Lapisan cristal cair ini akan mengarahkan cahaya yang dinginkan dengan cara memantulkannya seperti pada proyektor DLP (Reflective) dan mem-blok cahaya yang tidak dinginkan seperti pada proyektor LCD (Transmissive). Walaupun hasilnya lebih baik dari teknologi DLP dan LCD tapi teknologi LCoS sangat mahal sehingga jarang digunakan.

Diantara perusahan yang mengembangkan teknologi ini untuk produk proyektornya adakah SONY (SXRD) dan JVC (D-ILA).


  • LED Projector

Proyektor jenis ini lebih mengacu pada jenis lampu sumber cahayanya. Yaitu menggunakan LED sebagai pengganti bola lampu “traditional” yang selama ini digunakan. Bola lampu tradisional bisa tahan sekitar 1000 – 5000 jam sedangkan LED bisa tahan 10.000 – 20.000 jam. Bahkan bisa seumur dengan proyektor itu sendiri, tanpa ada penggantian lampu sumber cahaya sama sekali. Ini tentu sebuah kemajuan yang luar biasa dibandingkan dengan penggunaan bola lampu tradisional yang tidak mudah untuk mengganti dan mendapatkannya.

Untuk teknologinya, bisa LCD atau DLP yang penting sumber cahanya menggunakan LED atau bukan. Proyektor DLP yang menggunakan LED sebagai sumber cahayanya, tidak lagi menggunakan Color Wheel (roda warna) untuk menghasilkan warna, tapi menggunakan 3 buah LED (merah – biru – hijau) yang langsung menyinari DMD chip.

Kelebihan lain dari proyektor LED ini adalah ada yang bentuknya yang kecil sehingga sering disebut proyektor mini (LED mini projector) dan bisa dibawa ke mana-mana (portable) dan cukup dioperasikan dengan baterai saja.

Kelemahan LED ini terletak pada kecerahan hasil gambarnya. Karenanya penggunaan proyektor dengan sumber cahaya dari LED membutuhkan ruangan yang gelap agar hasilnya maksimal.


Cara Kerja Prokyektor

Proyektor mempunyai prinsip seperti cermin, yakni membiaskan cahaya dan diteruskan ke dinding, layar atau tembok. Dan hasil tampilan yang tampak pada layar tadi merupakan hasil pantulan dari laptop. Makanya tampilan yang ada di layar sama persis seperti yang ada di laptop.

Jadi, tadi itu proyektor bekerja melalui pembiasan cahaya. Dan cahaya tadi berasal dari panel-panel LCD. Warna yang dihasilkan oleh panel tadi merupakan warna dasar yaitu warna merah, hijau dan biru. Namun, hasil yang dapat kita lihat pada tampilan di dinding adalah hasil pembiasan dari warna dasar yang dipancarkan oleh proyektor tadi dan hasilnya berupa gambar yang beraneka ragam warnanya.

 

Demikian Penjelasan Materi Tentang Proyektor: Pengertian, Fungsi, Jenis Serta Cara Kerjanya
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi dan Mahasiswa

 

Baca Lainnya :  √Autobiografi: Pengertian, Jenis, Struktur, Ciri, Tujuan dan Contohnya
Baca Lainnya :  √Penelitian Kuantitatif: Pengertian, Ciri Serta Jenis Secara Lengkap
Baca Lainnya :  √20 Tujuan Pengembangan Komunikasi dalam Jaringan Lengkap