√Lempar Lembing: Pengertian, Peralatan, dan Cara Lempar Lembing

Diposting pada

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentan Lempar Lembing? Mungkin anda pernah mendengar kata Lempar Lembing? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, peralatan dan cara. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Lempar Lembing: Pengertian, Peralatan, dan Cara Lempar Lembing

 

Pengertian Lempar Lembing

Lempar lembing ialah salah satu cabang olahraga dalam atletik. Lembing pada masa lampau terbuat dari kayu dengan ujung dari besi dan sosok. Untuk membawanya sangat berat, kemudian diganti dengan kayu ringan dari Swedia dan berubah lagi menjadi lembing modern yang terbuat dari logam dan serat kaca (fiber glass).

Peralatan Lempar Lembing

Peralatan lembing yang dipergunakan dalam olahraga lempar lembing mempunyai ketentuan berikut:

Bagian lembing terdiri atas 3 bagian, antara lain:

  1. Mata lembing
  2. Badan lembing dibuat dari metal dan pada ujung depan terpasang kokoh sebuah mata lembing yang runcing
  3. Tali pegangan berada di titik pusat gravitasi dan titik melebihi garis tengah badan lembing dari 8 mm. Lilitan tali pegangan lembing harus sama tebal dan bergigi tanpa sabuk atau benjolan

Ukuran panjang dan berat lembing ialah sebagai berikut:

  • Putra : panjang sekitar 2,6-2,7 m dan berat sekitar 800 gram
  • Putri : panjang sekitar 2,2-2,3 m dan berat sekitar 600 gram

Cara Dasar Lempar Lembing

Berikut ini merupakan cara dasar dari lempar lembing antara lain sebagai berikut:

Cara Memegang Lembing

Ada 2 cara memegang lembing yang banyak digunakan oleh pelempar lembing, antara lain:

Cara Finlandia dengan cara berikut:

  1. Jaring tengah melingkari pegangan lembing pada tepi belakang dan bersentuhan dengan ibu jari yang lurus memegang di tempat tersebut.
  2. Jari telunjuk memegang lembing di belakang pegangan agak lurus dan segaris dengan lengan.
  3. Dua jari yang lain berimpit dan melingkari pegangan lembing agak renggang dengan jari tengah. Dengan cara itu tarikan pada bagian tepi belakang pegangan lembing dilakukan oleh jari tengah.

Cara Amerika dengan cara berikut:

  • Jari telunjuk memegang bagian belakang lembing
  • Ibu jari dalam keadaan lurus diletakkan pada lembing di belakang tepi pegangan
  • Tiga jari yang lain berimpit agak renggang dengan jari telunjuk memegang pada pegangan lembing. Dengan cara ini yang memegang peranan dalam melempar ialah jari telunjuk.

Cara Membawa Lembing

Ada 3 cara membawa lembing sewaktu melakukan awalan. Pelempar dapat memilih salah satu yang sesuai dengannya. Berikut ini cara membawa lembing antara lain:

  1. Dibawa di atas bahu dengan mata lembing mengarah seorang ke atas. Cara ini umumnya digunakan oleh yang menggunakan awalan dengan gaya jingkat atau gaya Amerika atau American Hop.
  2. Dibawa di muka bahu dengan mata lembing mengarah serong ke bawah. Cara ini banyak digunakan oleh pelempar yang menggunakan awalan langkah silang atay gaya Finlandia.
  3. Dibawa dengan lembing ke bawah. Lengan kanan yang memegang lembing lurus ke bawah  maka lembing arahnya serong ke atar, ekor lembing dekat tanah. Cara membawa ini untuk memudahkan pelempar memperoleh posisi siap melakukan lemparan setelah melakukan awalan.

Cara Melempar Lembing

Cara melempar lembing dapat dilakukan dengan cara atlet berlari sampai membawa lembing di atas kepala dengan lengan ditekuk, siku menghadap ke depan dan telapak tangan menghadap ke atas. Posisi lembing berada sejajar di atas garis paralel dengan tanah. Panjang awalan rata-rata 30 m. Awalan pendahuluan biasanya dimulai ketika atlet tiba di tempat yang telah diberi  tanda sebelumnya (check mark).

Gaya Melempar Lenting

Terdapat 2 bagian gaya melempar lenting, antara lain:

Gaya Jingkat (Hop Step)

Pada permulaan lari awalan, lembing dibawa setinggi kepala dengan lengan bengkok siku menghadap ke atas. Kemudian berlari secepat-cepatnya, pada saat kaki kiri sampai pada tanda (check mark) yang telah ditentukan, tangan kanan telah mulai sedikit diluruskan ke belakang bawah. Kemudian, kaki kanan melangkah dan mendarat maka dengan tumpuan kaki kanan gerakan berjingkat dilakukan, mendarat dengan kaki kanan terlebih dahulu dan kaki kiri langsung ditarik selebar dan sejauh mungkin.

Gaya Silang

Terdapat 6 bagian dari gaya silang pada lembar lembing, antara lain:

  • Dengan permulaan berlari, lembing dibawa setinggi kepala dengan lengan bengkok, siku menghadap ke depan dan telapak tangan menghadap ke atas.
  • Lembar sejajar dengan tanah, lintasan awalan kuran lebih 30 m termasuk  langkah silang, langkah akhir dimulai sejak pelempar sampai pada tanda (check mark) yang dipasang sebelumnya.
  • Kaki kanan melompat kuat dibantu dengan kaki kiri mengangkat panggul ke depan atas disertai dengan panggul dan badan diputar ke kiri. Lengan kiri dari posisi terangkat di muka dada lalu digerakkan ke samping kiri. Kepala menghadap ke arah lemparan agak menengadah, pandangan agak ke atas.
  • Didahului siku kanan, lembing dilemparkan sekuat-kuatnya dengan sudut lemparan kurang lebih 40° disertai dengan badan yang dicondongkan ke depan mengikuti ayunan lengan melempar lembing, lepasnya lembing kira-kira ke atas depan dari bahu kanan.
  • Lepasnya lembing diikuti dengan kaki kanan melangkah di muka. Gerakan ini ialah langkah kelima gaya Finlandia. Bersamaan dengan mendaratnya kaki kanan, kaki kiri ditegakkan ke belakang dan tetap terangkat untuk memberikan keseimbangan pada kaki kanan yang harus berjingkat-jingkat dalam usahanya mengerem lajunya awalan.
  • Keluar dari lintasan setelah lembing yang dilempar jauh . Dari posisi berdiri ia meninggalkan lintasan. Lemparan dianggap tidak sah kalau setelah melempar dan lembing belum jatuh ke tanah, ia telah meninggalkan lintasan.

 

Demikian Penjelasan Materi Tentang Lempar Lembing: Pengertian, Peralatan, dan Cara Lempar Lembing
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi SiswSiswi

 

Baca Lainnya :  √Lembaga Sosial: Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis, Sifat dan Syarat
Baca Lainnya :  Sinonim, Antonim dan Polisemi
Baca Lainnya :  √Batuan Beku: Pengertian, Jenis, Proses Pembentukan dan Contohnya