Metabolisme: Pengertian, Fungsi, Jenis, Proses dan Caranya

Diposting pada

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Metabolisme? Mungkin anda pernah mendengar kata Metabolisme? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, fungsi, jenis, proses dan caranya. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Metabolisme: Pengertian, Fungsi, Jenis, Proses dan Caranya

Pengertian Metabolisme

Metabolisme merupakan suatu proses kimiawi yang terjadi dalam badan makhluk hidup. Proses metabolisme adalah pertukaran zat atau organisme dengan lingkungannya. Istilah metabolisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata metabole yang berarti perubahan. Pengertian lain dari metabolisme adalah makhluk hidup mendapat, mengolah dan mengubah suatu zat melalui proses kimia untuk bertahan hidup.


Jenis-Jenis Metabolisme

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis metabolisme, yakni sebagai berikut:

  • Katabolisme yaitu pelarutan suatu zat ke dalam partikel yang lebih kecil untuk diubah menjadi energi
  • Anabolisme yaitu reaksi untuk merakit senyawa organik yang berasal dari molekul tertentu yang akan diserap oleh tubuh.

Proses Metabolisme

Berikut ini terdapat beberapa proses metabolisme, yakni sebagai berikut:

1. Proses Metabolisme Karbohidrat
Metabolisme terjadi pada organisme secara mekanis dan kimiawi. Metabolisme terdiri dari dua proses yaitu anabolisme sebagai pembentukan molekul dan katabolisme sebagai dekomposisi molekul. Proses metabolisme karbohidrat, Makanan dicerna, kemudian karbohidrat menjalani proses hidrolisis atau dekomposisi dengan memakai molekul air yang memecah polisakarida menjadi monosakarida.
Sementara masakan dikunyah, masakan akan dicampur dengan air liur yang mengandung enzim ptialin (amilase yang disekresikan oleh kelenjar parotid di mulut). Enzim ini menghidrolisis pati (salah satu polisakarida) menjadi maltosa dan kelompok glukosa kecil yang terdiri dari 3-9 molekul glukosa. Makanan dalam waktu singkat ada di verbal dengan tidak lebih dari 3-5% pati yang telah dihidrolisis ketika masakan ditelan.
Ptialin sanggup terus memecah masakan menjadi maltosa selama 1 jam sesudah masakan memasuki perut sedangkan isi lambung dicampur dengan zat yang disekresikan oleh perut. Aktivitas ptialin jadinya dihambat oleh asam yang diekskresikan oleh perut. Ini mungkin alasannya yaitu ptialin yaitu enzim amilase aktif pada PH sedang di bawah 4,0. Setelah makan dikosongkan dari perut dan masuk ke duodenum (usu dua belas jari), masakan kemudian akan dicampur dengan getah pankreas. Pati yang tidak terputus akan dicerna oleh amilase yang berfungsi dengan cara yang sama ibarat a-amilase dalam air liur sebagai pemecah pati menjadi maltosa dan polimer glukosa kecil lainnya. Namun, pati umumnya hampir seluruhnya dikonversi menjadi maltosa dan polimer glukosa kecil sebelum melewati perut. Hasil final dari proses pencernaan yaitu glukosa, fruktosa, galaktosa, manosa dan monosakarida lainnya. Senyawa tersebut kemudian diserap melalui dinding usus di bawah hati oleh darah.

2. Proses Metabolisme Protein
Makanan protein, kebanyakan daging dan sayuran. Protein dicerna di perut dengan memakai enzim pepsin yang aktif pada pH 2-3. Pepsin sanggup mencerna semua jenis protein dalam masakan yang mencerna kolagen. Kolagen yaitu materi utama dalam jaringan ikat kulit dan tulang rawan. Mulai dari proses pencernaan protein, pepsin meliputi 10-30% protein total pencernaan. Dalam proses ini, pemecahan protein yaitu proses hidrolisis pada rantai polipeptida.
Proses pencernaan protein kebanyakan terjadi di usus dengan bentuk yang telah berbuah yaitu proteosa, pepton, dan polipeptida besar. Setelah memasuki usus, produk yang rusak sebagian besar akan dicampur dengan enzim pankreas di bawah imbas enzim proteolitik ibarat tripsin, kimotripsin, dan peptidase. Baik trypsin dan kimotripsin memecah molekul protein menjadi polipeptida kecil. Kemudian peptidase melepaskan asam amino.
Asam amino hadir dalam darah berasal dari absorpsi melalui dinding usus, penguraian protein dalam sel, dan protein sintetis asam amino dalam sel, dan produk sintetis asam amino dalam sel. Asam amino terkonsentrasi di dalam sel dan juga yang dihasilkan dari proses pemecahan protein di hati dan kemudian di bawah darah untuk dipakai dalam jaringan. Dalam hal ini, hati berfungsi sebagai pengatur konsentrasi asam amino dalam darah.
Kelebihan protein tidak tersimpan dalam tubuh, namun akan dikonversi ke dalam hati menjadi senyawa yang mengandung unsur N, ibarat NH3 (amonia) dan NH4OH (amonium hidroksida), dan senyawa yang tidak mengandung Unur N. Senyawa yang mengandung unsur N yaitu disintesis menjadi urea. Pembentukan urea yang terjadi di hati alasannya yaitu sel hati sanggup menghasilkan enzim arginase. Uap yang dihasilkan tidak diperlukan oleh tubuh, sehingga diangkut bersama dengan zat lain ke ginjal, kemudian diekskresikan melalui urine. Sebaliknya, pada senyawa yang tidak mengandung unsur N, ia kembali buncit menjadi materi baku karbodihdrat dan lemak, sehingga sanggup teroksidasi dalam badan untuk menghasilkan energi.

3. Proses Metabolisme Lemak
Larutan lemak terjadi di usus, alasannya yaitu usus mengandung enzim lipase. Proses metabolisme lemak yaitu lemak keluar dari perut, ke dalam usus dengan menyebabkan rangsangan hormon kolesistokinin. Hormon ini menyebabkan kantong empedu berkontraksi dengan mengeluarkan empedu ke dalam duodenum. Dalam empedu, garam empedu berkontribusi pada pengemulsi lemak. Emulsi lemak yaitu pemecahan lemak besar menjadi butiran lemak yang lebih kecil. Lemak berukuran lebih kecil yaitu trigliserida yang diemulsikan berperan dalam memfasilitasi hidrolisis lemak dengan lipase dari pankreas. Lipase pankreas akan menghidrolisis lemak emulsi menjadi gabungan asam lemak dan monogliserida (gliserida tnggal). Pelepasan cairan pankreas dirancang oleh hormon sekresi yang berperan dalam meningkatkan jumlah senyawa elektrikal elektrik dan cairan pankreas dan pankreoenzim dengan tugas merangsang pelepasan enzim dalam cairan pankreas.
Sekitar 70% absorpsi pencernaan lemak terjadi di usus halus. Asam lemak dan monogliserida diserap melalui sel mukosa yang ada di dinding usus, kemudian keduanya diubah kembali menjadi partikel lemak kecil trigliserida. Jaringan lemak ketika dibutuhkan, timbunan lemak kemudian diangkut ke hati.

Fungsi Metabolisme
Berikut ini terdapat beberapa fungsi metabolisme, yakni sebagai berikut:
    • Untuk mendapatkan energi kimia berupa ATP, hasil dari degradasi zat-zat masakan kaya energi yang berasal dari lingkungan.
    • Sebagai pengubah molekul zat-zat masakan (nutrisi) menjadi perkursor unit pembangun bagi biomolekul sel.
    • Sebagai penyusun unit-unit pembangun menjadi protein, asam nukleat, lipida, polisakarida, dan komponen sel lain.
  • Sebagai pembentuk dan perombak biomolekul.
Baca Lainnya :  √Genre Musik: Pengertian, Fungsi, Bagian Serta Macam-Macamnya

Cara Meningkatkan Metabolisme

Berikut ini terdapat beberapa cara meningkatkan metabolisme pada tubuh, yakni sebagai berikut:


1. Memperbanyak Konsumsi Air Putih

Sudah tidak rahasia lagi apabila air putih mempunyai begitu banyak manfaat bagi tubuh. Bahkan 80% dari tubuh Anda adalah air. Kondisi tersebut menunjukkan betapa pentingnya air bagi tubuh, sampai jika presentase air dalam tubuh menurun drastis maka akan timbul sebuah masalah kesehatan, misalnya dehidrasi.

Rutin memperbanyak konsumsi air putih sebanyak 8 liter/hari ternyata ampuh melindungi dan memenuhi kebutuhan cairan harian Anda. Selain itu 8 liter air yang Anda konsumsi setiap harinya juga bisa meningkatkan metabolisme sampai 40%.


2. Hindari Minuman Bersoda

Apabila Anda disarankan untuk memperbanyak konsumsi air putih, tetapi tidak dengan minuman bersoda. minuman yang telah melewati proses karbonasi tersebut sangat rentan menyebabkan perut Anda terasa kembung juga memperlambat proses metabolisme.


3. Makan Bergizi

Makanan bergizi pasti sangat erat hubungannya dengan metabolisme, dimana proses pergantian gizi menjadi energi tersebut sangat membutuhkan makanan sebagai sumbernya. Tetapi yang perlu Anda perhatikan adalah jenis makanan yang dikonsumsi.


4. Berolahraga

Olahraga merupakan salah satu jenis aktivitas yang bisa Anda jalankan untuk bisa membakar kalori di dalam tubuh dan cara paling efektif.

Aktivitas tersebut juga bisa meningkatkan suatu masa otot dan pembakaran terjadi lebih maksimal walau akan cepat mendatangkan lapar.

Menjalankan olahraga dengan waktu beberapa menit hingga berkeringat, bisa dijalankan untuk meningkatkan suatu metabolisme tubuh.


Demikian Penjelasan Materi Tentang Metabolisme: Pengertian, Fungsi, Jenis, Proses dan Caranya
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi