√Manajemen Proyek: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Ruang Lingkup dan Contoh

Diposting pada

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Manajemen Proyek? Mungkin anda pernah mendengar kata Manajemen Proyek? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, fungsi, tujuan, ruang lingkup dan contoh. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Manajemen Proyek: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Ruang Lingkup dan Contoh

Pengertian Manajemen Proyek

Manajemen proyek ialah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek.

Tantangan utama sebuah proyek adalah mencapai sasaran-sasaran dan tujuan proyek dengan menyadari adanya batasan-batasan yang telah dipahami sebelumnya. Pada umumnya batasan-batasan itu adalah ruang lingkup pekerjaan, waktu pekerjaan dan anggaran pekerjaan. Dan hal ini biasanya disebut dengan “triple constrains” atau “tiga batasan”.


Fungsi Manajemen Proyek

Berikut ini terdapat beberapa fungsi dari manajemen proyek, yakni sebagai berikut:


Planning (Perencanaan)

Planning merupakan proses yang secara sistematis mempersiapkan kegiatan guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Kegiatan diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka pekerjaan konstruksi, baik yang menjadi tanggung jawab pelaksana (kontraktor) maupun pengawas (konsultan). Kontraktor maupun konsultan, harus mempunyai konsep planning” yang tepat untuk mencapai tujuan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Pada proses planning perlu diketahui kondisi-kondisi sebagai berikut:

  1. Permasalahan yang terkait dengan tujuan dan sumber daya yang tersedia.
  2. Cara mencapai tujuan dan sasaran dengan memperhatikan sumber daya yang tersedia.
  3. Penerjemahan rencana kedalam program-program kegiatan yang  kongkrit.
  4. Penetapan jangka waktu yang dapat disediakan guna mencapai tujuan dan sasaran.

Organizing (Pengorganisasian)

Organizing (pengorganisasian kerja) dimaksudkan sebagai pengaturan atas suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang, dipimpin oleh pimpinan kelompok dalam suatu wadah organisasi. Wadah organisasi ini menggambarkan hubungan-hubungan struktural dan fungsional yang diperlukan untuk menyalurkan tanggung jawab, sumber daya maupun data.

Dalam proses manajemen, organisasi berfungsi untuk :

  • Menjamin terpeliharanya koordinasi dengan baik.
  • Mmembantu pimpinannya dalam menggerakkan fungsi-fungsi manajemen.
  • Mempersatukan pemikiran dari satuan organisasi yang lebih kecil yang berada di dalam kordinasinya.

Actuating (Penggerakan)

Actuating diartikan sebagai fungsi manajemen untuk menggerakkan orang yang tergabung dalam organisasi agar melakukan kegiatan yang telah ditetapkan di dalam planning. Pada tahap ini diperlukan kemampuan pimpinan kelompok untuk menggerakkan, mengarahkan dan memberikan motivasi kepada anggota

kelompoknya untuk secara bersama-sama memberikan kontribusi dalam menyukseskan manajemen proyek mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.


Controlling (Pengendalian)

Controlling diartikan sebagai kegiatan guna menjamin pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Didalam manajemen proyek jalan atau jembatan, controlling terhadap pekerjaan kontraktor dilakukan oleh konsultan melalui kontrak supervisi, dimana pelaksanaan pekerjaan konstruksinya dilakukan oleh kontraktor. Pengawas Umum (General Superintendat) berkewajiban melakukan Pengendalian (secara berjenjang) terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh staf di bawah kendalinya yaitu Site Administration, Quantity Surveyor, Materials Superintendant, Construction Engineer, dan Equipment Engineer untuk memastikan masing-masing staf sudah melakukan tugasnya dalam koridor “jaminan kualitas (quality assurance)”. Sehingga, tahap-tahap pencapaian sasaran sebagaimana direncanakan dapat dipenuhi.


Tujuan Manajemen Proyek

Berikut ini terdapat beberapa tujuan dari manajemen proyek, yakni sebagai berikut:

  1. Mengenal apa itu manajemen proyek
  2. Memahami apa itu manajemen proyek
  3. Dapat mengetahui sejarah manajemen proyek

Ruang Lingkup Manajemen Proyek

Berikut ini terdapat beberapa ruang lingkup dari manajemen proyek, yakni sebagai berikut:

  • Menetapkan waktu dimulai proyek.
  • Membuat perancangan lingkup dari proyek yang akan dikerjakan.
  • Analisis dari ruang lingkup proyek.
  • Validasi proyek dan mengelola atas pergantuan yang mungkin terjadi apabila proyek tersebut sudah dimulai.

Contoh Manajemen Proyek

Berikut ini terdapat beberapa contoh dari manajemen proyek, yakni sebagai berikut:

Proyek Konstruksi

Ialah Memperoleh pembangunan gedung, jembatan, jalan raya, jalan tol dan lain-lainnya.

Proyek Penelitian dan Ppembangunan

Ialah Memperoleh suatu produk tertentu dengan maksud untuk memperbaharui ataupun mengembangkan kualitas suatu produk, layanan dan lain-lainnya.

Proyek Industri Manufaktur

Ialah suatu bentuk aktivitas yang diawali dengan menjadwalkan hingga terciptanya sebuah produk baru.

Proyek Padat Modal

Ialah sebuah proyek yang membutuhkan modal yang sangat banyak.

 

Demikian Penjelasan Materi Tentang Manajemen Proyek: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Ruang Lingkup dan Contoh
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Mahasiswa

 

Baca Lainnya :  Teknologi Informasi: Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Manfaat
Baca Lainnya :  √Etika Bisnis: Pengertian Menurut Para Ahli, Prinsip, Manfaat dan Contoh
Baca Lainnya :  Media Pembelajaran adalah