Catatan Kaki

Diposting pada

Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Catatan Kaki? Mungkin anda pernah mendengar kata Catatan Kaki? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang Pengertian, ciri, fungsi, jenis, teknik, unsur, contoh. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Catatan Kaki

Pengertian Catatan Kaki

Catatan Kaki merupakan sebuah daftar keterangan tambahan khusus yang tertulis di bagian paling bawah setiap lembaran di akhir bab sebuah karya ilmiah baik makalah, tesis, skripsi, maupun lainnya. Catatan kaki juga termasuk keterangan referensi yang berada dikaki tulisan ataupun teks karya ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.


Ciri-Ciri Catatan Kaki

Berikut adalah ciri-ciri catatan kaki antara lain sebagai berikut:

  • Diberi nomor, biasanya nomornya berurutan
  • Biasanya catatan kaki ada di paling bawah tulisan atau teks
  • Biasanya ukuran hurufnya lebih kecil dari tulisan atau teks
  • Terdapat halaman yang dikutip
  • Kota terbit dan penerbit ditulis dalam tanda kurung ()
  • Judul buku dicetak miring

Fungsi Catatan Kaki

Berikut adalah fungsi catatan kaki antara lain yakni:

  1. Untuk memberi keterangan serta penjelasan terkait sumber dari sebuah kutipan penyusunan karya ilmiah agar bisa dimengerti oleh pembacanya.
  2. Untuk menghargai sumber dari kutipan yang telah dikutip, agar pembaca karya ilmiah tahu tentang sumber kutipan yang dipakai.
  3. Untuk menunjukan referensi lainnya agar pembaca karya ilmiah tersebut bisa mengetahui ulasan secara lebih jelas tentang istilah yang sudah digunakan dalam karya ilmiah tersebut.
Baca Lainnya :  Seni Rupa Murni

Jenis-Jenis Catatan Kaki

Berikut adalah jenis-jenis catatan kaki diantaranya sebagai berikut:


1. Ibid

Ibid merupakan singkatan dari Ibidium yang berarti “sama dengan di atas”. Biasanya Ibid digunakan untuk menulis catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya. Tidak dipakai apabila telah ada catatan kaki lain yang menyelingnya. Diketik atau ditulis dengan huruf capital pada awal kata, dicetak miring, dan diakhiri titik. Apabila referensi berikutnya berassal dari jiid atau halaman lain, urutan penulisan:Ibid, koma, jilid, halaman.

Contohnya:

1 Jonathan Holmes, An Introduction to Sociolinguistics, (Paris: Java, 1996), h. 59.
2 Ibid., h. 102

2. Op.cit

Op.cit merupakan singkatan dari opera cintati, yang artinya “dalam karya yang telah dikutip”.Secara umum Op. cit merujuk buku sumber yang telah disebutkan dan diselingi sumber lain. Ditulis dengan huruf kapital pada awal suku kata, dicetak miring, setiap suku diikuti titik. Urutan penulissan: nama pengarang, nama panggilan atau nama family, Op.cit. nama buku, halaman.

Contohnya:

  • Jonathan Holmes, An Inttroduction to Sociolinguistics, (Paris: Java, 1996), h. 59.
  • Ahmad Charli, Pengantar Sosiolinguistik, (Bandung: Tiga Serangkai, 2000), h. 54.
  • Jonathan Holmes, op.cit., h. 105.

3. Loc.cit

Loc.cit merupakan singkatan dari loco cintati, artinya tempat yang telah dikutip. Biasanya digunakan untuk merunjuk sumber data pustaka yang serupa yang berupa kumpulan esai, jurnal, ensiklopedi, atau majalah; dan telah diselingi sumber lain. Kutipan bersumber pada halaman yang sama kata loc.cit tidak diikuti nomor halaman. Jika halaman berbeda, kata loc.cit diikuti nomor halaman. Menyebutkan nama keluarga pengarang.

Contohnya:

1 Jonathan Holmes, An Introduction to Sociolinguistics, (Paris: Java, 1996), .h. 59.
2 Ahmad Charli, Pengantar Sosiolinguistik, (Bandung: Tiga Serangkai, 2000), h. 54.
Jonathan Holmes, loc.cit.

 


Teknik Menulis Catatan Kaki

Adapun aturan dalam menulis catatan kaki antara lain yaitu:

  1. Dalam penulisan catatan kaki dipisahkan garis yang memiliki panjang sampai 14 karakter dari batas margin sebelah kiri serta berjarak 4 spasi hingga tulisan ataupun teks.
  2. Secara umum catatan kaki harus diketik ataupun ditulis oleh satu spasi.
  3. Catat kaki harus diberi nomor urut.
  4. Sementara nomor dalam catatan kaki harus diketik pada jarak 6 karakter terhadap batas margin sebelah kiri.
  5. Jika catatan kaki melebihi satu baris, itu artinya pada baris kedua atau selanjutnya dimulai serupa dengan margin teks yang umumnya tepat di bagian margin sebelah kiri.
  6. Jika catatan kaki melebihi satu, jarak catatan kaki dan catatan kaki lainnya seperti jarak spasi dalam teks.
  7. Pada catatan kaki juga harus ditulis di halaman yang sama, bila terlalu panjang, sebaiknya potong teksnya saja dibandingkan harus memotong catatan kakinya.
  8. Memiliki jarak 3 cm dengan margin dibagian bawah, sama halnya dalam aturan teks.
  9. Bila nama pengarang sebanyak dua hingga tiga orang, harus ditulis seluruhnya, sementara bila nama pengarangnya melebihi tiga orang, anda bisa tulis nama pengarang pertama kemudian di belakangnya dapat dituliskan et.al., ataupun dkk.
  10. Nama pengarangnya juga harus ditulis dengan nama aslinya, kemudian pangkat maupun gelar tak perlu ditulis.
  11. Bagian judul buku ataupun sumber harus ada garis bawah, bila diketik menggunakan komputer harus dicetak miring atau italic.
  12. Ibid. Dipakai saat catatan kaki satu dan lainnya memiliki keterangan sama dan tanpa diselingi dengan catatan lainnya. Penulisan untuk catatan kaki dalam satu halaman, cukup memakai istilah Ibid. Namun bila ada dibeberapa halaman, penulisannya adalah: Ibid, nomor halaman, penulisan Ibid juga harus menggunakan garis bawah ataupun dimiringkan.
  13. Op.cit. Dipakai saat mengutip istilah dari dua sumber yang serupa namun ditulis dalam catatan kaki yang tak berurutan serta letaknya di halaman yang beda. Untuk cara penulisannya adalah: Nama Penulis, kemudian op.cit., dan nomor halaman.
  14. LOC.cit. Dipakai sama seperti diatas. Namun digunakan di halaman yang serupa yang sudah disisipi dengan referensi lainnya dari halaman yang serupa sama. Cara penulisannya ialahi: Nama dari Penulis lalu loc.it.
  15. Jika keterangannya tentang referensi sebuah artikel atau buku, maka penulisannya pun hampir sama dengan daftar pustaka namun nama penulisnya tak dibalik jadi tetap.
Baca Lainnya :  Gotong Royong

Unsur-Unsur Catatan Kaki

Berikut adalah unsur-unsur catatan kaki antara lain sebagai berikut:


1. Unsur Untuk Buku

Berikut adalah unsur catatan kaki untuk buku yang terdiri :

  • Nama pengarang, ditulis dalam urutan biasa dan tidak dibalik, diikuti tanda koma,
  • Judul buku, diawali dengan huruf kapital (kecuali kata tugas) ditulis miring atau digaris bawahi,
  • Nama atau nomor seri (kalau ada),
  • Data publikasi, yang terdiri dari: jumlah jilid (kalau ada), nomor cetakan (kalau ada), kota penerbitan, diikuti titik dua, nama penerbit diikuti koma di dalam tanda kurung, tahun penerbitan.
  • Nomor jilid,
  • Nomor halaman diikuti tanda titik.

2. Untuk Artikel dalam Majalah sebagai Acuan

Berikut adalah unsur catatan kaki untuk majalah yang terdiri :

  • Nama pengarang,
  • Judul artikel, diantara tanda kutip,
  • Nama majalah, ditulis miring atau digaris bawahi,
  • Nomor majalah jika ada,
  • Tanggal penerbitan,
  • Nomor halaman.

Contoh Penulisan Catatan Kaki

Berikut adalah contoh dalam penulisan catatan kaki :


1. Bila Bersumber Dari Buku

  • Dita Nama, Tata Cara Menulis Karya Ilmiah Bagi Pemula, Pustaka Siang, lampung, 2013, hlm.20.
  • Ibid., hal. 18
  • Dina Nama, Cara menulis karya ilmiah, Pustaka Pagi, lampung, 2013, hlm.23.

2. Penulisan Catatan Kaki Bersumber Dari Berita Online Ataupun Bersumber Dari Internet

Putri Sekar, “Tata Cata Menulis Karya Ilmiah Untuk Pemula”, Pustaka Terbit Terang, diakses dari http://www.nama-situs-webnya.com/2015/04/materi-pengantar-manajemen-bisnis.html, tgl 23 Agustus 20189 pukul 14.30.


Demikian Penjelasan Materi Tentang Catatan Kaki: Pengertian, Ciri, Fungsi, Jenis, Teknik, Unsur, Contoh

Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Semuanya