Kondensasi adalah

Diposting pada

Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Kondensasi? Mungkin anda pernah mendengar kata Kondensasi? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang Pengertian, jenis, proses, dampak, contoh. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Kondensasi-adalah

Pengertian Kondensasi

Kondensasi adalah sebuah proses perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat, seperti gas (atau uap) menjadi cairan. perubahan zat yang melepaskan kalor. Kondensasi atau pengembunan ini merupakan lawan dari penguapan atau evaporasi yang melepaskan panas. Kondensasi ini terjadi apabila saat uap air di udara melalui permukaan yang lebih dingin dari titik embun uap air, maka uap air ini akan terkondensasi menjadi titik-titik air atau embun.


Pengertian Kondensasi Menurut Para Ahli

Adapun pengertian kondensasi menurut para ahli antara lain sebagai berikut:


1. Wibowo Dkk (2015)

Definisi presipitasi menurut Wibowo adalah suatu kejadian jatuhnya air dari atmosfer menuju permukaan bumi. Bentuk zat cair yang turu itu dapat berupa salju, hujan, kabut, dan embun.


2. Triatmodjo (2008)

Definisi presipitasi menurut Triatmodjo adalah turunan air dari atmosfer ke permukaan bumi yang dapat terdiri dari embun, salju, hujan es dan hujan. Presipitasi untuk daerah tropis, hujan memberikan peran atau fungsi yang besar. Hal ini terlihat dimana biasanya hujanlah yang dianggap presipitasi.


3. Karnaningroem (1990)

Bahwa proses pengembunan merupakan proses perubahan wujud gas menjadi wujud cair yang disebabkan adanya perbedaan temperatur .Temperatur pengembunan berubah selaras dengan tekanan uap yang terjadi

Baca Lainnya :  Etnosentrisme Menurut Para Ahli: Pengertian, Faktor, Dampak dan Contoh

4. Pengertian kondensasi menurut KBBI

Perubahan uap air atau benda gas menjadi benda cair pada suhu udara di bawah titik embun


5. Wikipedia

Definisi presipitasi menurut Wikipedia adalah setiap produk dari kondensasi uang air di atmosfer. Ia terjadi pada saat atmosfer menjadi jenuh dan air kemudian terkondensasi dan keluar dari larutan tersebut (terpresipitasi).


Jenis Kondensasi

Adapun jenis kondensasi yang terbagi menjadi dua jenis, yaitu kondensasi eksterior dan juga kondensasi interior berikut penjelasanya:

  1. Kondensasi Eksterior yaitu sebuah kondensasi yang terjadi pada saat udara lembab menyentuh di permukaan yang dingin seperti kaca.
  2. Kondensasi Interior yaitu sebuah kondensasi yang terjadi pada saat kelembaban udara yang terlalu berlebihan pada suatu ruangan tertutup sehingga apabila berbanding lurus dengan banyaknya udara hangat dalam ruangan akan menyebabkan udara hangat.

Proses Kondensasi

Proses terjadinya pengembunan ataupun kondensasi tersebut terjadi ketika uap air di udara melewati permukaan yang jauh lebih dingin dari sebuah titik embun uap air, maka terjadilah uap air ini yang terkondensasi menjadi sebuah titik-titik air atau embun.


Proses terbentuknya awan adalah wujud dari proses kondensasi. Naiknya uap air adalah akibat sinar matahari akan terkondensasi pada udara, hal ini disebabkan udara di atas permukaan bumi jauh lebih rendah dari sebuah titik embun uap air. Proses kondensasi yang terjadi inilah yang mengakibatkan terjadinya awan.


Biasanya supaya kondensasi berlangsung, atmosfer perlu sepenuhnya jenuh. Dengan kata lain, sebuah tekanan uap perlu mencapai dengan maksimum.
Selain awan jenuh, sifat air pun harus ada permukaan yang di atasnya air bisa mengembun. Di atmosfer, kondensasi kerap terjadi di sekitar partikel yang berdebu atau partikel lain misalnya seperti asap bahkan hingga bakteri mikroskopis.

Baca Lainnya :  √Mobilitas Sosial: Pengertian, Jenis, Tata Cara, Dampak Serta Faktornya

Dampak Kondensasi

Pada umumnya Kondensasi ialah salah satu penyebab yang sangat besar untuk terjadinya korsleting, sebab dengan adanya kondensasi akan menciptakan embun air di dalam board unit yang bisa menyebabkan bad contact pada sebuah alat atau yang lebih parahnya mengakibatkan korsleting.


Oleh sebab itu, temperature yang disarankan guna suhu ruangan tempat pada alat medis terkadang kisaran 17 0C – 20 ˚C, bahkan untuk ruang control panel pada suatu unit besar misalnya seperti CT Scan maupun MRI tentu membutuhkan pemantauan suhu khusus meskipun sudah dilengkapi menggunakan exhaust ruangan maupun cooler packet dalam unit.


Perpindahan suhu dengan terlalu drastis misalnya seperti dari suhu yang sangat dingin sekali, 16 ˚C menuju ke suhu ruangan yang jauh lebih panas misalnya seperti 23 ˚C kemungkinan terdapat embun air yang terjadi, yang dikarenakan hal tersebut.


Faktor penentu terjadinya kondensasi dalam alat medis ialah :

  • Terjadinya Perpindahan suhu ruangan secara drastis
  • Design ruangan, yakni batas antara suhu di dalam dan di luar ruangan
  • Design atau bahan cover alat medis
  • Gudang penyimpanan

Contoh Kondensasi

 Berikut ini terdapat beberapa conto kondensasi, terdiri atas:

  1. Embun di pagi hari saat kita melihat daun ataupun rumput yang basah padahal malam harinya tidak terjadi hujan
  2. Titik-titik air atau embun yang muncul di dinding gelas jika gelas diisi air dingin .
  3. Kondensi dalam tenda terjadi karena adanya air yang berbentuk uap sebagai hasil dari proses pernafasan. Semakin sesak kondisi tenda, semakin parah pula kemungkinan kondensi akan terjadi karena uap hasil pernafasan yang terjebak di dinding tenda
  4. Terbentuknya titi-titik air melalui pengembunan dari uap air di awan. Titik-titik air ini kemudian akan turun dalam bentuk hujan.
Baca Lainnya :  √Materi Lengkap Sistem Bilangan Real Serta Penjelasannya

Demikian Penjelasan Materi Tentang Kondensasi: Pengertian, Jenis, Proses, Dampak dan Contoh
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Semuanya