√Proses Pembentukan Tulang (Osifikasi) Bagi Manusia

Diposting pada

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Osifikasi? Mungkin anda pernah mendengar kata Osifikasi? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang proses pembentukan tulang bagi manusia. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Proses Pembentukan Tulang (Osifikasi) Bagi Manusia

Pengertian Proses Pembentukan Tulang (Osifikasi)

Beberapa tulang yang mengorganisasikan rangka tubuh manusia saat kita bayi yakni sekitar 270 tulang. Akan tetapi, sesudah ketika kita dewasa jumlah tulang tersebut akan menyusut sekitar 206 tulang. Walaupun jumlah tulang saat kita bayi lebih banyak, tetapi biasanya tulang bayi belum berperan dengan komplet untuk membantu tubuhnya.

Tulang bayi harus melewati proses pembentukan tulang (osifikasi) supaya bisa berperan seperti semestinya. Lebih kompletnya, Osifikasi ialah prosedur dimana organ mesenkim dan kartilago diganti berupa tulang selama perkembangan.

Prosedur pembentukan tulang berlangsung pada masa embrio. Saat, masih dalam bentuk embrio, rangka tubuh terdiri atas tulang rawan yang terjadi dari organ-organ mesenkim. Proses pembentukan tulang berlangsung secara berkepanjangan dan menimbulkan meningkat besarnya ukuran tulang.

Organ yang berfungsi dalam proses pembentukan tulang ialah osteoblas dan osteoklas. Osteoblas ialah sel pembentuk tulang keras yang ada dalam tulang rawan, osteoblas tersebut menyimpan membran disekitarnya dengan membentuk organ tulang secara konsentris.

Setiap organ tulang akan mengitari pembuluh darah dan serat saraf membentuk sistem Havers. Selanjutnya, di sekitar tulang tersebut akan terwujud larutan protein pembentuk kerangka tulang yang akan memadat karena terbentuk garam kapur dan garam fosfat.

Proses Pembentukan Tulang (Osifikasi)

Berikut ini terdapat 2 proses pembentukan tulang (osifikasi) yakni sebagai berikut:

Osifikasi Intramembran

Osifikasi intramembran tersebut berlangsung saat selaput menyerabut diubah oleh membran tulang. Osifikasi intramembran hanya berlangsung di tulang pipih spesifik. Berikut ini terdapat beberapa langkah-langkah osifikasi intramembran antara lain:

  1. Tulang spons mulai meningkat di inti osifikasi yakni lokasi dalam selaput.
  2. Sumsum tulang merah terwujud dalam jaringan spons, disertai dengan pembentukan tulang keras pada bagian luarnya.

Osifikasi Endokondral

Proses tersebut berlangsung saat tulang rawan hilang dan diubah oleh membran tulang. Osifikasi endokondral berlangsung pada separuh besar tulang tubuh. Berikut ini terdapat beberapa langkah-langkah osifikasi endokondral antara lain:

  • Pada inti proses pembentukan tulang primer, tulang rawan hialin remuk dengan membentuk rongga.
  • Kuntum periosteum yang terdiri atas osteoblas, osteklas, sumsum merah, saraf dan pembuluh darah limfa mendatangi rongga. Osteoblas memperoleh membran tulang spons.
  • Osteoklas membelah membran tulang spons yang baru terwujud lalu menata rongga medula. Rongga medula akan semakin besar saat menjejaki penyaluran inti osifikasi primer pada bagian ujung tulang.
  • Tulang rawan akan diubah oleh membran tulang keras pada bagian luar tulang.
  • Inti osifikasi sekunder terwujud dibagian epifisis dalam tulang panjang. Kuntum periosteum terwujud, tetapi membran tulang spons yang kemudian meningkat tidak diubah oleh rongga medula.
  • Tulang rawan yang tertinggal di luar epifisis akan membentuk tulang rawan persendian. Sementara tulang rawan yang tertinggal diantara inti peningkatan osifikasi primer dan sekunder yang akan membesar membentuk pipih epifisis.

 

Demikian Penjelasan Materi Tentang Proses Pembentukan Tulang (Osifikasi) Bagi Manusia
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi

 

Baca Lainnya :  √Bioteknologi: Pengertian, Jenis, Manfaat, Kelebihan, Kekurangan dan Perbedaannya
Baca Lainnya :  √Konsep Diri: Pengertian, Komponen, Jenis dan Faktor Konsep Diri
Baca Lainnya :  Tokoh-Tokoh Dunia dalam Penjelajah Samudra dan Gambarnya