Daur Biogeokimia

Diposting pada

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Daur Biogeokimia? Mungkin anda pernah mendengar kata Daur Biogeokimia? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian dan 4 macam-macam. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Daur Biogeokimia: Pengertian dan 4 Macam-Macam Daur Biogeokimia

Pengertian Daur Biogeokimia

Daur Biogeokimia ialah perputaran faktor-faktor kimia melewati organisme dan lingkungan abiotik (tanah dan air). Dalam daur biogeokimia dikenal ada 2 macam daur, yakni daur edafik dan daur atmosferik. Daur edafik ialah daur yang faktor kimia pada daur itu tidak pernah menciptakan gas di udara. Sementara daur atmosferik ialah daur yang faktor kimia pada daur itu mengenai tingkat berupa gas di udara.


Fungsi Daur Biogeokimia

Fungsi dari daur biogeokimia ialah menjadi daur atau siklus materi yang membalikkan lagi seluruh unsur-unsur kimia yang telah digunakan oleh seluruh yang ada di muka bumi dari komponen biotik ataupun komponen abiotik, yang pada akhirnya kesinambungan hidup di bumi dapat terjaga.


Macam-Macam Daur Biogeokimia

Berikut ini terdapat 4 macam-macam daur biogeokimia, yakni sebagai berikut:

  • Daur Karbon

Daur Karbon

Daur dimulai dari karbon monoksida (CO), yang tersimpan di udara dan berbaur dalam air akan menciptakan cadangan faktor karbon (C) anorganik dan sumber faktor karbon (C) organik. Tanaman akan meresepa faktor karbon monoksida dalam bentuk CO, di udara menjadi bahan rancangan pada prosedur fotosintesis. Di dalam prosedur itu, karbon yang diperoleh di lingkungan abiotik masuk ke dalam lingkungan biotik. Karbon dari lingkungan biotik akan balik lagi ke lingkungan abiotik pada prosedur pernapasan. Faktor karbon dari pernapasan dalam bentuk karbon monoksida (CO), atau dalam bentuk lain menjadi endap-endap metabolisme. Endap-endap tanaman yang mati dan bahan organik yang lain akan dimekarkan oleh pengurai dan faktor karbon (C) dibebaskan ke udara dan air menjadi karbon monoksida (CO).

  • Daur Nitrogen

Daur Nitrogen

Persedian nitrogen anorganik berbentuk gas nitrogen, yang membentuk antara 78% udara. Akan tetapi, gas nitrogen, memiliki kegiatan biologis yang kecil. Gas tersebut mengikuti badan makhluk hidup, lalu keluar kembali tanpa bermanfaat penting dalam prosedur kehidupan makhluk hidup.

Baca Lainnya :  √Black Hole: Pengertian, Sejarah, Teori, Jenis, Sifat dan Karakteristik

Beberapa bakteri, lumut hijau biru dan jamur bisa memakai nitrogen, untuk paduan atau campuran bahan yang bisa dipakai oleh makhluk hidup lain dalam jumlah kecil. obsesi nitrogen oleh mikrob sanggup mempersiapkan nitrogen untuk sejumlah pemukim ekosistem bumi dalam skala besar.

Selalu berlangsungnya pembebesan nitrogen dari tanah dan air kembali ke udara. Kondisi tersebut bisa berlangsungnya karena dapat bakteri yang melaksanakan prosedur denitrifikasi yang berganti menjadi amonia berupa nitrogen dan membebaskannya.

  • Daur Oksigen

Daur Oksigen

Air hujan yang berjatuhan di tanah akan cepat menguap lagi ke udara. Air yang bersirkulasi dan tidak cepat menguap dapat yang merembes oleh tanaman. Endapannya bersirkulasi di permukaan tanah berupa sungai, danau dan dapat menerobos struktur tanah berupa mata air. Air permukaan akan bersirkulasi ke laut.

Penguapan bersumber dari sirkulasi air, sungai, danau dan laut, hewan serta tanaman. Prosedur  penguapan air yang dibebaskan lagi ke udara dari tanaman menjadi air yang terjebak, seperti air hujan atau air embun. Selain itu, juga bersumber dari air endapan mikro yang dihasil melewati prosedur transpirasi.

  • Daur Fosfor

Daur Fosfor

Daur fosfor ialah daur yang lebih mudah disamakan daur karbon maupun daur nitrogen. Mobilitas fosfor dalam daur fosfor tidak diperoleh pada atmosfer. Daur fosfor berlangsung didahuli dari daratan sampai sedimen di lautan. Air akan mengemban fosfor yang diperoleh di batuan dalam bentuk fosfat. Fosfat akan dialiri oleh tumbuhan dan dipakai untuk senyawa partikel organik, seperti asam nukleat. Hewan akan mendapati fosfat dari tumbuhan yang dimakannya. Seterusnya, jika tumbuhan ataupun hewan itu mati, fosfat akan dibongkar oleh pengurai berupa fosfat kembali.


Contoh Siklus Daur Biogeokimia

1. Siklus Oksigen

Contoh siklus oksigen ini menggambarkan pengiriman oksigen sekitar litosfer, atmosfer dan biosfer. khususnya pelepasan oksigen melalui fotosintesis, dan dalam penggunaan oksigen oleh makhluk hidup di biosfer diambil dari atmosfer.

Baca Lainnya :  √Satelit: Pengertian Jenis, Fungsi Serta Cara Kerja Satelit

2. Siklus Air

Contoh Siklus air ini menggambarkan penghimpunan air di bumi, terutama pada laut, sungai dan danau.


3. Siklus Karbon

Contoh siklus karbon ialah merupakan elemen yang diperlukan dan terpenting dalam kehidupan dibumi. Proses terjadinya karbon dikarnakan organisme membusuk di dalam bumi, yang kemudian ke atas permukaan bumi untuk menjadi makanan bottom lapisan.


Demikian Penjelasan Materi Tentang Daur Biogeokimia: Pengertian dan 4 Macam-Macam Daur Biogeokimia
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi