√Khitan: Pengertian, Hukum, Waktu, Tata Cara, Dalil dan Manfaat Khitan

Diposting pada

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Khitan? Mungkin anda pernah mendengar kata Khitan? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, hukum, waktu, tata cara, dalil dan manfaat. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Khitan: Pengertian, Hukum, Waktu, Tata Cara, Dalil dan Manfaat Khitan

Pengertian Khitan

Berdasarkan arti bahasanya, khitan bermula dari bahasa arab yakni khatnun artingya membelah bagian depan. Sementara menurut umum, khitan ialah membelah kulup (kulit bagian depan gender laki-laki) yang melingkupi kepala zakar biar gender laki-laki tidak gembur tersentuh buangan sisa air seni yang menyangkut pada kelamin dalam tersebut.

Hukum Khitan

Hukum Khitan untuk Laki-Laki

Berdasarkan para ulama fiqih, hukum melaksanakan khitan bagi laki-laki ialah hukumnya wajib. Para pengikut pendapat ini ialah imam Syafi’i, imam Ahmad, dan sepihak pengikut imam Malik. Menurut Imam Hanafi, melaksanakan khitan ialah wajib tetapi tidak fardu.

Berikut ini ada beberapa tumpuan dari para ulama fiqih yang menyebutkan khitan hukumnya wajib, yakni sebagai berikut:

  1. Pendapat Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda mengatakan Nabi Ibrahim a.s melakukan khitan pada usia 80 tahun, Nabi Ibrahim a.s. khitan dengan memakai kapak. (H.R. Bukhari).
  2. Pendapat Abu Dawud dan Ahmad, Rasulullah saw. bersabda mengatakan kepada Kulaib: “lepaskanlah rambut dosa dan berkhitanlah”. Amanat Rasulullah saw. meyakinkan khitan ialah hukumnya wajib.
  3. Khitan ialah ada istiadat umat islah sejak zaman Nabi Ibrahim a.s. sampai sekarang tidak ada yang pernah melewatinya, sebab tidak ada dalil yang menyebutkan itu tidak wajib.
Baca Lainnya :  √Cerita Rakyat: Pengertian, Ciri, Jenis Serta Faktor Cerita Rakyat

Hukum Khitan untuk Perempuan

Hukum khitan untuk perempuan sudah menjadi pembicaraan para ulama fiqih. Beberapa ulama fiqih menyebutkan hukumnya wajib dan beberapa ulam lainnya menyebutkan hukumnya sunah.

Imam Syafi’i dan para anggotanya berpendapat bahwa hukum khitan ialah wajib dan bagi Imam Nawawi menyebutkan ialah shahih. Sementata pendapat dari Imam Abu Hanifah dan Imam Malik dan beberapa anggota Imama Syafi’i berpendapat hukum khitan bagi perempuan ialah sunah.

Waktu Pelaksanaan Khitan

Beberapa sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa: “Rasulullah menjalankan aqiqah untuk anaknya Al Hasan dan Al Husein serta mengkhitan mereka berdua pada hari ke-7 kelahiran”. Sementara berdasarkan ilmu kedokteran waktu sangat tepat untuk menjalankan khitan yakni saat bajang bayi melahirkan efisiennya pada hari ke3 sampai ke-7 sesudah melahirkan. Karena jika bajang bayi sesudah melahirkan lalu dikhitan, maka akan memudahkan bajang bayi tersebut untuk memikul rasa sakit pada saat dikhitan.

Tata Cara Pelaksanaan Khitan

Berikut ini terdapat 2 tata cara pelaksanaan khitan, yakni:

  • Tata Cara Khitan untuk Laki-Laki

Tata cara yang dilakukan khitan pada anak laki-laki ialah membelah kulup pada kulit bagian atas kepala zakar.

  • Tata Cara Khitan untuk Perempuan

Tata cara yang dilakukan khitan pada anak perempuan ialah memangkas ataupun mengambil sedikit klitoris yang berada di atas vagina perempuan.

Dalil Khitan

Berikut ini terdapat 2 dalil khitan, yakni sebagai berikut:

  • Q.S. An-Nah l: 123

  • Q.S. Al-Hajj : 78

Artinya: ” Dan berjihadlah kamu di jalan Allah swt. dengan jihat yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia tidak menjadikan sekukaran untukmu dalam agama. (Ikutlah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu dan (begitu pula) dalam (Al-Qur’an) ini agar rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah sholat dan tunaikanlah zakat dan berpegang tegulah kepada Allah. Dialah pelindungmu; Dia sebai-baik pelindung dan sebagi-baik penolong.

Baca Lainnya :  Koperasi adalah

Manfaat Khitan

Berikut ini ada beberapa manfaat dari khitan, yakni sebagai berikut:

  • Khitan tidak mengakibatkan fungsi dan dorongan seksual pria malah mengarah menaikkan kenikmatan sebab kelamin makin bersih sehingga menyegarkan untuk melaksanakan hubungan seksual.
  • Khitan mengakibatkan produktivitas laki-laki sebab kelamin makin bersih sehingga air mani yang keluar tidak terinfeksi oleh buangan yang berisi komplikasi dari bekas-bekas air kencing.
  • Khitan bisa menyusutkan efek peradangan saluran urine
  • Khitan bisa menyusutkan efek peradangan penyakit menular seksual dan HIV AIDS
  • Sedangkan untuk perempuan, khitan dapat mengatur syahwat seksual
  • Menambahkan kenikmatan dan pikiran menyenangkan saat melakukan seksual kepada pasangannya

 

Demikian Penjelasan Materi Tentang Khitan: Pengertian, Hukum, Waktu, Tata Cara, Dalil dan Manfaat Khitan
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Semuamnya