Kekuasaan Adalah

Diposting pada

Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Kekuasaan? Mungkin anda pernah mendengar kata Kekuasaan? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, pengertian menurut para ahli, sumber, kegunaan, jenis, unsur, saluran, tipe dan cara. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Kekuasaan Adalah

Pengertian Kekuasaan

Kekuasaan (power) adalah kemampuan yang dimiliki seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi individu lain ataupun kelompok lain. Kekuasaan yang dimiliki seseorang akan menempatkan orang tersebut dalam suatu kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain yang dipengaruhinya. Pada umumnya kekuasaan akan menciptakan suatu hubungan yang vertical dalam suatu organisasi. Kekuasaan juga akan menentukan siapa yang pantas dan seharusnya mengambil keputusan (decision making) dalam suatu organisasi. Teori yang dikemukakan oleh French dan Raven ini menyatakan bahwa kepemimpinan bersumber pada kekuasaan dalam kelompok atau organisasi. Dengan kata lain, orang atau orang-orang yang memiliki akses terhadap sumber kekuasaan dalam suatu kelompok atau organisasi tertentu akan mengendalikan atau memimpin kelompok atau organisasi itu sendiri. Adapun sumber kekuasaan itu sendiri ada tiga macam, yaitu kedudukan, kepribadian dan politik.


Pengertian Kekuasaan Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah beberapa pengertian kekuasaan menurut para ahli yaitu:

1. Menurut Gibson

Kekuasaan adalah Kemampuan seseorang untuk memperoleh seuatu sesuai dengan cara yang dikehendaki.


2. Menurut Niccolo Machiavelli

Kekuasaaan merupakan suatu yang harus diraih karena ia tidak datang begitu saja. Kekuasaan harus direnggut dan dipertahankan, dan dalam mempertahankanya, seorang penguasa harus serentak dicintai dan ditakuti warganya. Demi kekuasaaan, menurutnya, pertimbangan-pertimbangan moral menjadi tidak relevan. Karenanya, ditakuti oleh segenap warga bagi sang penguasa adalah yang lebih esensial.


3. Menurut Max Weber

Kekuasaan adalah kesempatan seseorang atau sekelompok orang untuk menyadarkan masyarakat akan kemauan-kemauannya sendiri dengan sekaligus menerapkannya terhadap tindakan-tinakan perlawanan dari orang-orang atau golongan-golongan tertentu.


4. Menurut Lewin

Kekuasaan adalah kemampuan potensial dari seseorang/kelompok orang untuk mempengaruhi yang lain dalam sistem yang ada. Dalam pengertiannya, kekuasaan adalah kualitas yang melekat dalam satu interaksi antara dua atau lebih individu. Jika setiap individu mengadakan interaksi untuk mempengaruhi tindakan satu sama lain, maka yang muncul dalam interaksi tersebut adalah pertukaran kekuasaan.

Baca Lainnya :  Energi Alternatif


5. Menurut Robert Mac Iver

Kekuasaaan sosial adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain, baik dengan secar lansung memberikan perintah, maupun tidak secara lngsung dengan menggunakan segala akal dan cara yang tersedia.


6. Menurut Michael Foulcault

Kekuasaan itu menyebar dimana-mana sebagai konsekuensi pandangan bahwa kekuasaan tidak berpusat pada individu-individu atau negara. Kekuasan menyebar melalui seluruh struktur tindakan yang menekan dan mendorong tindakan tindakan lain melalui rangsangan, rayuan, paksaan dan larangan.


7. Menurut Soerjono soekanto

Kekuasaan diartikan sebagai suatu kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan tersebut. (Abdulsyani, 2007:136)


Sumber Kekuasaan dan Kegunaanya

 Kekuasaan mempunyai aneka macam bentuk dan bermacam-macam sumber. Hak milik kebendaan dan kedudukan adalah sumber kekuasaaan. Birokrasi dan kemampuan khusus dalam bidang ilmu-ilmu pengetahuan tertentu juga merupakan sumber kekuasaan. Peraturan-peraturan hukum yang tertentu juga bisa munculnya kekuasaan, sebagai rinci berbagai sumber kekuasaan dan kegunaan dapat dilihat dibawah ini :

Sumber

kegunaaan

  • Militer, Polisi, Kriminal
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • tradisi
  1. Pengendalian kekerasan
  2. Mengendalikan tanah, buruh, produksi
  3. Pengambilan keputusan
  4. Mempertahankan, mengubah, melancarkan interaksi
  5. Sistem kepercayaan, nilai-nilai
Tiap-tiap sumber kekuasaan memiliki kegunaan masing-masing sesuai peruntukan, kondisi dan fungsinya tidak bisa untuk semua hal.

Jenis-Jenis Kekuasaan

Berikut ini adalah beberapa jenis-jenis kekuasaan yaitu:

  • Monarki dan Tirani

Monarki berasal dari kata ‘monarch’ yang berarti raja, yaitu jenis kekuasaan politik di mana raja atau ratu sebagai pemegang kekuasaan dominan negara (kerajaan).


  • Aristokrasi dan Oligarki

Dalam jenis kekuasaan monarki, raja atau ratu biasanya bergantung pada dukungan yang diberikan oleh para penasihat dan birokrat. Jika kekuasaan lebih banyak ditentukan oleh orang-orang ini (penasihat dan birokrat) maka jenis kekuasaan tidak lagi berada pada satu orang (mono) melainkan beberapa (few). Aristokrasi sendiri merupakan pemerintahan oleh sekelompok elit (few) dalam masyarakat, di mana mereka ini mempunyai status sosial, kekayaan, dan kekuasaan politik yang besar. Ketiga hal ini dinikmati secara turun-temurun (diwariskan), menurun dari orang tua kepada anak. Jenis kekuasaan aristokrasi ini disebut pula sebagai jenis kekuasaan kaum bangsawan (aristokrasi).


  • Demokrasi dan Mobokrasi

Dalam jenis kekuasaan monarki, raja atau ratu biasanya bergantung pada dukungan yang diberikan oleh para penasihat dan birokrat. Jika kekuasaan lebih banyak ditentukan oleh orang-orang ini (penasihat dan birokrat) maka jenis kekuasaan tidak lagi berada pada satu orang (mono) melainkan beberapa (few).

Baca Lainnya :  Virus Zika


  • Aristokrasi

Merupakan pemerintahan oleh sekelompok elit (few) dalam masyarakat, di mana mereka ini mempunyai status sosial, kekayaan, dan kekuasaan politik yang besar. Ketiga hal ini dinikmati secara turun-temurun (diwariskan), menurun dari orang tua kepada anak. Jenis kekuasaan aristokrasi ini disebut pula sebagai jenis kekuasaan kaum bangsawan (aristokrasi).


Unsur-Unsur Kekuasaan

Berikut ini adalah beberapa unsur-unsur kekuasaan yaitu:

1. Rasa Takut

Perasaan takut pada seseorang (contohnya penguasa) menimbulkan suatu kepatuhan terhadap segala kemauan dan tindakan orang yang ditakuti. Rasa takut merupakan perasaan negative, karena seseorang tunduk kepada orang lain dalam keadaan terpaksa. Rasa takut juga menyebabkan orang yang bersangkutan meniru tindakan-tindakan orang yang ditakutinya.  Gejala ini dinamakan matched dependent behavior. Rasa takut biasanya berlaku dalam masyarakat yang mempunyai pemerintahan otoriter.


2. Rasa cinta

Rasa cinta menghasilkan perbuatan-perbuatan yang pada umumnya positif. orang-orang lain bertindak Sesuai dengan pihak yang berkuasa, untuk menyenangkan semua pihak. Rasa cinta yang efisien dimulai dari pihak penguasa sehingga sistem kekuasaan akan dapat berjalan dengan baik dan teratur.


3. Kepercayaan

Kepercayaan dapat timbul sebagai hasil hubungan langsung antara dua orang yang lebih atau bersifat asosiatif. Dari kepercayaan yang bersifat pribadi akan berkembang dalam suatu organisasi atau masyarakat secara luas. sehingga Kepercayaan merupakan hal yang penting dalam suatu kekuasaan. Jika seorang pemimpin menaruh kepercayaan pada bawahanya, maka wajib bagi anak buahnya untuk patuh dan mempunyai sifat terpecaya.  Begitupun bagi pemimpinnya. Jika semua orang dari mulai pemimpin, bawahannya, bahkan masyarakat luas mempunyai sifat kepercayaan maka system kekuasaan bahkan pemerintahan akan berjalan dengan baik.


4. Pemujaan

Dalam system pemujaan, seseorang atau sekelompok orang yang memegang kekuasaan mempunyai dasar pemujaan dari orang lain. Akibatnya segala tindakan penguasa dibenarkan atau setidak-tidaknya diangggap benar.


Saluran Kekuasaan

Berikut ini adalah beberapa saluran kekuasaan yaitu:

  • Saluran militer

Saluran militer merupakan saluran paksaan (coercion) serta kekuatan militer (military force) yang digunakan penguasa dalam menggunakan kekuasaannya. Tujuan utamanya yaitu untuk menimbulkan rasa takut dalam diri masyarakat, sehingga mereka tunduk kepada kemauan penguasa atau sekelompok orang yang dianggap sebagai penguasa. Hal ini banyak dijumpai pada Negara-negara totaliter.


  • Saluran ekonomi

Saluran ekonomi digunakan penguasa untuk untuk menguasai kehidupan masyarakat. Dengan menguasai ekonomi dan kehidupan rakyat, penguasa dapat melaksanakan pelaturan serta perintahnya dengan menerapakan sanksi bagi yang melanggarnya.


  • Saluran politik

Melalui saluran politik, penguasa dan pemerintah berusaha untuk menbuat pelaturan yang harus ditaati oleh masyarakat yaitu dengan meyakinkan atau memaksa masyarakat untuk menaati peraturan yang telah dibuat oleh badan yang berwenang dan sah.

Baca Lainnya :  Komponen Kebugaran Jasmani


  • Saluran tradisional

Saluran tradisional merupakan saluran yang menggunakan penyesuaian tradisi pemegang kekuasaan dengan tradisi yang terkenal di dalam suatu masyarakat yaitu dengan jalan menguji tradisi pemegang kekuasaan dengan tradisi yang sudah meresap dalam jiwa masyarakat, sehingga pelaksanaan kekuasaan dapat berjalan dengan lebih lancar. Saluran ini merupakan saluran yang paling disukai.


  • Saluran ideology

Para penguasa dalam masyarakat, biasanya mengemukakan serangkaian ajaran atau doktrin, yang bertujuan untuk menerangkan sekaligus memberi dasar bagi pelaksanaan kekuasaannya. Setiap penguasa akan berusaha untuk dapat menerangkan ideologinya dengan sebaik-baiknya sehingga institutionalized dan bahkan internalizeddalam diri warga masyarakat.


Tipe-Tipe Kekuasaan

Berikut ini adalah beberapa tipe-tipe kekuasaan yaitu:

  1. Legitimate power adalah Kekuasaan formal yang diperoleh berdasarkan hukum atau aturan yang timbul dari pengakuan seseorang yang dipengaruhi bahwa pemberi pengaruh berhak menggunakan pengaruh sampai pada batas tertentu. Perolehan kekuasaan melalui pengangkatan ( UU, SK, dll )
  2. Coercive power adalah Kekuasaan berdasarkan pada kemampuan orang untuk menghukum orang yang dipengaruhi kalau tidak memenuhi perintah atau persyaratan. (teguran sampai hukuman). Perolehan kekuasaan melalui cara kekerasan ( Perebutan atau perampasan bersenjata, inconstitusional, kudeta )
  3. Expert power adalah Kekuasaan yang didasarkan pada persepsi atau keyakinan bahwa pemberi pengaruh mempunyai keahlian relevan atau pengetahuan khusus yang tidak dimiliki oleh orang yang dipengaruhi. (professional atau tenaga ahli). Perolehan kekuasaan berdasarkan keahlian seseorang ( merit system)
  4. Reward Power adalah Kekuasaan yang didasarkan pada kemampuan seseorang pemberi pengaruh untuk memberi penghargaan pada orang lain yang dipengaruhi untuk melaksanakan perintah. (bonus sampai senioritas atau persahabatan). Perolehan kekuasaan melalui suatu pemberian atau karena berbagai macam pemberian.
  5. Reverent Power adalah Kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok yang didasarkan pada indentifikasi pemberi pengaruh yang menjadi contoh atau panutan bagi yang dipengaruhi. (karisma, keberanian, simpatik dan lain-lain). Perolehan kekuasaan melalui daya tarik seseorang. ( fisik, performance, dll ).
  6. Legitimasi Sosial adalah kekuasaan yang diperoleh melalui pemilihan yang dilakukan oleh masyarakat (rakyat).

Cara-Cara Mempertahankan Kekuasaan

Berikut ini adalah beberapa cara-cara mempertahankan kekuasaan yaitu:

  • Menghilangkan segenap peraturan-peraturan lama, terutama dalam bidang politik, yang merugikan penguasa. Mengganti dengan peraturan baru yang menguntungkan penguasa.
  • Mengadakan sistem-sistem kepercayaan (belief-system) yang akan memperkokoh kedudukan penguasa atau golongannya.
  • Melaksanakan administrasi dan birokrasi yang baik.

Demikian Penjelasan Materi Tentang Kekuasaan Adalah : Pengertian, Pengertian Menurut Para Ahli, Sumber, Kegunaan, Jenis, Unsur, Saluran, Tipe dan Cara Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi.

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari