Reformasi: Pengertian, Latar Belakang, Syarat, Tujuan dan Faktornya

Diposting pada

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Reformasi? Apakah kalian pernah mendengar istilah dari Reformasi? Jangan khawatir jika kalian belum pernah mendengarnya, disini PakDosen akan membahas secara rinci tentang pengertian, latar belakang, syarat, tujuan dan faktornya. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Reformasi: Pengertian, Latar Belakang, Syarat, Tujuan dan Faktornya

Pengertian Reformasi

  1. Reformasi merupakan proses perubahan ataupun pembentukan kembali suatu tatanan kehidupan yang lama, diganti dengan tatanan kehidupan yang baru.
  2. Pengertian lain dari reformasi merupakan proses pembentukan atau perubahan sistem yang telah ada pada suatu masa diganti dengan yang baru. Perubahan dan perbaikan tersebut utamanya dilakukan pada bidang politik, ekonomi, sosial, hukum, dan pendidikan.

Pengertian Reformasi Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pendapat dari para ahli mengenai reformasi, yakni sebagai berikut:

Menurut KBBI

Menurut pendapat dari KBBI, reformasi merupakan suatu perubahan yang terjadi secara drastis dimana tujuannya adalah untuk perbaikan di bidang sosial, politik, agama dan ekonomi, dalam suatu masyarakat atau negara.


Latar Belakang Reformasi

Berikut ini terdapat beberapa latar belakang dari reformasi, yakni sebagai berikut:


Krisis Politik

Secara hukum, kedaulatan rakyat dapat dilakukan oleh MPR. Namun pada kenyataannya anggota MPR ini juga sudah diatur dan direkayasa dimana sebagian besar anggota MPR diangkat berdasarkan ikatan kekeluargaan (Nepotisme).

Selain itu, penyelenggaraan negara pada masa Orde Baru ini berjalan secara tidak transparan, dimana banyak terjadi pembredelan terhadap media massa yang berseberangan dengan pemerintah sehingga aspirasi rakyat tidak tersalurkan.

Baca Lainnya :  √Kesenjangan Sosial: Pengertian, Faktor, Dampak, Solusi Serta Contohnya

Hal tersebut menimbulkan ketidakpercayaan pada rakyat pada pemerintah Orde Baru sehingga munculah kaum reformis.


Krisis Ekonomi

Pada masa itu krisis moneter terjadi di wilayah negara-negara Asia Tenggara yang dapat mempengaruhi perekonomian Indonesia. Indonesia juga mengalami pelemahan nilai mata uang Rupiah yang sangat drastis, utang-utang negara dan swasta, serta peyimpangan yang terjadi pada sistem ekonomi dimana para konglomerat menguasai bidang-bidang ekonomi dengan cara monopoli, oligopoli, korupsi, dan kolusi.


Krisis Hukum

Di zaman Orde Baru juga banyak sekali terjadi penyimpangan hukum. Beberapa diantaranya, antara lain:

  • Hukum dijadikan suatu alat pembenaran atas kebijakan dan tindakan pemerintah.
  • Banyak terjadi rekayasa pada suatu proses peradilan bila menyangkut penguasa, keluarga, dan kerabatnya.
  • Kehakiman berada di bawah kekuasaan eksekutif sehingga cenderung dapat melayani kehendak penguasa.

Krisis Sosial

Selama Orde Baru masyarakat Indonesia terbagi dalam dua kelas, antara lain:

  • Kaum Elit merupakan elit politik dan para pengusaha dari keturunan Tionghoa yang dekat dengan pemerintahan Orde Baru atau keluarga Cendana.
  • Rakyat Kecil merupakan masyarakat biasa yang bukan kerabat atau kenalan dari keluarga Cendana.

Kesenjangan sosial ekonomi yang terjadi di Indonesia ini menyebabkan kecemburuan, sehingga menimbulkan kerusuhan dan penjarahan.


Krisis Kepercayaan Terhadap Pemerintah

Puncaknya, sebagian besar masyarakat yang ada di Indonesia sudah tidak percaya lagi pada pemerintahan Orde Baru. Hal ini kemudian dapat menimbulkan banyak demonstrasi dan kerusuhan yang meminta agar pemerintah Orde Baru turun.

Tragedi Trisakti pada tanggal 12 Mei 1998 adalah puncaknya, dimana 4 mahasiswa tertembak mati karena melakukan demonstrasi. Peristiwa tersebut kemudian dapat menyulut lebih banyak kerusuhan dan penjarahan sampai akhirnya Presiden Soeharta mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden.

Baca Lainnya :  √Proyektor: Pengertian, Fungsi, Jenis Serta Cara Kerjanya

Syarat Terjadinya Reformasi

Berikut ini terdapat beberapa syarat-syarat terjadinya reformasi, yakni sebagai berikut:

  • Terdapat penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam penyelenggaraan negara atau dalam masyarakat.
  • Terdapat harapan dan cita-cita positif yang ingin diperoleh oleh masyarakat di masa depan.
  • Terdapat moral dan etika dalam mencapai cita-cita yang ingin dicapai.

Tujuan Reformasi

Berikut ini terdapat beberapa tujuan reformasi, yakni sebagai berikut:

  • Untuk membuat perubahan serius dan bertahap agar seluruh elemen masyarakat nilai-nilai baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  • Untuk melakukan penataan kembali terhadap seluruh struktur kenegaraan, termasuk konstitusi dan perundang-undangan yang selama ini menyimpang dari arah perjuangan dan cita-cita masyarakat dan negara.
  • Untuk memperbaiki setiap bidang kehidupan bermasyarakat dan bernegara, mencakup bidang politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan.
  • Mengubah atau menghilangkan kebiasaan ataupun cara-cara hidup yang tidak sesuai dengan semangat reformasi. Seperti, tingkah laku KKN, sikap otoriter, penyimpangan dan penyelewengan.

Faktor yang Memperngaruhi Terjadinya Reformasi

Berikut ini terdapat tiga faktor yang mempengaruhi terjadinya reformasi, yakni sebagai berikut:


Reformasi Protestan

Kata Reformasi sendiri pertama-tama muncul dari gerakan pembaruan di kalangan Gereja Kristen di Eropa Barat pada abad ke-16, yang dipimpin oleh Martin Luther, Ulrich Zwingli dan Yohanes Calvin.


Reformasi Katolik

kadang disebut “Kontra Reformasi”, adalah periode pembaruan pada Gereja Katolik yang diawali dengan Konsili Trente sehubungan dengan struktur gerejani, tarekat religius, gerakan kerohanian, dan dimensi politis. Beberapa tokoh yang menonjol diantaranya: St. Pius V, St. Ignatius Loyola, St. Teresa dari Avila, St. Yohanes dari Salib, St. Fransiskus dari Sales.


Reformasi Indonesia

Di Indonesia, kata Reformasi umumnya merujuk kepada gerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang menjatuhkan kekuasaan presiden Soeharto atau era setelah Orde Baru, yaitu era reformasi. (Sumber: Wikipedia dan berbagai sumber).

Baca Lainnya :  √Jurnal Penutup: Pengertian, Fungsi, Akun, Tujuan dan Cara Membuat

Demikian Penjelasan Materi Tentang Reformasi: Pengertian, Latar Belakang, Syarat, Tujuan dan Faktornya
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi