Migrasi adalah

Diposting pada

Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Migrasi? Mungkin anda pernah mendengar kata Migrasi? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang Pengertian, tujuan, jenis, faktor, dampak, cara penangulangan. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Migrasi-adalah

Pengertian Migrasi

Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah menuju ke daerah lain dengan tujuan menetap di daerah yang dituju tersebut. Pada umumnya migrasi ada yang bersifat sementara dan selamanya. Biasanya orang yang menetap selamanya adalah orang-orang atau keluarga yang mata pencahariannya ada di daerah baru tersebut dan bersifat mandiri, seperti wirausaha, petani, dan lain sebagainya.


Sementara migrasi yang bersifat sementara biasanya dilakukan oleh orang-orang yang mendapatkan tugas dari negara, seperti anggota TNI yang mendapatkan tugas mengawasi di suatu  daerah, Polisi, dan lain sebagainya.


Pengertian Migrasi Menurut Para Ahli

Adapun pengertian antara lain sebagai berikut:


1. Rutman (1970)

Dalam pendangannya, migrasi sangat ditentukan oleh faktor ekonomi yang seringkali melatarbelakangi seseorang untuk melakukan perpindahan.


2. Rozy Munir (1981)

Pengertian migrasi sebagai perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari satu tempat ketempat lain melampau batas politik/negara ataupun batas administratif atau batas bagian suatu  Negara. Jadi dalam pengertian ini migrasi dapatlah diatakan sebagai perpindahan yang cukup permanen dari satu tempat ketempat lain.


3. La Ode Syarifuddin (1985)

Menurutnya, migrasi adalah suatu bentuk respon yang ada dalam diri manusia terhadap kondisi/peristiwa yang tidak menyenangkan di daerah asal, seperti halnya dengan sistem pemilikan tanah yang tidak sama sekali menguntungkan, dan lain sebagainya.


Tujuan Migrasi

Berikut ini terdapat beberapa tujuan migrasi, yakni sebagai berikut:

  1. Mengurangi kepadatan penduduk di suatu wilayah
  2. Memanfaatka SDA yang ada di daerah yang sedikit penduduknya
  3. Meratakan persebaran penduduk
  4. Meningkatkan kehidupan ekonomi seseorang
  5. untuk mencari peruntungan ke daerah itu  yang UMR atau UMP yang lebih tinggi.

Jenis-Jenis Migrasi

Jenis migrasi secara umum, dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu:


1. Migrasi Nasional

 Migrasi nasional merupakan perpindahan penduduk di dalam satu wilayah negara yang dilakukan dengan tidak adanya   keterpaksaaan dengan tujuan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

  • Transmigrasi Pengertiannya adalah perpindahan penduduk dan daerah berpenduduk padat ke daerah berpenduduk jarang. Ada beberapa jenis transmigrasi. Transmigrasi umum, diselenggarakan dan dibiayai oleh pemerintah. Sedangkan untuk transmigrasi spontan, dilakukan atas biaya, kesadaran, dan kemauan sendiri.Transmigrasi sektoral, diselenggarakan dan dibiayai oleh pemerintah daerah asal dan daerah tujuan. Transmigrasi swakarsa, dibiayai oleh transmigran sendiri. Transmigrasi khusus seperti bedol desa, dilakukan penduduk karena terkena proyek pembangunan seperti pembangunan waduk.
  • Urbanisasi Pengertiannya adalah perpindahan penduduk dan desa ke kota. Urbanisasi terjadi karena kota mempunyai daya tarik sebagai daerah tujuan dan desa mempunyai daya dorong untuk ditinggalkan. Daya tarik kota antara lain tersedia berbagai lapangan pekerjaan, upah tenaga kerja tinggi, fasilitas hidup lengkap, dan tersedia fasilitas hiburan. Daya dorong desa antara lain lapangan pekerjaan di luar bidang pertaniari terbatas, lahan pertanian semakin sempit, upah tenaga kerja rendah, fasilitas umum terbatas, fasilitas hiburan terbatas, kegiatan pertanian di desa bersifat musiman, serta keinginan penduduk untuk memperbaiki taraf hidup.Urbanisasi sendiri berdampak bagi daerah yang ditinggalkan dan daerah tujuan. Dampak bagi daerah yang ditinggalkan antara lain jumlah penduduk berkurang, jumlah penganggur berkurang, stabilitas keamanan menurun, dan tenaga kerja berkurang. Dampak bagi daeráh tujuan antara lain jumlah tenaga kerja meningkat, kriminalitas meningkat, kepadatan penduduk meningkat, muncul permukiman kumuh, serta lapangan pekerjaan berkurang.
  • Ruralisasi Pengertian rulalisasi adalah kembalinya penduduk kedesa setelah menetap di kota atau kembalinya pelaku urbanisasi ke daerah asal.Biasanya, hal ini dilakukan oleh orang- orang kota yang ingin menghabiskan masa tua di pedesaan, atau ingin membesarkan anaknya di lingkungan pedesaan karena di perkotaan terlalu sibuk.
  • Forensen Pengertiannya adalah pergi dan pulangnya orang desa ke kota untuk bekerja setiap hari (melaju).hal ini terjadi karna orang yang mempunyai mata pencaharian di kota dan setiap hari pulang pergi atau tidak menginap di kota tersebut. Ada berbagai macam alasan mengapa seseorang melakukan forensen atau nglaju ini, seperti sulitnya mencari perumahan di kota, besarnya biaya hidup di kota, dan lain sebagainya.
  • Weekend Pengertian weekend yaitu perginya orang kota ke tempat peristirahatan di luar kota pada akhir minggu.
  • Evakuasi Pengertian evakuasi yaitu perpindahan penduduk ke suatu wilayah karena bencana atau perang. Sebagai catatan untuk Forensen, weekend, dan evakuasi merupakan bentuk sirkulasi yaitu perpindahan penduduk yang tidak menetap atau tinggal sementara waktu di daerah tujuan.
Baca Lainnya :  √Gerak Parabola: Pengertian, Ciri, Jenis, Rumus dan Contohnya

2. Migrasi Internasional

Migrasi internasional merupakan perpindahan yang dilakukan oleh masyarakat dari menjadi penduduk negara ke suatu negara lainya. Yang dilakukan atas dasar sukarela dengan tujuan mendapatkan kehidupan yang lebih baik, contoh seseorang yang melakukan migrasi internasional ini adalah Anggun dari Warga Negara Indonesia menjadi Warga Negara Prancis pada saat ini.

  1. Migrasi Imigrasi, yaitu masuknya penduduk yang ada dalam negara lain ke suatu negara untuk menetap dengan tujuan untuk secara totalitas menjadi bagian daripada negara yang bersangkutan. Kasus ini mudah ditemukan dalam masyarakat Indonesia, misalnya saja para pemain bola Indonesia yang dikenal dengan naturalisasi.
  2. Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk yang ada dalam sebuah negara ke suatu negara ke negara lain untuk menetap dengan tujuan secara nyata mengambi pada negara yang baru. Contoh dalam kasus ini ialah artis ternama Indonesia, yakni Anggun yang memilih menjadi Warga Negara Prancis daripada Indonesia.
  3. Remigrasi (repatriasi), yaitu kembalinya penduduk dan suatu negara ke negara asal.(negaranya sendiri). Hal ini juga banyak terjadi pada tenaga kerja Indonesia yang sudah habis masa kerjanya, kemudian kembali lagi ke Indonesia.
  4. Turisme, yaitu perginya penduduk ke luar negeri untuk berwisata.

Faktor Penyebab Migrasi

Berikut ini adalah faktor pendorong terjadinya imigrasi antara lain sebagai berikut:

  1. Kepadatan penduduk merupakan suatu alasan seseorang melakukan migrasi Kepadatan penduduk ini menyebabkan sesorang hidup kurang nyaman, banyak persaingan sehingga sebagian akan sulit mendapatkan pekerjaan. Karena sulit mendapatkan pekerjaan, maka banyak orang yang akan melakukan berbagai macam tindak kriminal. Selain itu masih banyak pula hal- hal yang dapat terjadi karena kepadatan penduduk yang berlebihan. Karena kelebihan penduduk inilah beberapa orang memutuskan untuk pindah ke daerah yang tidak terlalu padat. Selain akan mendapatkan suasana hidup yang baru, hal semacam ini juga sangat baik untuk mendukung program pemerataan penduduk.

  2. Melanjutkan pendidikan tujuan lainnya adalah di bidang pendidikan. Keinginan untuk mendapatkan pendidikan bagus dan jenjang yang lebih tinggi membuat seseorang melakukan migrasi. Misalnya di luar Jawa fasilitas pendidikan belum lengkap, dan seseorang ingin melanjutkan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi. Kebetulan jurusan yang diinginkan hanya ada di universitas di Jawa, maka tidak menutup kemungkinan orang tersebut akan melakukan migrasi. Perpindahan penduduk yang termasuk migrasi, mempunyai minimal waktu sesingkat- singkatnya adalah enam bulan. Jadi, apabila seseorang pindah selama dia dalam proses pendidikan (artinya beberapa tahun) dan setelah lulus akan kembali lagi ke daerah asalnya, selama dia menetapnya lebih dari enam bulan, maka bisa dikatakan sebagai migrasi.

  3. Keadaan geografis yang tidak cocok Keadaan geografis atau lingkungan yang kurang cocok juga menjadi salah satu penyebab seseorang melakukan migrasi. Misalnya saja seseorang mempunyai penyakit asma yang akan kambuh apabila dia berada di udara yang dingin. Dan orang itu tinggal di lingkungan pegunungan yang udara paginya sangat dingin. Nah, kemungkinan orang tersebut tiap pagi akan menderita asma bisa saja terjadi. Dengan demikian, orang tersebut mungkin akan berfikir untuk pindah ditempat lain, dimana udara di sekitarnya tidak terlalu dingin. Selain itu, wilayah yang dikepung oleh hutan  dengan jalan akses yang sulit juga akan memaksa sesorang untuk berfikir pindah ke tempat lain. Atau contoh yang lainnya.

  4. Kurangnya lapangan pekerjaan Salah satu penyebab atau pendorong terjadinya migrasi adalah alasan sedikitnya lapanagn pekerjaan yang ada di daerah asal. Semua orang bisa memenuhi kebutuhan hidup hanya jika mereka bekerja. Bekerja untuk mendapatkan uang dan bisa dibelanjakan kebutuhan sehari- hari. apabila di daerahnya sulit untuk mendapatkan pekerjaan, lalu bagaimana seseorang bisa bekerja. Apabila di daerahnya menag tidak ada lapangan pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya dan jika berwirausaha pun dirasa tidak cocok, maka seseorang akan melakukan migrasi. Migrasi ini tentu saja akan mencari tempat yang kiranya banyak tedapat lowongan kerja yang sesuai, atau mampu menjadi tempat starategis untuk menjalankan suatu usaha. Tak heran maka penduduk di Jawa banyak sekali yang migrasi ke luar jawa, hal ini karena luar Jawa belum mempunyai banyak pesaing, jadi jika seseorang membuka usaha di luar Jawa, dia akan mendapatkan untung yang lebih besar.

  5. Sumber daya alam yang kurang Sebagian penduduk yang berpindah ke tempat lain dikarenakan sumber daya alam yang kurang memadai. Misalnya saja di suatu tempat keadaan tanahnya gersang sehingga ketika ditanami tumbuhan maka tidak mudah tumbuh subur  atau karena keadaan tanah dan udaranya suatu tempat hanya mempunyai sumber daya alam yang sangat sedikit. hal ini akan menyulitkan apabila digunakan oleh sejumlah banyak orang. Beberapa orang mungkin tidak akan kebagian apabila jumlah sumber daya alam telah habis. Maka dari itulah daripada harus hidup dalam keterbatasan, seseorang mungkin akan lebih memilih pindah ke tempat lain yang memiliki sumber daya alam yang jumlahnya lebih banyak. Dengan demikian kebutuhan akan sumber daya alam tersebut menjadi terpenuhi.

  6. Pemerataan penduduk migrasi tak selamanya berasal dari keinginan penduduk. Adakalanya seseorang melakukan migrasi karena menjalankan program dari pemerintah. Misalnya pemerintah ingin memeratakan jumlah penduduk agar tidak terpusat di pulau Jawa. Untuk mencapai tujuan ini maka pemerintah harus mengambil penduduk dari pulau Jawa untuk dibawa ke luar Jawa. Hal ini bisa terealisasi apabila banyak warga masyarakat dari Pulau Jawa bersedia dipindahkan ke luar Jawa.
Baca Lainnya :  √Ilmu Politik

Dampak Migrasi

Adapun dampak yang terjadi dari migrasi yaitu dampak positif dan dampak negatif antara lain sebagai berikut:


1. Dampak Positif

Berikut ini terdapat beberapa dampak positif migrasi, yakni sebagai berikut:

  1. Meratakan persebaran penduduk, yaitu penduduk yang padat dari suatu wilayah menyebabkan banyaknya
    masalah yang timbul,untuk menghindarinya masyarakat mengadakan suatu proggram yaitu migrasi
  2. Meningkatkan kesejahteraan ekonomi penduduk, yaitu penduduk yang tinggal di suatu wilayah hidupnya kurang sejahtera, maka dari itu pemerintah mengadakan program migrasi bentuk peduli pemerintah terhadap rakyat
  3. Mengurangi jumlah pengangguran, yaitu tempat yang padat wilayahnya memungkinkan penduduk sulit
    dalam menemukan pekerjaan. Yang tarjadi adalah penduduk banyak yang mengalami pengangguran, Migrasi ini bertujuan agar agar penganggguran berkurang.
  4. Mengurangi Kepadatan penduduk di suatu wilayah, yaitu penduduk yang padat akan banyak menimbulkan menimbulkan bebagai masalah dan lagi pula tempat yang kosong bisa dimanfaatkan untuk mencari nafkah. maka dari itu program migrai sangat cocok untuk mengahadapi masalah tersebut.

2. Dampak Negatif

Berikut ini terdapat beberapa dampak negatif migrasi, yakni sebagai berikut:

  • Berkurangnya tenaga kerja produktif di daerah yang di tinggalkan (desa)
  • Berkurangnya jumlah golongan berpendidikan di desa
  • Terbentuknya daerah – daerah kumuh di kota
  • Berkurangnya tenaga penggarap lahan pertanian di desa
  • Terjadi konflik antara penduduk asli dan penduduk pindahan
  • Terjadi sengketa tanah dari kedua pihak
  • Bisa saja tercampur budaya penduduk asli dengan penduduk pindahan
  • Budaya penduduk pindahan menjadi hilang karena menganut budaya penduduk asli

Cara Penanggulangan Migrasi

Berikut ini terdapat beberapa cara penanggulangan migrasi, yakni sebagai berikut:

  1. Membangun fasilitas- fasilitas pembangunan sampai ke pelosok- pelosok negeri
  2. Pengadaan pendidikan yang bermutu hingga ke daerah- daerah terpencil di negeri
  3. Membangun sarana dan prasarana yang dibituhkan hingga ke seluruh penjuru negeri
  4. Meningkatan upah bagi pekerja yang ada di desa
  5. Memperbanyak lapangan kerja di pedesaan
Baca Lainnya :  √Laporan Perubahan Modal: Pengertian, Unsur, Akibat, Tujuan dan Contoh

Demikian Penjelasan Materi Tentang Migrasi: Pengertian Menurut Para Ahli, Tujuan, Jenis, Faktor, Dampak & Cara Penanggulanganya

semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi