Drama adalah

Diposting pada

Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Drama? Mungkin anda pernah mendengar kata Drama?  Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, ciri, struktur, unsur, tujuan, manfaat dan jenis. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan

Drama adalah

Pengertian Drama

Drama adalah sebuah jenis karya sastra yang menerangkan kehidupan manusia dengan gerak. drama menggambarkan realita kehidupan, watak, serta tingkah laku manusia melalui peran dan dialog yang ditampilkan. Kisah dan cerita dalam drama menempatkan konflik dan emosi yang secara khusus ditujukan untuk pementasan teater. Naskah drama dibuat sedemikian rupa sehingga nantinya dapat dipentaskan untuk dapat dinikmati oleh penonton.


Pengertian Drama Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pengertian drama menurut para ahli, terdiri atas:


  1. Balthazar Vallhagen

Drama merupakan seni yang menggambarkan alam dan sifat manusia dalam gerakan.


  1. Ferdinand Brunetierre

Drama harus melahirkan keinginan oleh aksi atau gerakan.


  1. Moulton

Drama ialah kisah hidup digambarkan dalam bentuk gerak (disajikan langsung dalam tindakan).


  1. Budianta dkk (2002)

Drama adalah genre sastra yang menunjukkan penampilan fisik secara lisan setiap percakapan atau dialog antara pemimpin di sana.


  1. Seni Handayani

Drama merupakan wujud komposisi berdasarkan dua cabang seni, seni sastra dan seni pertunjukan sehingga drama dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk teks tertulis dan drama dipentaskan.


  1. Wildan

Drama merupakan komposisi berdasarkan beberapa cabang seni, sehingga drama dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk teks tertulis dan drama dipentaskan.

Baca Lainnya :  AMDAL adalah

  1. Tim Matrix Media Literata

Drama adalah bentuk narasi yang menggambarkan kehidupan dan alam manusia melalui perilaku (akting) yang dipentaskan.


  1. Anne Civardi

Drama ialah sebuah kisah yang diceritakan melalui kata-kata dan gerakan.


Struktur Drama

Berikut merupakan 3 struktur drama:

  • Prolog (adegan pembukaan).Prolog merupakan bagian pengantar pada sebuah cerita atau naskah drama, terkadang dipakai untuk menceritakaan kondisi atau gambaran secara umum pada awal sebuah cerita.
  • Dialog (percakapan).Dialog merupakan percakapan antar tokoh maupun pemain yang terjadi didalam sebuah drama. Umumnya dilakukan antara dua orang atau lebih.
  • Epilog (adegan akhir atau penutup).Epilog merupakan bagian penutup pada sebuah naskah ataupun cerita drama, terkadang berisi kesimpulan, atau simpulan dan pesan yang dapat diambil dari dalam cerita drama tersebut.

Ciri-Ciri Drama

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri drama, terdiri atas:

  • Berbentuk Dialog
  • Harus ada aksi
  • Harus dilakonkan
  • Tempo masa kurang daripada 3 jam
  • Tiada ulangan dalam satu masa
  • Memiliki Tokoh / Pelaku
  • Terdapat Konflik

Jenis-Jenis Drama

Ada beberapa jenis drama tergantung dari dasar yang dipakainya. Dalam pembagian jenis drama, biasanya digunakan ada tiga dasar, yakni:


1. Berdasarkan Penyajian Lakon

Berdasarkan penyajian lakon, drama dapat dibedakan menjadi delapan jenis, yaitu:

  1. Opera: drama yang dialognya dinyanyikan dengan diiringi musik.
  2. Tragedi: drama yang penuh dengan kesedihan
  3. Komedi: drama yang penuh dengan kelucuan.
  4. Tragekomedi: perpaduan antara drama tragedi dan komedi.
  5. Tablo: jenis drama yang mengutamakan gerak, para pemainnya tidak mengucapkan dialog, tetapi hanya melakukan gerakan-gerakan.
  6. Melodrama: drama yang dialognya diucapkan dengan diiringi melodi/musik.
  7. Sendratari: gabungan antara seni drama dan seni tari.
  8. Farce: drama yang menyerupai dagelan, tetapi tidak sepenuhnya dagelan.

2. Berdasarkan Media Penyampaian

Berdasarkan media penyampaian, pembagian jenis drama dibagi antara lain:

  1. Drama Panggung: merupakan drama yang dimainkan oleh para aktor dipanggung.
  2. Drama Televisi : merupakan hampir sama dengan drama panggung, hanya bedanya drama televisi tak dapat diraba dan tidak ditampilkan secara langsung seperti drama panggung.
  3. Drama Film : merupakan sebuah drama yang ditampilkan di layar lebar dan biasanya dipertunjukkan di bioskop Sebelum tampil di televisi.
  4. Drama Radio : merupakan drama radio tidak bisa dilihat dan diraba, tetapi hanya bisa didengarkan oleh penikmat
  5. Drama Boneka : merupakan drama yang dimainka oleh boneka yang menjadi pelakon.
  6. Drama Wayang : merupakan drama yang diiringi pegelaran wayang dimana wayang menjadi para pelakon dari setiap adegan
Baca Lainnya :  √Asuransi : Pengertian, Jenis, Keuntungan, Prinsip dan Penolakan

3. Berdasarkan Ada atau Tidaknya Naskah Drama

Berdasarkan ada atau tidaknya naskah drama. Pembagian jenis drama berdasarkan ini, antara lain:

  • Drama Tradisional: tontonan drama yang tidak menggunakan naskah,biasanya pemain juga dapat melakukan improvisasi
  • Drama Modern: tontonan drama menggunakan naskah,para pemain akan bermain sesuai dengan dialog dan naskah

Unsur-Unsur Drama

Berikut ini terdapat beberapa unsur-unsur drama, terdiri atas:

  1. Tema merupakan ide pokok atau gagasan utama  dalam sebuah cerita
  2. Alur merupakan jalan cerita dari sebuah pertunjukkan drama mulai babak pertama hingga babak terakhir
  3. Tokoh merupakan peran dalam drama atau pelaku drama yang terdiri dari tokoh utama dan tokoh pembantu. Tokoh utama atau peran utama disebut primadona sedangkan peran pembantu disebut figuran
  4. Watak adalah perilaku yang diperankan oleh tokoh drama. Watak protagonis adalah watak (periku) baik yang diperankan oleh tokoh drama, contohnya : penyabar, kasih sayang, santun, pemberani, pembela yang lemah, baik hati dan sebagainya. Sedangkan watak antagonis adalah watak (perilaku) jahat yang diperankan oleh tokoh drama, contohnya : sifat iri dan dengki, kejam, penindas dan sebagainya
  5. Latar atau setting adalah gambaran tempat, waktu dan situasi peristiwa dalam cerita drama
  6. Amanat drama merupakan pesan yang disampaikan dari pengarang cerita drama tersebut kepada penonton. Amanat drama dapat disampaikan dengan melalui peran para tokoh drama tersebut.

Tujuan Drama

Berikut ini terdapat beberapa tujuan drama, terdiri atas:

  • Sebagai sarana menghibur dan  Drama yang bersifat komedi dapat membuat para penontonnya tertawa dan terhibur.
  • Mendapatkan suatu pengetahuan, pengetahuan seni keindahan dan pengalaman tentu didalamnya terdapat berbagai nilai moral, pengetahuan, wawasan, dan sebagainya
  • Untuk menghibur secara santai dan pengalaman tentang estetika.
  • Meyampaikan Nilai Sosial Karena umumnya bercerita tentang membangun hubungan yang baik di dalam masyarakat ,drama banyak menyampaikan seperti bagaimana cara menghormati orang lain.
Baca Lainnya :  √Batuan Beku: Pengertian, Jenis, Proses Pembentukan dan Contohnya

Manfaat Drama

Berikut ini terdapat beberapa manfaat drama, terdiri atas:

  1. Menjalin kerja sama yang baik didalam pergaulan sosial.
  2. Memberikan kesempatan untuk melahirkan daya kreasi pada setiap orang.
  3. Mengembangkan emosi sehat untuk anak anak supaya bisa melahirkan daya kreasi.
  4. Dapat menghilangkan rasa malu, takut, gugup, yang ada di diri seseorang.
  5. Mengembangkan sifat serta sikap percaya diri guna tampil didepan umum.
  6. Mengharagai pendapat serta pikiran seseorang secara baik.

Demikian Penjelasan Materi Tentang Drama adalah: Pengertian, Ciri, Struktur, Unsur, Tujuan, Manfaat dan Jenis
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswa