Pendidikan Informal

Diposting pada

Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Pendidikan Informal?Mungkin anda pernah mendengar kata Pendidikan Informal? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang Pengertian, ciri, fungsi, peranan orang tua, contoh. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Pendidikan Informal

 

Pendidikan Informal

Pendidikan Informal merupakan wujud dari pembelajaran yang dilakukan di lingkungan keluarga yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri, berupa pendidikan oleh keluarga dan lingkungan. Dimana peran keluarga terutama orang tua sangat berpengaruh dalam membentuk prilaku, karakter dan sikap anak nantinya. Memang orang tua berperan penting dalam proses belajar, tapi bukan satu-satunya tempat anak menimba ilmu. Anak bisa belajar dari siapapun, termasuk dari teman, saudara, bahkan orang yang tidak dikenal sekalipun atau fenomena yang dilihat, dibaca, didengar, dan dirasakannya. Maka dari itu perlunya pengawasaan orang tua terhadap anak, perhatikan pergaulan anak, dengan siapa dia bersosialisasi, dan sebagai orang tua harus mencontohkan hal-hal yang baik.


Ciri-Ciri Pendidikan Informal

Berikut ini adalah ciri pendidikan informal antara lain, yaitu:

  • Orang tua adalah guru bagi anak didik.
  • Tidak terdapat persyaratan khusus yang harus dilengkapi.
  • Peserta didik tidak perlu mengikuti ujian tertentu.
  • Proses pendidikan dilakukan oleh keluarga dan lingkungan.
  • Tidak terdapat kurikulum tertentu yang harus dijalankan.
  • Tidak terdapat jenjang dalam proses pendidikannya.
  • Proses pendidikan dilakukan secara terus menerus tanpa mengenal ruang dan waktu
  • Tidak terdapat manajemen yang jelas dalam proses pembelajaran.
  • Tidak ada materi tertentu yang harus tersaji secara formal
  • Tidak ada lembaga sebagai penyelenggara
  • Proses belajar berlangsung tanpa ada pendidik dan peserta didik, namun antara orangtua dengan anak atau
  • antara kakak dengan adik.
  • Tidak mengenal persyaratan usia.
  • Tidak terdapat persyaratan khusus yang harus dilengkapi.
Baca Lainnya :  √ Pameran Seni Rupa : Pengertian, Jenis, Fungsi, Tujuan dan Unsur

Fungsi Pendidikan Informal

Berikut ini adalah fungsi pendidikan informal antara lain, yaitu:

  • Membantu meningkatkan hasil belajar anak, baik pendidikan formal maupun non formal.
  • Mengontrol dan memotivasi anak agar lebih giat belajar.
  • Membantu pertumbuhan fisik dan mental anak, baik dari dalam keluarga maupun lingkungan.
  • Membentuk kepribadian anak dengan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan dan perkembangan anak.
  • Memotivasi anak agar mampu mengembangkan potensi atau bakat yang dimilikinya.
  • Membantu anak didik agar lebih mandiri dan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya.

Peranan orang tua

Berikut ini adalah peran orangtua dalam suri teladan pendidikan informal bagi anak diantaranya :

  1. Peran Orangtua Sebagai Pendidik | Dalam keluarga, orangtua selalu melakukan komunikasi dua arah yang bersifat mendidik, demokratis, jujur, tidak anti-kritik, terbuka, berwawasan, serta tegas. Disini, orangtua harus memberikan punishment ketika anak tidak melakukan sesuatu yang sesuai dengan norma dan aturan yang ada. Misalnya melakukan pelanggaran, maka si anak sebaiknya ditegur dan diajari agar tidak melanggar lagi.
  2. Peran Orangtua Sebagai Pembimbing | Yang namanya membimbing itu memberikan mengarahkan dan memotivasi dengan tujuan anak mengembangkan dirinya sesuai bakat dan minat.
  3. Peran Orangtua Sebagai Teladan | Orangtua perlu mengatakan hal-hal yang baik dan contoh-contoh perbuatan baik. Kenapa? Sebab, secara tidak langsung, anak akan meniru keteladanan yang ditunjukkan orangtuanya.
  4. Peran Orangtua Sebagai Pengontrol | Kontrol yang dimaksud disini berfungsi lebih kepada orang yang mengendalikan dan melakukan koreksi bila diperlukan. Ketika anak salah jalan, sepatutnya mengarahkan kembali ke jalan yang benar.
  5. Peran Orangtua Sebagai Fasilitator | Orangtua memberikan sarana dan prasarana sebagai bagian dari dukungan terhadap sang anak. Hal ini bertujuan supaya anak mengarahkan ke pola pendidikan yang baik.
  6. Peran Orangtua Sebagai Motivator | Prinsip “Tut Wuri Handayani” diterapkan orangtua. Sehingga mampu mendorong anaknya siap dan senang belajar.
  7. Peran Orangtua Sebagai Inovator | Dalam peran ini orangtua wajib melakukan terobosan-terobosan baru yang bisa menciptakan pembelajaran anak agar kondusif. Tidak ada rasa jenuh.
Baca Lainnya :  Kalimat Tunggal: Pengertian Menurut Para Ahli, Ciri, Jenis dan Contoh

Contoh Pendidikan Informal

1. Pendidikan budi pekerti 

Orang tua mengajarkan anaknya  nilai- nilai moral dalam sikap dan prilakunya diajarkan dan dibimbing gimana caranya si anak jadi orang yang baik dan santun hormat dan patuh kepada orang tua, membantu orang tua, menolong sesama teman, saling menghormati antara umat beragama, meminta maaf ketika salah dan tidak mengulanginya, mengucapkan terima kasih jika sudah dibantu


2. Pendidikan agama

Peletakkan Dasar-dasar Keagamaan Masa kanak-kanak adalah masa paling baik dalam usaha menanamkan nilai dasar keagamaan. Kehidupan keluarga yang penuh dengan suasana keagamaan akan memberikan pengaruh besar kepada anak. Kebiasaan orang tua mengucapkan salam ketika akan masuk rumah merupakan contoh langkah bijaksana dalam upaya penanaman dasar religius anak. contoh lainnya orang tua mengajarkan cara sholat kepada anak usia dini, mengajarkan bersedekah bisa mendapatkan pahala dan masuk surga.


3. Pendidikan etika

Pendikikan etika sangat perlu diterapkan kepada anak agar anak itu memiliki tata krama maupun sopan santun terhadap orang lain agar menghargai orang lain dan membuatnya dihargai oleh orang lain. salah satunya adalah menghormati orang yang lebih tua, menyapa orang yang dikenal menunjukan keramahtamahan, mengajarkan kata tolong, permisi, dan terimakasih.

4. Pendidikan sopan santun

Biasakan di rumah jika meminta sesuatu pada anak Anda dengan menggunakan kata “tolong”. Jika melakukan salah, kecil apalagi besar, sengaja ataupun tidak, gunakanlah kata “maaf”. Jangan lupa gunakan kata “terima kasih” jika anak melakukan sesuatu untuk Anda. itu akan sangat berpengaruh bagi anak Anda. Ajarkan juga kata-kata lain seperti permisi, ucapan salam dan lainnya, cara mendidik anak dengan membiasakan kata-kata dan bahasa seperti itu cukup efektif bagi anak.

Baca Lainnya :  √Daratan: Pengertian dan Macam-Macam Daratan Secara Lengkap

5. Pendidikan moral

Moral merupakan salah satu pendidikan yang berhubungan dengan perilaku seseorang, baik itu perkataan ataupun perbuatan. salah satunya yang bisa diajarkan orang tua terhadap anak yaitu nilai Kejujuran, Hal mendasar yang menyebabkan seseorang berbohong adalah kebiasaan di waktu kecil sehingga terbawa sampai dewasa, Oleh karena itu penting sekali mengajarkan kebiasaan bersikap jujur pada anak-anak sejak usia dini. Latihan tanggung jawab, meminta maaf setiap berbuat salah sudah mulai terbangun. Bahkan ketika saya sebagai orang tua salah tidak perlu malu untuk meminta maaf kepada anak, Tanamkan Disiplin, dengan mengajarkan anak disiplin maka pola hidup anak lebih teratur. Sehingga moralitas anak akan terbiasa disiplin berkelakuan yang baik dan benar. Sepertinya hal ini sepele namun sikap disiplin ini merupakan kunci anak patuh pada orang tua. Sebagai orang tua jangan bosan untuk mengajak anak bangun di awal pagi, jangan lelah untuk mengajak anak sholat 5 waktu setiap hari, jangan letih untuk mengajarkan anak disiplin dalam belajar, mengaji, makan, tidur dan aktivitas harian lainnya.


5. Sosialisasi dengan lingkungan

Orang tua sebagai teladan, sudah semestinya memberikan contoh yang baik bagi anak-anak. Kebiasaan orang tua mengajarkan anak misalnya memberikan pertolongan bagi anggota keluarga yang lain, menjaga kebersihan dan keindahan dalam lingkungan sekitar, menyontohkan membuang sampah pada tempatnya akan memberikan contoh yang baik terhadap anak.


Demikian Penjelasan Materi Tentang Pendidikan Informal: Pengertian, Ciri, Fungsi, Peranan Orang Tua, Contoh
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Semuanya