Pengertian Kurikulum

Diposting pada

Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Kurikulum? Apakah kalian pernah mendengar istilah dari Kurikulum? Jangan khawatir jika kalian belum pernah mendengarnya, disini PakDosen akan membahas secara rinci tentang pengertian, pengertian menurut para ahli, landasan, tujuan, komponen, peran dan manfaat. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

28 Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli Dalam Bukunya

Table of Contents

Pengertian Kurikulum

Kurikulum merupakan inti dari bidang pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dan kehidupan manusia, maka penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Penyusunan kurikulum yang tidak didasarkan pada landasan yang kuat dapat berakibat fatal terhadap kegagalan pendidikan itu sendiri. Dengan sendirinya, akan berkibat pula terhadap kegagalan proses pengembangan manusia.


Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pendapat dari para ahli mengenai kurikulum, yakni sebagai berikut:

1. Menurut Daniel Tanner dan Laurel Tanner

Menurut pendapat dari Daniel Tanner dan Laurel Tanner, Kurikulum merupakan pengalaman pembelajaran yang terarah dan juga terencana dengan secara terstuktur dan juga tersusun dengan melalui proses rekontruksi pengetahuan serta  pengalaman secara sistematis yang berada dibawah suatu pengawasan lembaga pendidikan sehingga pelajar tersebut mempunyai motivasi dan juga minat belajar.


2. Menurut Inlow

Menurut pendapat dari Inlow, Kurikulum merupakan usaha menyeluruh yang dirancang secara khusus oleh sekolah didalam membimbing murid untuk dapat memperoleh hasil dari pelajaran yang telah ditentukan tersebut.


3. Menurut Hilda Taba

Menurut pendapat dari Hilda Taba, Kurikulum merupakan sebagai “a plan of learning” yang mempunyai bahwa kurikulum ialah  sesuatu yang direncanakan untuk dapat dipelajari oleh siswa yang didalamnya memuat rencana untuk para peserta didik (murid).


4. Menurut Kerr, J. F

Menurut pendapat dari Kerr, J. F, Kurikulum merupakan sebuah pembelajaran yang dirancang dan juga dilaksanakan dengan individu serta juga berkelompok baik itu di luar ataupun di dalam sekolah.


5. Menurut George A. Beaucham

Menurut pendapat dari George A. Beaucham, Kurikulum merupakan suatu dokumen tertulis yang didalamnya terkandung isi mata pelajaran yang akan diajar kepada peserta didik(murid) dengan melalui berbagai mata pelajaran, pilihan disiplin ilmu, rumusan masalah yang dalam kehidupan sehari-hari.


6. Menurut Neagley dan Evans

Menurut pendapat dari Neagley dan Evans, Kurikulum merupakan semua pengalaman yang telah dibangung atau dirancang oleh pihak sekolah untuk dapat menolong para siswa didalam mencapai hasil belajar kepada kemampuan siswa yang paling baik.


7. Menurut UU. No. 20 Tahun 2003

Menurut pendapat dari UU. No. 20 Tahun 2003, Kurikulum merupakan suatu perangkat rencana dan juga pengaturan tentang tujuan, isi, dan juga bahan pengajaran dan cara yang digunakan ialah sebagai suatu pedoman didalam suatu penyelenggaraan kegiatan dalam pembelajaran untuk dapat mencapai suatu tujuan pendidikan nasional.


8. Menurut Good V. Carter

Menurut pendapat dari Good V. Carter, kurikulum merupakan kelompok pengajaran yang sistematik atau juga urutan subjek yang dipersyaratkan untuk dapat lulus atau juga sertifikasi dalam pelajaran mayor.


9. Menurut Grayson

Menurut pendapat dari Grayson, Kurikulum merupakan suatu perencanaan untuk mendapatkan suatu pengeluaran (out-comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran.


10. Menurut Murray Print

Menurut Pendapat dari Murray Print, Kurikulum merupakan sebuah ruang pembelajaran yang sudah terencana diberikan secara langsung kepada siswa oleh sebuah lembaga pendidikan dan juga pengalaman yang dapat dinikmati oleh semua siswa pada saat kurikulum tersebut diterapkan.

Baca Lainnya :  Pengertian Referensi

11. Menurut Crow and Crow

Menurut pendapat dari Crow and Crow, Kurikulum merupakan rancangan pengajaran atau juga sejumlah mata pelajaran yang disusun secara sistematis untuk dapat menyelesaikan suatu program untuk dapat memperoleh ijazah.


12. Menurut Harold B, Alberty

Menurut pendapat dari Harold B, Alberty, Kurikulum merupakan Kegiatan yang disajikan oleh sekolah bagi para pelajar. Tidak ada pembatasan antara kegiatan didalam kelasdan diluar kelas. Di kutip oleh Prof. Dr. S Nasution.


13. Menurut Saylor

Menurut pendapat dari Saylor, Kurikulum merupakan Kurikulum adalah usaha maksimal dari sekolah untuk mencapai hasil yang diinginkandidalam sekolah dan diluar situasi sekolah. Dikutip oleh Nana S Sukmadinata.


14. Menurut Saylor, Alexander dan Lewis

Menurut pendapat dari Saylor, Alexander dan Lewis, Kurikulum sebagai suatu rencana yang berisi sekumpulan pengalaman belajar bagi anak didik. Sedangkan dalam UUSPN, “Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.” Hanya menekankan pada kemanfaatannya bagi guru dalam merencanakan kegiatan belajar mengajar.


15. Menurut Schiro

Menurut pendapat dari Schiro, Kurikulum merupakan sebagai proses pengembangan anak didik yang diharapkan terjadi dan digunakan dalam perencanaannya.


16. Menurut Robert Gagne

Menurut pendapat dari Robert Gagne, Kurikulum merupakan suatu rangkaian unit materi belajar yang disusun sedemikian rupa,sehingga anak didik dapat mempelajarinya berdasarkan kemampuan awal yang dimiliki ataudikuasai sebelumnya.


17. Menurut Beauchamp

Menurut pendapat dari Beauchamp, Kurikulum merupakan dokumen yang tertulis yang kandungannya berisi mata pelajaran yang akan diajarkan kepada peserta didik dengan melalui berbagai mata pelajaran, pilihan disiplin ilmu, rumusan masalah didalam kehidupan sehari-hari.


18. Menurut Dr. H. Nana Sudjana

Menurut pendapat dari Dr. H. Nana Sudjana, Kurikulum merupakan niat dan harapan yang dituangkan kedalam bentuk rencana maupun program pendidikan yang dilaksanakan oleh para pendidik di sekolah. Kurikulum sebagai niat dan rencana, sedangkan pelaksaannya adalah proses belajar mengajar. Yang terlibat didalam proses tersebut yaitu pendidik dan peserta didik.


19. Menurut Drs. Cece Wijaya, dkk

Menurut pendapat dari Drs. Cece Wijaya, dkk, Kurikulum merupakan meliputi keseluruhan program dan kehidupan didalam sekolah.


20. Menurut Prof.Dr. Henry Guntur Tarigan

Menurut pendapat dari Prof.Dr. Henry Guntur Tarigan, Kurikulum merupakan suatu formulasi pedagogis yang termasuk paling utama dan terpenting dalam konteks proses belajar mengajar.


21. Menurut Harsono

Menurut pendapat dari Harsono, Kurikulum merupakan suatu gagasan pendidikan yang diekpresikan melalui praktik. Pengertian kurikulum saat ini semakin berkembang, sehingga yang dimaksud dengan kurikulum itu tidak hanya sebagai gagasan pendidikan, namun seluruh program pembelajaran yang terencana dari institusi pendidikan nasional.


22. Menurut Prof. Dr. S. Nasution, M. A.

Menurut pendapat dari Prof. Dr. S. Nasution, M. A., Kurikulum merupakan sebagai suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses kegiatan belajar mengajar di bawah naungan, bimbingan dan tanggunga jawab sekolah atau lembaga pendidikan.


23. Menurut S. H. Hasan

Menurut pendapat dari S. H. Hasan, Kurikulum merupakan sebagai suatu pemikiran kependidikan bagi diklat, sehingga dalam posisi teoritik, harus dikembangkan dalam kurikulum sebagai sesuatu yang terencana dan juga dianggap sebagai kaidah pengembang kurikulum.


24. Menurut Prof. Drs. H. Darkir

Menurut pendapat dari Prof. Drs. H. Darkir, Kurikulum merupakan alat dalam mencapai tujuan pendidikan. Jadi, kurikulum ialah program pendidikan dan bukan program pengajaran, sehingga program itu direncanakan dan dirancang sebagai bahan ajar dan juga pengalaman belajar.


25. Menurut Donald E. Orlasky, Othanel Smith dan Peter F. Olivva

Menurut pendapat dari Donald E. Orlasky, Othanel Smith dan Peter F. Olivva, Kurikulum merupakan suatu bentuk perencanaan maupun program dari pengalaman peserta didik  yang diarahkan dan dikembangkan di sekolah.


26. Menurut Wikipedia

Menurut pendapat dari Wikipedia, Kurikulum merupakan suatu perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.


27. Menurut B. Bara, Ch.

Menurut pendapat dari B. Bara, Ch., Kurikulum merupakan sebagai suatu produk, program, hasil yang diinginkan atau dicapai dan pengalaman belajar.


28. Menurut Valiga, T dan  Magel, C.

Menurut pendapat dari Valiga, T dan  Magel, C., Kurikulum merupakan suatu urutan pengalaman yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah untuk mendisiplinkan cara berfikir dan bertindak para peserta didik.


29. Menurut Romine

Kurikulum mencakup semua temu permbelajaran, aktivitas dan pengalaman yang diikuti oleh anak didik dengan arahan dari sekolah baik di dalam maupun di luar kelas.


30. Menurut J. Lloyd Trump dan Delmas F. Miller

Menurut mereka dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan belajar, cara mengevaluasi murid dan seluruh program, perubahan tanaga mengajar, bimbingan dan penyuluhan, supervise dan administrasi dan hal-hal structural mengenai waktu, jumlah ruangan serta kemingkinan memilih mata pelajaran.

Baca Lainnya :  Modulasi adalah

31. Menurut John Dewey (1902)

Kurikulum merupakan suatu rekonstruksi berkelanjutan yang memaparkan pengalaman belajar anak didik melalui suatu susunan pengetahuan yang terorganisir dengan baik yang biasanya disebut kurikulum.


32. Menurut Franklin Bobbit (1918)

Menyatakan bahwa kurikulum adalah susunan pengalaman belajar terarah yang digunakan oleh sekolah untuk membentangkan kemampuan individual anak didik.


33. Menurut Harold Rugg (1927)

Mengartikan kurikulum sebagai suatu rangkaian pengalaman yang memiliki kemanfaatan maksimum bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuannya agar dapat menyesuaikan dan menghadapi berbagai situasi kehidupan.


34. Menurut Hollins Caswell (1935)

Menyatakan bahwa kurikulum adalah susunan pengalaman yang digunakan guru sebagai proses dan prosedur untuk membimbing anak didik menuju ke kedewasaan.


35. Menurut Ralph Tyler (1957)

Menegaskan bahwa kurikulum adalah seluruh pengalaman belajar yang direncanakan dan diarahkan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikannya.


Landasan-Landasan Kurikulum

Berikut ini adalah beberapa landasan kurikulum yaitu:

  • Landasan Filosofis

Filsafat memegang peranan penting dalam pengembangan kuikulum. Sama halnya seperti dalam Filsafat Pendidikan, kita dikenalkan pada berbagai aliran filsafat, seperti : perenialisme, essensialisme, eksistesialisme, progresivisme, dan rekonstruktivisme. Dalam pengembangan kurikulum pun senantiasa berpijak pada aliran – aliran filsafat tertentu, sehingga akan mewarnai terhadap konsep dan implementasi kurikulum yang dikembangkan. Dengan merujuk kepada pemikiran Ella Yulaelawati (2003), di bawah ini diuraikan tentang isi dari-dari masing-masing aliran filsafat, kaitannya dengan pengembangan kurikulum.

  • Perenialisme lebih menekankan pada keabadian, keidealan, kebenaran dan keindahan dari pada warisan budaya dan dampak sosial tertentu. Pengetahuan dianggap lebih penting dan kurang memperhatikan kegiatan sehari-hari. Pendidikan yang menganut faham ini menekankan pada kebenaran absolut , kebenaran universal yang tidak terikat pada tempat dan waktu. Aliran ini lebih berorientasi ke masa lalu.
  • Essensialisme menekankan pentingnya pewarisan budaya dan pemberian pengetahuan dan keterampilan pada peserta didik agar dapat menjadi anggota masyarakat yang berguna. Matematika, sains dan mata pelajaran lainnya dianggap sebagai dasar-dasar substansi kurikulum yang berharga untuk hidup di masyarakat. Sama halnya dengan perenialisme, essesialisme juga lebih berorientasi pada masa lalu.
  • Eksistensialisme menekankan pada individu sebagai sumber pengetahuan tentang hidup dan makna. Untuk memahami kehidupan seseorang mesti memahami dirinya sendiri. Aliran ini mempertanyakan : bagaimana saya hidup di dunia ? Apa pengalaman itu ?
  • Progresivisme menekankan pada pentingnya melayani perbedaan individual, berpusat pada peserta didik, variasi pengalaman belajar dan proses. Progresivisme merupakan landasan bagi pengembangan belajar peserta didik aktif.
  • Rekonstruktivisme merupakan elaborasi lanjut dari aliran progresivisme. Pada rekonstruktivisme, peradaban manusia masa depan sangat ditekankan. Di samping menekankan tentang perbedaan individual seperti pada progresivisme, rekonstruktivisme lebih jauh menekankan tentang pemecahan masalah, berfikir kritis dan sejenisnya. Aliran ini akan mempertanyakan untuk apa berfikir kritis, memecahkan masalah, dan melakukan sesuatu ? Penganut aliran ini menekankan pada hasil belajar dari pada proses.

  • Landasan Psikologis

Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengemukakan bahwa minimal terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu (1) psikologi perkembangan dan (2) psikologi belajar. Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya. Dalam psikologi perkembangan dikaji tentang hakekat perkembangan, pentahapan perkembangan, aspek-aspek perkembangan, tugas-tugas perkembangan individu, serta hal-hal lainnya yang berhubungan perkembangan individu, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan kurikulum. Psikologi belajar merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks belajar. Psikologi belajar mengkaji tentang hakekat belajar dan teori-teori belajar, serta berbagai aspek perilaku individu lainnya dalam belajar, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sekaligus mendasari pengembangan kurikulum.


  • Landasan Sosial-Budaya

Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. Sebagai suatu rancangan, kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. Kita maklumi bahwa pendidikan merupakan usaha mempersiapkan peserta didik untuk terjun ke lingkungan masyarakat. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan semata, namun memberikan bekal pengetahuan, keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup, bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat. Peserta didik berasal dari masyarakat, mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat dan diarahkan bagi kehidupan masyarakat pula. Kehidupan masyarakat, dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan.


  • Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Pada awalnya, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia masih relatif sederhana, namun sejak abad pertengahan mengalami perkembangan yang pesat. Berbagai penemuan teori-teori baru terus berlangsung hingga saat ini dan dipastikan kedepannya akan terus semakin berkembang Akal manusia telah mampu menjangkau hal-hal yang sebelumnya merupakan sesuatu yang tidak mungkin. Pada jaman dahulu kala, mungkin orang akan menganggap mustahil kalau manusia bisa menginjakkan kaki di Bulan, tetapi berkat kemajuan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada pertengahan abad ke-20, pesawat Apollo berhasil mendarat di Bulan dan Neil Amstrong merupakan orang pertama yang berhasil menginjakkan kaki di Bulan. Kemajuan cepat dunia dalam bidang informasi dan teknologi dalam dua dasa warsa terakhir telah berpengaruh pada peradaban manusia melebihi jangkauan pemikiran manusia sebelumnya. Pengaruh ini terlihat pada pergeseran tatanan sosial, ekonomi dan politik yang memerlukan keseimbangan baru antara nilai-nilai, pemikiran dan cara-cara kehidupan yang berlaku pada konteks global dan lokal.

Baca Lainnya :  Galaksi Bima Sakti

Tujuan Kurikulum

Berikut ini adalah tujuan dari kurikulum yaitu:

Kurikulum bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

Komponen Kurikulum

Komponen kurikulum adalah bagian-bagian penting dan penunjang yang dapat menunjang tercapainya tujuan dari kurikulum. Diantara komponen tersebut adalah:

1. Komponen Tujuan

Tujuan merupakan hal yang ingin dicapai oleh sekolah secara keseluruhan.


2. Komponen Isi/Materi

Komponen isi berupa materi yang diprogramkan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.


3. Komponen Media

Komponen media atau sarana prasarana merupakan perantara untuk menjabarkan isi kurikulum.


4. Komponen Strategi

Komponen strategi merupakan cara yang ditempuh dalam melaksanakan pengajaran agar efektif dan efisien.


5. Komponen Proses Belajar-Mengajar

Pengkondisian suasana lingkungan pembelajaran yang kondusif yang mendorong peserta didik mengembangkan kreatifitasnya.


Peran Kurikulum

Kurikulum sebagai program pendidikan yang telah direncanakan mengemban peranan yang sangat penting bagi pendidikan. Apabila dianalisis secara sederhana, paling tidak terdapat tiga jenis peranan kurikulum yang dinilai sangat pokok, yaitu: Peranan Konservatif, Peranan Kreatif, Peranan kritis dan evaluative.

  • Peranan Konservatif

Peranan konservatif menekankan bahwa kurikulum dapat diajadikan sebagai sarana untuk mentransmisikan niali-nilai warisan budaya masa lalu yang dianggap masih relevan dengan masa kini kepada anak didik selaku generasi penerus. Dengan demikian kurikulum bisa dikatakan konservatif karena mentransmisikan dan menafsirkan warisan social kepada anak didik atau generasi muda. Pada hakekatnya, pendidikan itu berfungsi untuk menjembatani antara siswa selaku peserta didik dengan orang dewasa didalam suatu proses pembudayaan yang semakin berkembang menjadi lebih kompleks. Dalam hal ini kurikulum menjadi sangat penting, serta turut membantu dalam proses tersebut.


  • Peranan kreatif

Perkembangan ilmu pengetahuan dan aspek-aspek lainnya senantiasa terjadi setiap saat. Kurikulum melakukan kegiatan-kegiatan kreatif dan konstruktif, dalam arti  menekankan bahwa kurikulum harus mampu mengembangkan sesuatu yang baru sesuai dengan perkembangan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat pada masa sekarang dan masa mendatang. Kurikulum harus mengandung hal-hal yang dapat membantu setiap siswa mengembangkan semua potensi yang ada pada dirinya untuk memperoleh pengetahuan-pengetahuan baru, serta cara berpikir baru yang dibutuhkan dalam kehidupannya.


  • Peranan Kritis dan Evaluative

Peranan ini dilatarbelakangi oleh adanya kenyataan bahwa niali-nilai dan budaya yang hidup dalam masyarakat senantiasa mengalami perubahan, sehingga pewarisan nilai-nilai dan budaya masa lalu kepada anak didik perlu disesuaikan dengan kondisi yang terjadi pada masa sekarang. Selai itu perkembangan yang terjadi masa sekarang dan masa mendatang belum tentu sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Oleh karena itu peranan kurikulum tidak hanya mewariskan nilai dan budaya yang ada atau menerapkan hasil perkembangan baru yang terjadi, melainkan juga memiliki peranan untul menilai dan memilih nilai dan budaya serta pengetahuan baru yang akan diwariskan tersebut. Dalam hal ini kurikulum harus turut aktif berpartisipasi dalam control atau filter social. Nilai-nilai social yang tidak sesuai lagi dengan keadaan dan tuntunan masa kini dihilangkan dan diadakan modifikasi atau penyempurnaan-penyempurnaan.


Manfaat Kurikulum

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari kurikulum yaitu:

1. Manfaat kurikulum bagi guru

  1. Kurikulum sebagai pedoman bagi guru dalam merancang, malaksanakan, dan menilai kegiatan pembelajaran.
  2. Membantu guru untuk memperbaiki situasi belajar.
  3. Membantu guru menunjang situasi belajar ke arah yang lebih baik.
  4. Membantu guru dalam mengadakan evaluasi kemajuan kegiatan belajar mengajar.
  5. Memberikan pengertian dan pemahaman yang baik bagi guru untuk menjalankan tugas sebagai pengajar yang baik di kelas.
  6. Mendorong guru untuk lebih kreatif dalam penyelenggaraan program pendidikan.

2. Manfaat kurikulum bagi sekolah

  • Kurikulum dijadikan sebagai alat untuk mencapai suatu tujuanpendidikan, baik itu dalam tujuan nasional, institusional, kurikuler, maupun dalam tujuan instruksional. Dengan adanya suatu kurikulum maka tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan oleh sekolah tertentu dapat tercapai.
  • Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan (KTSP).
  • Memberi peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan (KTSP).

3. Manfaat kurikulum bagi masyarakat

  1. Sebagai acuan untuk berpartisipasi dalam membimbing putra/putrinya di sekolah (dalam hal ini orang tua sebagai bagian dari masyarakat)
  2. Dengan mengetahui suatu kurikulum sekolah, masyarakat dapat berpartisipasi dalam rangka memperlancar program pendidikan, serta dapat memberikan kritik dan saran yang membangun dalam penyempurnaan program pendidikan di sekolah

Demikian Penjelasan Materi Tentang Kurikulum Adalah: Pengertian, Pengertian Menurut Para Ahli, Landasan, Tujuan, Komponen, Peran dan Manfaat Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi.