Limbah Padat

Diposting pada

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Limbah Padat? Mungkin anda pernah mendengar kata Limbah Padat? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, macam, jenis, dampak, cara, proses, pengolahan, metode, sumber, klasifikasi dan contoh. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Limbah Padat: Pengertian, Dampak, Cara Penanganannya dan Contoh

Pengertian Limbah Padat

Limbah padat adalah benda yang tidak terpakai, tidak diinginkan dan dibuang yang berasal dari suatu aktifitas dan bersifat padat. Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun dan karena sifat dan konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan atau merusak lingkungan hidup dan atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain.


Macam-Macam Limbah Padat

Secara umum, limbah padat terdiri atas, antara lain:

  1. Limbah padat mudah tersulut
  2. Limbah padat suka tersulut
  3. Limbah padat mudah mereput
  4. Limbah padat mudah di daur ulang
  5. Limbah radioakif
  6. Lumpur
  7. Gumpalan bangunan

Jenis Limbah Padat

Berikut ini adalah jenis-jenis limbah padat yaitu:

  • Kertas
  • Kayu
  • Kain
  • Karet/kulit tiruan
  • Plastik
  • Metal
  • Gelas/kaca
  • Organik
  • Bakteri
  • Kulit telur

Dampak Limbah Padat

Berikut ini terdapat beberapa dampak dari limbah padat, yakni sebagai berikut:

  • Bisa mengakibatkan gas beracun, misalnya asam sulfat (H2S), amonia (NH3), methan (CH4), CO2. Gas tersebut akan dampak apabila limbah padat ditumpuk dan mereputkarena terdapat mikroorganisme.
  • Bisa menyusutkan tingkat udara pada sampah yang disusun.
  • Bisa menyusutkan tingkat air karena limbah padat umumnya langsung dibuang pada lautan ataupun berdampingan dengan air limbah.
  • Bisa mengakibatkan kehancurakn pada permukaan tanah.
Baca Lainnya :  Kerjasama Regional

Cara Penanganan Limbah Padat

Berikut ini cara penanganan limpah padat, yakni sebagai berikut:

1. Replace

Replace ialah usaha menyusutkan polusi dengan memakai barang-barang yang ramah lingkungan. Contohnya menggunkana daun menjadi pelapis dari pada plastik, mengubah kantong plastik biasa dengan plastik ramah lingkungan.


2. Reduce

Reduce ialah usaha untuk menyusutkan polusi denga memakai barang-barang yang ramah lingkungan. Contohnya: memakai produk yang umum diisi ulang.


3. Recycle

Recycle ialah usaha menyusutkan polusi lingkungan dengan cara mendaur ulang sampah melewati penyelesaian dan teknologi khusus. Contohnya: Memilih kemasan produk yang dapat didaur ulang dan mudah terurai.


4. Reuse

Reuse ialah usaha menyusutkan polusi lingkungan dengan cara memakai dan memilihkan kembali barang-barang yang seharusnya sudah dibuang. Contohnya: memilihkan botol ataupun kaleng bekas menjadi wadah, memilihkan kain perca berupa keset dan lain sebagainya.


Proses Pengolahan Limbah Padat

Dalam proses pengolahan limbah padat terdapat 4 proses, yaitu:
  • Pemisahan

yaitu karena limbah padat terdiri dari ukuran yang berbeda dan kandungan yang berbeda juga maka harus dipisahkan terlebih dahulu. Sistem pemisahan ada 3 cara, yaitu:
  1. Sistem balistik yaitu pemisahan untuk mendapatkan ukuran atau berat yang seragam.
  2. Sistem gravitasi yaitu Sistem pemisahan berdasarkan gaya berat.
  3. Sistem magnetis yaitu sistem penisahan berdasarkan sifat magnet.
  • Penyusunan ukuran

  • Pengomposan

  • Pembuangan limbah


Pengolahan Sampah

Pengolahan sampah yang baik sangat dipengaruhi oleh peran masyarakat. Selama ini sampah hanya dibuang begitu saja tanpa dikelola atau didaur ulang, dan pemilahan sampah tidak optimal bahkan tidak dilakukan. Sehingga menyebabkan volume sampah semakin meningkat di TPA. Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi sampah dapat dilakukan dari kegiatan sederhana yaitu :

  1. Mengganti pemakaian kantong pelastik dengan tas ketika berbelanja atau melakukan kegiatan lainnya;
  2. Membiasakan pemakaian wadah makanan atau minuman yang tidak sekali pakai;
  3. Mengurangi pemakaian sedotan plastik;
  4. Sedapat mungkin tidak selalu membuang sampah organik, plastik, dan kertas, tetapi cobalah untuk mengumpulkan dan/atau mendaur ulang sampah pelastik dan kertas, serta membuat pupuk kompos dari sampah yang kita hasilkan;
  5. Menghemat pemakaian kertas dan menggunakan kertas bekas;
  6. Membeli barang atau produk daur ulang;
  7. Menyediakan tempat sampah sesuai karakteristik sampah (organik, daur ulang, guna ulang, residu, dan B3);
  8. Memilah sampah sesuai karakteristik (organik, daur ulang, guna ulang, residu, dan B3) pada saat dibuang ke tempat sampah.
Baca Lainnya :  Teks Cerita Ulang

Metode Pengolahan Limbah Non B3

Berikut ini adalah beberapa metode pengolahan limbah non b3 yaitu:

  • Reuse

Penggunaan kembalai limbah dengan tujuan yang sama tanpa melalui proses tambahn kimia, fisika, biologi dan termal


  • Recycle

Mendaur ulang komponene yang berguna melalui proses tambahan dalam kimia, fisika, biologi dan atau termal menghasilkan produk yang sama atau berbeda


  • Pemulihan

Pemulihan komponene berguna untuk proses kimia, fisika biologi dan termal


  • Reduce

Jika limbah tidak dapat di 3R maka penggunaan nya harus dikurangi


Dasar Penentuan metode pengolahan limbah non B

  1. Hasil identifikasi limbah awal sebelumpengolahan (sumber, dampak pencemaran, jenis, sifat)….sehingga didapatkan karakteristik limbah
  2. Pertimbangan detail tentang aspek ekonomis, teknis, keamanan, kehandalan dan kemudahan pengoperasian
  3. Teknologi tepat guna sesuai karakter limbah
  4. Studi kelayakan
  5. Percobaan skala lab

Dengan tujuan untuk:

  • Memamstikan bahwa teknologi yang dipilih terdiri dari proses yang sesuai dengan karakteristik limbah yang diolah
  • Mengembangkan dan mengumpulkan data yang diperlukan untuk mennetukan efisiensi pengolahan yang diharapkan
  • Menyediakan informasi teknik dan ekonomi yang diperlukan untuk penenrapan sekala sebenarnya

Sumber Limbah Padat

Beberapa sumber dari limbah padat antara lain:
  1. Sampah buangan rumah tangga termasuk sisa bahan makanan, sisa pembungkus makanan dan pembungkus perabotan rumah tangga sampai sisa tumbuhan kebun dan sebagainya.
  2. Sampah buangan pasar dan tempat-tempat umum (warung, toko dan sebagainya) termasuk sisa makanan, sampah pembungkus makanan dan sampah pembungkus lainnya, sisa bangunan, sampah tanaman dan sebagainya.
  3. Sampah buangan jalanan termasuk diantaranya sampah berupa debu jalan, sampah sisa tumbuhan taman, sampah pembungkus bahan makanan dan bahan lainnya, sampah sisa makanan, sampah berupa kotoran serta bangkai hewan.
  4. Sampah industri termasuk diantaranya air limbah industri, debu industri. Sisa bahan baku dan bahan jadi dan sebagainya.
  5. Pertanian
Baca Lainnya :  Pengertian Estimasi

Klasifikasi Limbah Padat

Penggolongan jenis limbah padat dapat didasarkan pada komposisi kimia, sifat mengurai, mudah tidaknya terbakar, berbahaya dan karakteristik. Berdasarkan karakteristiknya limbah padat dibedakan:

1. Garbage(sampah basah)

Garbage adalah jenis sampah yang terdiri dari sisa-sisa potongan hewan atau sayur-sayuran hasil dari pengolahan, pembuatan dan penyediaan makanan yang sebagian besar terdiri dari zat-zat yang mudah membusuk.


2. Rubbish(sampah kering)

Rubbish adalah sampah yang dapat terbakar dan tidak dapat terbakar yang berasal dari rumah-rumah, pusat-pusat perdagangan, kantor-kantor. Sampah yang mudah terbakar umumnya terdiri dari zat-zat organik seperti kertas, kardus, plastik dan lain-lain. Sedangkan sampah yang tidak dapat/ sukar terbakar sebagian besar mengandung zat-zat inorganik seperti logam-logam, kaleng-kaleng dan sisa pembakaran.


3. Abu (Ashes)

Sampah jenis ini adalah sampah yang berasal dari sisa pembakaran dari jenis zat yang mudah terbakar seperti di rumah, kantor maupun di pabrik-pabrik industri.


4. Street cleaning(sampah dari jalan)

Sampah jenis ini berasal dari pembersihan jalan dan trotoar baik dengan tenaga manusia maupun dengan tenaga mesin yang terdiri dari kertas-kertas, daun-daunan dan lain-lain.


5. Industrial wastes(sampah industri)

Merupakan sampah yang berasal dari industri-industri pengolahan hasil bumi/ tumbuhan dan industri lain. Sampah industri dapat berupa:

  • Bahan kimia beracun
  • Bahan berbahaya
  • Bahan kimia
  • Mineral
  • Residu dan Organik
  • Residu patologi radiologi
  • Kayu dan kertas
  • Demolition wastes(sampah bangunan)
  • Hazardous wastes(sampah berbahaya)
  • Water treatment residu

Contoh Limbah Padat

Dibawah ini adalah macam-macam contoh limbah padat yakni sebagai berikut:

  • Kardus kemasan -Seng -Amplas -Serbuk Kayu -Kertas -Plastik.
  • Sisa makanan -Plastik -Kertas -Sisa Bangunan -Kardus -Kaleng -Bekas kemasan makanan.
  • Sisa Jerami -Kotoran Hewan -daun daun.

Demikian Penjelasan Materi Tentang Limbah Padat: Pengertian, Macam, Jenis, Dampak, Cara, Proses, Pengolahan, Metode, Sumber, Klasifikasi dan Contoh Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi.