√Erosi: Pengertian, Macam, Penyebab, Dampak dan Caranya

Diposting pada

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Erosi? Mungkin anda pernah mendengar kata Erosi? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, macam, penyebab, dampak dan caranya. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Erosi: Pengertian, Macam, Penyebab, Dampak dan Caranya

Pengertian Erosi

Erosi adalah suatu peristiwa pengikisan tanah, sedimen, batuan dan pertikel lain, akibat angin, air atau es dan kerekteristik hujan.

Bencana alam yang satu ini juga melibatkan pengaruh gravitasi sebab material yang dibawa angin, es ataupun air akan terkumpul di titik yang lebih rendah. Meski terlihat sederhana, namun akibat yang ditimbulkan oleh erosi ini cukup serius.


Macam-Macam Erosi

Berikut ini terdapat beberapa macam-macam erosi, yakni sebagai berikut:

  • Erosi Permukaan

Erosi permukaan ialah pengangkutan lapisan tanah yang merata tebalnya dari suatu permukaan bidang tanah. Kekuatan jatuh butir-butir hujan dan aliran air dipermukaan tanah merupakan penyebab utama erosi ini.

  • Erosi Alur

Erosi alur ialah erosi yang terjadi akibat terkonsentrasinya air pada tempat terperciknya partikel-partikel tanah yang kemudian membentuk aliran ke bawah.

  • Erosi Parit

Proses terjadinya sama dengan erosi alur tetapi saluran-saluran yang terbentuk sudah sedemikian dalamnya sehingga tidak dapat dihilangkan dengan pengolahan tanah biasa. Erosi parit yang baru terbentuk berukuran sekitar 40 cm lebar dan dalamnya sekitar 25 cm. Erosi parit yang telah lanjut dapat mencapai 30 meter dalamnya.

  • Erosi Tebing Sungai

Erosi tebing sungai terjadi sebagai akibat pengikisan tebing oleh air yang mengalir dari bagian atas atau oleh terjangan arus air yang kuat pada kelokan sungai. Erosi tebing akan lebih hebat jika vegetasi penutup tebing telah habis atau jika dilakukan pengelolaan terlalu dekat dengan tebing.

  • Longsor

Longsor adalah suatu bentuk erosi yang pengangkutan atau pemindahan tanahnya terjadi pada suatu saat dalam volume yang besar.

  • Erosi Internal

Erosi internal ialah terangkutnya butir-butir primer kebawah kedalam celah-celah atau pori-pori tanah, sehingga tanah menjadi kedap air dan udara. Erosi ini menyebabkan menurunnya kapasitas infiltrasi tanah dengan cepat sehingga aliran permukaan meningkat yang menyebabkan erosi lembar dan erosi alur.


Penyebab Terjadinya Erosi

Berikut ini terdapat beberapa penyebab terjadinya erosi, yakni sebagai berikut:

  • Iklim

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, erosi sebenarnya adalah perisitwa yang alamiah. Salah satu peristiwa alam yang memicu terjadinya pengikisan (tanah, bebatuan serta sedimen lainnya) adalah iklim, khususnya curah hujan. Erosifitas akan semakin meningkat seiring dengan tinginya intensitas laju hujan. Jadi, jangan heran jika di musim penghujan Anda sering mendengar berita erosi, utamanya di wilayah dengan kondisi tanah yang kurang baik.

  • Tanah

Kondisi fitur alam yang satu ini ikut menentukan erosifitas. Tanah memiliki sifat yang mudah rusak. Kerusakannya bisa saja berupa menurunnya kemampuan menahan air, unsur hara juga bahan organik yang minim, kapasitas infiltrasi yang menurun, kepadatan yang meningkat, penetrasi tanah yang buruk juga struktur tanah yang kurang lengkap juga menjadi faktor pemicu terjadinya erosi.

  • Tanaman Penutup Tanah

Absennya vegetasi dalam menjaga tanah merupakan pemicu terjadinya erosi yang hebat. Mengapa? Sebab kemampuan tanah menyimpan dan mengunci air juga dipengaruhi banyak oleh akar dari vegetasi tersebut. Selain itu, akar dari vegetasi terseut juga berperan sebagai pengunci tanah serta memperbaiki strukturnya oleh karena akar-akarnya yang menyebar. Jadi, ingin meminimalisir erosi? Rajinlah menanam pohon.

  • Manusia

Tahukah Anda bahwa banyak aktifitas manusia yang menjadi penyebab erosi? Kegiatan tersebut secara umum mengeksploitasi lingkungan secara berlebihan sehingga ketika alam mulai melakukan siklus erosi alamiah, dampaknya menjadi sangat buruk bagi umat manusia. Adapun kegiatan yang dimaksud antara lain penambangan, pengerukan tanah, eksploitasi hutan serta kegiatan berorientasi ekonomi lainnya.

  • Topografi

Laju erosi juga bisa diperparah oleh kondisi topofrafi suatu wilayah. Umumnya, erosifikasi sangat intens terjadi di wilayah dengan tingkat kemiringan yang landai. Misalnya saja di wilayah pegunungan. Terlebih jika tanah di gunung tersebut tidak dilindungi oleh vegetasi. Grafitasi serta air hujan akan membuat sedimen di wilayah itu mudah luluh lantak.


Dampak Terjadinya Erosi

Berikut ini terdapat 2 dampak terjadinya erosi, yakni sebagai berikut:

  • Dampak Erosi dari Dalam

Dampak yang satu ini merupakan gejala yang bisa kita jumpai dan lihat langsung di titik erosi yaitu penurunan produktifitas tanah sebab kondisi tanah pasca erosi memang kritis. Peristiwa erosi mempengaruhi kesuburan tanah sebab erosi menyebabkan pertikel dalam tanah hilang, struktur tanah rusak, daya tamping tanah menurun, tanah kehilangan unsur hara juga senyawa organiknya serta masih banyak lagi lainnya.

  • Dampak Erosi dari Luar

Dampak yang satu ini ialah gejala paska erosi yang bisa dijumpai di titik akhir material erosi terbawa. Bentuk dampak ini bermacam-macam, antara lain terjadinya pelumpuran serta pendangkalan waduk, terjadinya penimbunan lahan pertanian juga bangunan, kualitas air yang memburuk, serta ekosistem perairan yang merugi.


Cara Mencegah Terjadinya Erosi

Berikut ini terdapat beberapa cara mencegah terjadinya erosi, yakni sebagai berikut:

  • Countur Farming

Merupakan dengan melakukan penanaman pada lahan dengan berdasar pada garis kontur. Dengan demikian, sistem perakarannya bisa amembantu menahan tanah.

  • Terassering

Merupakan dengan melakukan penanaman berdasarkan sistem teras demit eras. Tujuannya untuk mencegah terjadinya erosi pada tanah yang dipicu oleh pengaruh kuat gravitasi.

  • Membuat Tanggul Pasangan

Merupakan langkah untuk menahan hasil erosi.

  • Contour Plowing

Merupakan dengan membajak tanah searah dengan garis kontur. Dengan demikian akan muncul alur tanam yang horizontal.

  • Contour Strip Cropping

Merupakan dengan melakukan kegiatan bercocok tanam dan membagi bidang-bidang pada tanah tersebut dalam bentuk yang sempit juga memanjang. Pemetaan ini harus ikut pada garis kontur dengan demikian bentuknya akan berbelok-belok.

  • Crop Rotation

Merupakan usaha untuk mencegah erosi dengan cara mengganti jenis tanaman yang menjadi komoditi pertanian agar tanah pada lahan tani tidak terkuras unsur haranya karena diisap secara terus menerus oleh tanaman yang itu-itu saja.

  • Pemupukan

Cara mencegah erosi yang satu ini bertujuan untuk mengembalikan vitalitas tanah sehingga ia tidak akan mudah tergerus oleh air, es maupun angin.

  • Reboisasi

Langkah ini sangat signifikan. Dengan menanami kembali lahan gundul maka potensi erosi bisa ditekan seminimal mungkin. Langkah reboisasi ini juga harus bersinergi dengan pelarangan menebang pepohonan sembarangan utamanya di daerah yang rawan erosi.

  • Drainase

Merupakan dengan mengatur sirkulasi air demi untuk memaksimalkan kesuburan tanah. Ingat, tanah yang subur lebih solid dan tidak mudah terkikis.

 

Demikian Penjelasan Materi Tentang Erosi: Pengertian, Macam, Penyebab, Dampak dan Caranya
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi

 

Baca Lainnya :  √48 Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli dalam Bukunya
Baca Lainnya :  √Daur Biogeokimia: Pengertian dan 4 Macam-Macam Daur Biogeokimia
Baca Lainnya :  √Destilasi: Pengertian, Jenis, Tujuan Serta Prinsip Kerja Lengkap