Dinamika Sosial

Diposting pada

Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Dinamika Sosial? Mungkin anda pernah mendengar kata Dinamika Sosial? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang Pengertian, faktor, aspek, dampak, contoh. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Dinamika Sosial

Pengertian Dinamika Sosial

Dinamika Sosial merupakan suatu perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dari waktu ke waktu yang mana terdapat suatu interaksi yang mendorong agar dapat terbentuknya sebuah gerak secara keseluruhan terhadap komponen masyarakat yang pada akhirnya akan menyebabkan adanya berbagai perubahan di dalam masyarakat hal tersebut dapat terjadi baik secara progresif maupun retrogresif.


Faktor Penyebab Dinamika Sosial

Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya dinamika sosial antara lain sebagai berikut:


1. Faktor internal

Faktor Internal merupakan suatu faktor yang berasal dari dalam masyarakat sendiri, antara lain sebagai berikut:

  • Bertambahnya atau berkurangnya penduduk.
  • Adanya penemuan baru (discovery).
  • Penemuan baru yang menyebabkan perubahan dalam masyarakat dibedakan menjadi dua yaitu
  • Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan baru, baik berupa alat maupun gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau kelompok.
  • Invention adalah penemuan baru yang sudah diakui, diterima serta diterapkan masyarakat.
  • Pertentangan (konflik) masyarakat
  • Terjadinya pemberontakan (revolusi) adalah perubahan yang sangat cepat dan mendasar yang dilakukan oleh individu atau kelompok.

2. Faktor eksternal

Faktor Eksternal merupakan suatu faktor yang berasal dari luar masyarakat, antara lain sebagai berikut:
  • Adanya suatu perubahan pada lingkungan alam misalnya seperti bencana alam
  • Terjadai peperangan
  • Adanya pengaruh yang diberikan oleh kebudayaan lain

1. Akulturasi

Akulturasi adalah suatu kebudayaan tertentu yang dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing, yang lambat laun unsur kebudayaan asing tersebut melebur/menyatu ke dalam kebudayaan sendiri (asli), tetapi tidak menghilangkan ciri kebudayaan lama. Hal-hal yang biasa terjadi dalam akulturasi diantaranya

  • Substansi, yaitu unsur kebudayaan yang ada sebelumnya diganti, dan melibatkan perubahan struktural yang kecil sekali.
  • Sinkretisme, yaitu unsur-unsur lama bercampur dengan yang baru dan membentuk sistem yang baru.
  • Adisi, yaitu unsur-unsur baru ditambahkan kepada unsur yang lama.
  • Dekulturasi, yaitu hilangnya bagian substansial sebuah kebudayaan.
  • Orijinasi, yaitu tumbuhnya unsur-unsur baru untuk memenuhi kebutuhan situasi yang berubah.
  • Rejection (penolakan), yaitu perubahan yang sangat cepat, sehingga sejumlah besar orang tidak dapat menerimanya, menyebabkan penolakan, pemberontakan, dan gerakan pembangkitan.

2. Difusi

Difusi adalah penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari satu tempat ke tempat lain, dari orang ke orang lain, dan dari masyarakat ke masyarakat lain. Difusi dapat dibedakan menjadi:

  • Difusi intra-masyarakat yang dipengaruhi hal-hal seperti pengakuan bahwa penemuan baru bermanfaat bagi masyarakat, ada tidaknya unsur kebudayaan yang memengaruhi (untuk diterima/ditolak), unsur yang berlawanan dengan unsur fungsi lama akan ditolak, kedudukan penemu unsur baru ikut menentukan penerimaan, ada tidaknya batasan dari pemerintah.
  • Difusi antarmasyarakat yang dipengaruhi hal-hal seperti kontak antarmasyarakat tersebut, kemampuan mendemonstrasikan, kegunaan, menyaingi unsur lama atau mendukung, peran penemu dan penyebarannya, pemaksaan.
  •  Penetrasi adalah masuknya unsur-unsur kebudayaan asing secara paksa, sehingga kebudayaan lama kalah.
  • Invasi adalah masuknya unsur-unsur kebudayaan asing ke dalam kebudayaan setempat, dengan peperangan (penaklukan) bangsa asing terhadap bangsa lain.
  • Asimilasi adalah proses penyesuaian (seseorang/kelompok orang asing) terhadap kebudayaan setempat.
  • Hibridisasi adalah perubahan kebudayaan yang disebabkan oleh perkawinan campuran antara orang asing dengan penduduk setempat.
  • Milenarisme adalah salah satu bentuk kebangkitan yang berusaha mengangkat golongan masyarakat bawah yang tertindas dan telah lama menderita dalam kedudukan sosial yang rendah.
  • Adaptasi adalah proses interaksi antara perubahan yang ditimbulkan oleh organisme pada lingkungannya dan perubahan yang ditimbulkan oleh lingkungan pada organisme (penyesuaian dua arah).
  • Imitasi adalah proses peniruan kebudayaan lain tanpa mengubah kebudayaan yang ditiru.

Aspek dinamika sosial

Berikut adalah aspek dinamika sosial antara lain sebagai berikut:

  1. Terjadi di dalam sistem sosial artinya dalam sebuah dinamika sosial tersebut dapat terdiri dari entitas yang mirip. Sebagai contoh, anggota keluarga yang mengalami perubahan, sehingga mempengaruhi hubungan sosial dalam keluarga. Penduduk suatu negara yang dikelompokkan berdasarkan gender, umur, pendapatan, dan sebagainya berada dalam sistem dengan entitas mirip.
  2. Memiliki pola reguler dinamika, sebagaimana yang telah dijelaskan di awal merupakan perubahan yang terjadi secara reguler di masyarakat. Sebagai contoh, tingkat pertambahan jumlah penduduk yang terjadi di ibu kota, dapat diukur tiap tahun dan dapat pula diprediksi beberapa tahun kedepannya bila tak ada kebijakan untuk menekan atau mengurangi.
  3. Memiliki tingkat prediktabilitas dinamika sosial dianalisis dengan menggunakan rumus yang bisa membaca tren ke depan. Tren ke depan selalu dalam bentuk probabilitas. Rekayasa sosial biasanya melibatkan data dari studi-studi yang sifatnya prediktif.
  4. Pola regularitas berhubungan dengan tingkat keseimbangan perubahan yang terjadi secara reguler biasanya dicarikat titik temu keseimbangannya. Sebagai contoh, bagaimana kebijakan migrasi bisa menambal defisit jumlah penduduk suatu negara agar ekonominya tidak collapse.
  5. Terdapat penekanan pada proses terjadinya perubahan penekanan pada proses perubahan meliputi langkah demi langkah terjadinya perubahan sosial. Aspek ini memperhatikan secara detail sebab-akibat perubahan muncul dari skala yang kecil sampai yang besar.

Dampak Dinamika Sosial

Berikut adalah dampak positif dan negatif dari dinamika sosial antara lain sebagai berikut:

Baca Lainnya :  Daftar Pemberontakan Di Indonesia

Dampak positif

  • Tingkat pendidikan di dalam masyarakat menjadi lebih merata.
  • Profesionalisme jadi lebih terjaga.
  • Komunikasi juga informasi masuk jauh lebih cepat dan mudah.
  • Pembangunan lebih terjamin dalam berbagai bidang.

Dampak negatif

  • Sikap individualistis muncul.
  • Nilai kebersamaan perlahan memudar.
  • Sikap saling tidak percaya hadir di tengah masyarakat.
  • Perhatian atas budaya lokal dan nasional perlahan memudar utamanya bagi generasi muda.

Contoh Dinamika Sosial

Berikut adalah beberapa contoh dinamika sosial antara lain sebagai berikut:


1. Pertumbuhan jumlah penduduk

Pertumbuhan penduduk merupakan suatu fenomena secara global. Dimana mayoritas setiap negara di dunia ini mengalaminya. Namun hanya sebagian negara saja yang mengalami defisit jumlah penduduk hampie setiap tahunnya. Dengan adanya perkembangan penduduk mempunyai implikasi sosial yang sangat luas, misalnya saja seperti; adanya urbanisasi, kemudian kemiskinan, konflik sosial dan lain sebagainya. Maka oleh karena itu, dalam suatu studi yang berhubungan dengan dampak sosial terhadap perkembangan penduduk menjadi sangat begitu penting. Adapun rancangan model yang diterapkan dalam studi dinamika penduduk dapat mengarahkan terhadap tren perubahan dengan secara reguler. Contohnya saja, hampir setiap sepuluh tahun terjadi perkembangan penduduk pada suatu negara bahkan hingga mencapai 5%. Sehingga pada, 10 tahun atau 100 tahun kemudian sudah dapat kita diprediksikan berapa jumlah penduduknya dengan asumsi semua variabel konstant.


2. Segregasi sosial

Segregasi Sosial merupakan sebuah proses yang mana penduduk mengalami pembagian kelompok. Kemudian pada masyarakat yang sedang mengalami segregasi, maka meraka akan membentuk suatu kelompok kecil yang disesuaikan dengan karakteristiknya. Contohnya, di dalam suatu daerah atau kota, dimana karakteristik dari warga mempunyai kulit yang bewarna hitam, dan rumahnya saling berdekatan antara satu dengan lainnya sehingga pada akhirnya mereka membentuk suatu kelompok.Sedangkan pada warga yang berkulit kuning akan membentuk kelompok tersendiri. begitupun juga dengan warga kulit putih yang akan bergerombol dan membentuk kelompoknya sendiri. Makan dengan adanya Contoh ini merupakan salah satu bentuk segregasi sosial yang dapat ditinjau dari tempat tinggalnya dan dengan berdasarkan ras atau warna pada kulit. Dimana bahwa segregasi ialah merupakan suatu proses kumulatif sebab mempunyai titik mulainya. Ketika berlangsungnya proses suatu perubahan yang terjadi sejak awal seringkali tidak pernah disadari, sehingga kemudian mulai bermunculan pemukiman yang tersegregasi.

Baca Lainnya :  DPR Adalah

3. Polarisasi kelompok sosial masyarakat

Dalam hal ini dapat kita dideskripsikan sebagai sebuah proses saling terpecah-belahnya unit masyarakat dan berubah menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil. Apabila diperhatikan memang mempunyai kesamaan dengan segregasi sosial. Adapun perbedaanya, dimana pada polarisasi ini ialah merupakan suatu pola pembagian dari kelompok dengan secar terang-terangan atau saling berhadapan satu sama lainnya. Contohnya saja seperti, suatu warga kota yang dianggap mempunyai nilai atau kekayaan maka mereka akan membentuk kelompok sendiri. Sedangkan pad warga yang miskin yang ada di kota yang sama juga akan membentuk kelompok sendiri. Maka dalam hal ini menyebabkan akan nampak terlihat jelas kontras antara warga kaya dan miskin di satu kota. Tentunya bisa sobat contohsaol.co.id semua bayangkan pada penduduk yang tingga di daerah ibu kota Jakarta yang mana antara mereka yang tinggal di sebuah kawasan elit dengan penduduk yang bertempat di bantaran kali. Sehingga dengan kondisi tersebut tentunya sudah dapat sobat pahami perbedaan yang ada.


Demikian Penjelasan Materi Tentang Dinamika Sosial: Pengertian, Faktor, Aspek, Dampak, Contoh
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi