Business Plan

Diposting pada

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Business Plan? Mungkin anda pernah mendengar kata Business Plan? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, pengertian menurut para ahli, metode, tujuan, manfaat, kerangka, format dan contoh. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Business Plan: Pengertian Menurut Para Ahli, Metode dan Manfaat

Pengertian Business Plan

Business plan ialah deklarasi resmi yang menyimpan tujuan berdirinya sebuah bisnis, argumen mengapa inventor bisnis tersebut percaya tujuan tersebut dapat diperoleh dan juga prosedur apa yang akan dilaksanakan guna memperoleh tujuan tersebut.


Pengertian Business Plan Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pendapat dari para ahli mengenai business plan, yakni sebagai berikut:

1. Menurut Hisrich dan Peters

Menurut pendapat dari Hisrich dan Peters, business plan ialah arsip tertulis yang disediakan oleh inventor yang memvisualkan semua unsur eksternal dan internal yang signifikan yang berperan serta dalam melakukan usaha baru.


2. Menurut Max Coulthard, Andrea Howell dan Geoff Clarke

Menurut pendapat dari Max Coulthard, Andrea Howell dan Geoff Clarke, business plan ialah penelitian terperinci mengenai kegiatan organisasi yang mengamati di mana organisasi berada, di mana utang terdapat terdapat dan di mana ia mungkin di masa depan dan menghubungkan program kegiatan untuk memperoleh hasil tersebut.


3. Menurut Megginson

Menurut pendapat dari Megginson, business plan ialah suatu strategi tertulis yang memuat kecil dan tujuan bisnis, cara kerja dan detail keuangan struktur para pemilik dan manajemen dan bagaimana cara memperoleh tujuan bisnisnya.


4. Menurut Bygrave

Menurut pendapat dari Bygrave, business plan ialah suatu arsip yang menyertakan kepercayaan akan keahlian sebuah bisnis untuk menjual barang maupun jasa dengan memperoleh laba yang memuaskan dan memikat bagi investor.


Metode Business Plan

Berikut ini terdapat beberapa metode dalam business plan, yakni sebagai berikut:

  • Mengenal Bisnis yang Akan Dilaksanakan

Metode pertama perlu dilaksanakan  untuk menciptakan strategi bisnis ialah harus mendapati luar dalam dalam dari pabrik yang akan dimasuki.


  • Menentukan Visi

Metode kedua ialah sebuah strategi bisnis berfungsi untuk menentukan visi bisnis dan membina untuk menentukan visi tersebut.


  • Menentukan Audiens

Metode ketiga ialah investor yang mengumpulkan investor aset business plan, maka hentuk memproduksi business plan yang sebanding dengan mereka.


  • Membuat Strategi Bisnis

Metode keempat ialah menyusun kerangka strategi bisnis tersebut dikembangkan dan susunan kerangka yang sebanding dengan urutan.


  • Membuat Business Plan Secara Kompeten

Metode kelima ialah menggabungkan semua penjelasan penting, pastikan pengkajian strategi secara kompeten.


Tujuan Business Plan

Berikut ini terdapat beberapa tujuan dalam business plan, yakni sebagai berikut:

  1. Untuk mengkontras strategi-strategi yang sudah konsisten ataupun strategi yang dimintakan.
  2. Untuk memahami arah dan tujuan perusahaan.
  3. Sebagai cara untuk memperoleh objek yang perlu diperoleh.
  4. Sebagai media untuk mengetahui keuntungan dari pihak ketiga seperti penanam modal ataupun bank.

Manfaat Business Plan

Berikut ini terdapat beberapa manfaat dalam business plan, yakni sebagai berikut:

  • Untuk memulai sebuah bisnis ataupun usaha
  • Untuk mengetahui sumber dana
  • Membuat bisnis lebih pokok dan terencana
  • Memprakiraan masa depan
  • Untuk memajukan tingkatan bisnis

Kerangka Business Plan

Berikut ini adalah beberapa kerangka business plan yaitu:

1. Deskripsi Perusahaan

  • Nama dan lokasi usaha
  • Informasi kepemilikan dan status hukum
  • Deskripsi sejarah tahap perkembangan dan paokan pencapaian ke depan
  • Identifikasi produk atau jasa
  • Deskripsi perusahaan
  • Pendanaan perusahaan

2. Target Pasar

  1. Lokasi target pasar
  2. Deskripsi karakteristik demografis target konsumen
  3. Motivasi dan pola pembelian konsumen
  4. Ukuran pasar
  5. Evaluasi terhadap pasar

3. Kompetitor

  • Identifikasi jenis kompetisi
  • Indentifikasi kompetitor spesifik
  • Posisi kompetitor
  • Keunggulan kompetitor
  • Evaluasi terhadap tantangan yang harus dihadapi dan kompetisi di masa depan

4. Strategi Pemasaran

  1. Dekripsi strategi pemasaran
  2. Identifikasi strategi tambahan untuk pemasaran dan penjualan
  3. Deskripsi tim penjulan

5. Operasi

  • Elemen utama operasi
  • Tonjolkan keuntunan operasional
  • Tunjukan tantangan operasional di masa depan

6. Struktur Manejemen

  1. Anggota tim utama
  2. Perkirakan kebutuhan manajemen di masa depan
  3. Deksripsikan struktur kepegawaian
  4. Anggota dewan, penasihat, dan konsultan

7. Perkembangan Masa Depan

  • Tujuan jangka panjang
  • Target pencapaian masa depan
  • Perkiraan risiko

8. Finansial

  1. Laporan pendapatan
  2. Kembangkan perkiraan arus kas
  3. Sumber dan penggunaan dana

Kerangka bisnis plan di atas merupakan gambaran awal dalam membuat sebuah proposal usaha. Dalam menyusun sebuah proposal usaha kita diwajibkan benar-benar mengetahui keadaan lapangan termasuk ongkos produksi jika usaha yang kita ajukan termasuk usaha baru. Tidak menutup kemungkinan dalam membuat bisnis plan kita harus benar-benar terjun ke lapangan untuk melakukan eksplorasi sekaligus survey baik keadaan demografi target pasar dan keberadaan kompetitor.

Baca Lainnya :  Sistem Pernapasan Hewan

Format Business Plan

Berikut ini adalah beberapa format business plan yaitu:

  • Executive summary

Penjelasan singkat langkah rencana bisnis dan profil perusahaan§ dituangkan dalam bentuk narasi: visi misi, maksud tujuan, pencapaian, keuntungan, dll.


  • Deskripsi Bisnis

  1. Introduction: Deskripsi dokumen, tujuan buat siapa dokumen ini, Kenapa, oleh siapa dan kapan dibuat, langkah yang dikerjakan, dll.
  2. Table of Content: Daftar isi dokumen.
  3. Fact Sheet: Informasi data-data perusahaan, nama perusahaan, Struktur organisasi, legalitas, lokasi, bentuk usaha, nilai investasi, ROI (return of investment), promotor, auditor, dll.
  4. Organization: Pemilik perusahaan / komisaris, Direksi, Manager, posisi, tingkat pendidikan, pengalaman, success story, potensi masa depan SDM, organisasi dan data lain yang mendukung.
  5. Legal: aspek legal / hokum.

  • Strategi pasar, Analisis kompetitif

Market Analysis: Membahas dan menganalisa konsumen§ potensial, analisa situasi pasar, pelanggan sebab apa mereka mau membeli?, persaingan yang dihadapi dan memposisikan untuk memenangkannya, proses distribusi, promosi, penjualan


  • Rencana Desain dan Pengembangan

Business Concept: Penjelasan rinci industri yang digeluti,§ struktur bisnis, produk dan jasa yang ditawarkan, konsep yang dijalankan, Unique Selling Proposition, Ide dasar unique, keunggulan dengan pebisnis lain, kesempatan yang didapat, kesesuaian dengan visi dan misi perusahaan dan bagaimana rencana untuk mensukseskan bisnis dll.


  • Rencana Operasi dan Manajemen

Operation: Input material, Proses produksi, Output produk,§ Hulu – Hillir.


  • Faktor-faktor keuangan

Financials: Situasi§ keuangan perusahaan, mencakup estimasi pendapatan, Income statement, Balance sheet/ neraca, Cash flow/ arus kas dan ratio keuangan, lainnya, seperti analisis break even point (BEP). bantuan seorang akuntan dan program software spreadsheet.

Panduan Format dan Struktur Proposal Bisnis Plan

  • Format Proposal

Proposal format Word A4, spasi 1,5, Font Arial 11 point dengan margin kiri dan atas`3
cm, kanan dan bawah 2,5 cm.

  • Sistematika Proposal

JUDUL
(Buat judul yang menarik dan singkat, tidak lebih dari 15 kata).

1. Pendahuluan

2. Menjelaskan mengenai:

  1. Latar belakang dan motivasi melakukan usaha
  2. Justifikasi pemilihan obyek usaha.
  3. Tujuan Usaha yang hendak dicapai

3. Analisis Produk

Produk dimaksud bisa berupa jasa, mengandung suatu inovasi, memiliki keunggulan dibandingkan produk / jasa yang sudah ada. Proses penyampainnya ke pelanggan atau proses produksinya, harus menjelaskan:

  • Jenis dan nama produk, karakteristik produk
  • Keunggulan produk dibanding dengan produk lain di pasaran
  • Keterkaitan dengan produk lain termasuk perolehan bahan baku

4. Analisis Pasar

Proposal harus memuat analisis potensi atau peluang terserapnya produk di pasar serta strategi yang akan diadopsi agar produk bisa bersaing dengan produk sejenis di pasar. Memuat antara lain:

  1. Profil konsumen
  2. Potensi dan segmentasi pasar
  3. Pesaing dan peluang pasar
  4. Media promosi yang akan digunakan
  5. Target atau rencana penjualan
  6. Strategi pemasaran yang akan diterapkan

5. Analisis Produksi / Operasi

Menjelaskan bagaimana produk atau jasa dihasilkan, mencakup:

  • Bahan baku, bahan penolong dan peralatan yang digunakan
  • Pasokan bahan baku
  • Proses produksi/operasi
  • Jumlah produk atau jasa yang dihasilkan dalam 1 tahun

6. Analisis Keuangan

Menjelaskan tentang:

  1. Investasi yang diperlukan (kebutuhan modal, perhitungan)
  2. Penentuan harga pokok penjualan
  3. Rencana Neraca awal dan Neraca Akhir Tahun
  4. Rencana Laporan Laba/Rugi

7. Personalia dan jadwal kegiatan

Menjelaskan tentang personalia yang terlibat

  • Ketua Tim, – Nama, – NRP, – Program Studi / Fakultas
  • Anggota, – Nama, – NRP, – Program Studi / Fakultas
  • Pembimbing, – Nama, – Program Studi / Fakultas
  • Kompetensi SDM yang dibutuhkan:
  • Organisasi
  • Jadwal Kegiatan
  • Rencana Anggaran Biaya

8. Uraian anggaran biaya meliputi

  1. Kebutuhan Investasi
  2. Kebutuhan Modal Kerja

9. Denah dan Lokasi Usaha

Menjelaskan tentang:

  • Nama usaha (jika ada), alamat lengkap
  • Gambar / denah lokasi usaha

10. Lampiran

  1. Curiculum vitae ketua dan anggota pelaksana
  2. Pernyataan kesediaan UKM Mitra (jika sudah ada)
  3. Lain-lain apabila diperlukan

Contoh Business Plan

Berikut ini adalah contoh business plan yaitu:

BAB I

PENDAHULUAN

Nama Perusahaan                    :  Corp.

Bidang Usaha                         :  Produk Makanan

Jenis Produk                            :  Nugget Tahu

Alamat Perusahaan                 :  Jalan Pemuda I, Rawamangun-Jakarta Timur

Nomor Telepon                       :  083895161xxx

1. Identifikasi Peluang Bisnis

Dewasa ini, bisnis kuliner menjadi salah satu bentuk bisnis yang menjanjikan. Berbagai macam jenis makanan bermunculan dengan ragam kreatifitas yang menarik. Makanan biasa dikreasikan menjadi makanan yang memiliki cita rasa dan nilai jual tinggi. Salah satu makanan biasa yang sering kita temui adalah tahu dengan kandungan protein yang tinggi. Namun, masyarakat mulai jenuh dengan bentuk dan rasa tahu yang biasa-biasa saja, tidak adanya inovasi. Untuk itu, diperlukan inovasi baru dalam mengolah tahu tersebut sehingga penyajian tahu tidak monoton. Kami mencoba mengkreasikan tahu tersebut dengan mengolah tahu menjadi nugget yang sehat, bergizi, serta bentuk yang mampu mengundang selera. Kelebihan nugget yang kami buat adalah bentuk yang bervariasi terdiri dari tiga bentuk yaitu, bulat, hati, bintang dan rasa tahu yang unik dikemas dalam bentuk nugget.


2. Penjelasan Produk

Cara membuat produk kami tidak berbeda jauh dengan membuat nugget pada umumnya, yaitu dengan langkah-langkah berikut ini:

  1. Campur daging ayam cincang dengan susu cair, telur, tepung sagu, tepung maizena, bawang merah, bawang putih, garam, merica, gula pasir, kaldu bubuk, dan margarine. Diaduk hingga rata.
  2. Siapkan Loyang atau pinggan tahan panas, olesi minyak goreng. Kukus adonan selama 20 menit hingga matang, angkat dan diinginkan.
  3. Setelah dingin, masukkan adonan ke kocokan telur, lalu lumuri adonan ke tepung panir, disimpan dalam lemari pendingin selama 2 jam/beku.
  4. Panaskan minyak dan goreng hingga kecokletan, angkat.
  5. Sajikan panas dengan saus.
Baca Lainnya :  Bagian-Bagian Mata

3. Latar Belakang Bisnis

Alasan kami menawarkan produk ini adalah karena saat ini semakin banyak masyarakat yang menderita kolesterol, kolesterol merupakan salah satu  penyebab kematian terbesar saat ini. Oleh karena  itu masyarakat  beralih pada makanan yang rendah kolesterol seperti tahu. Namun masyarakat  memandang tahu  itu sebagai makanan yang tidak menarik dari rasa maupun bentuknya. Padahal, begitu banyak manfaat yang dikandung oleh tahu seperti menghambat proses penuaan dini, mengandung protein nabati, dan mencegah kanker payudara. Disini kami membantu masyarakat untuk mencegah maupun menimalisir resiko penyakit kolesterol.


4. Tujuan

  • Mendapatkan keuntungan dari produk ini
  • Membudayakan makanan sehat
  • Membuat produk makanan yang mempunyai inovasi baru dan disukai seluruh kalangan masyarakat

5. Potensi Bisnis

Produk ini memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Karena makanan ini sangat dikenal dan harganya yang ekonomis serta dapat dinikmati oleh semua kalangan. Nugget tahu ini mampu bertahan selama kurang lebih satu bulan (disimpan di freezer).


BAB  II

PEMBAHASAN

A. ANALISIS SWOT

1. Faktor Internal

1)  Strength (Kekuatan)

  • Keunggulan produk

Kami menawarkan suatu produk makanan sehat dengan harga yang ekonomis dan rasa yang lezat.


  • Kreativitas

Kami menawarkan kreativitas baru dalam mengolah tahu dengan mengabungkan berbagai rasa nuggettahu yang menarik, yaitu rasa ayam, daging dan sayuran.


  • Bahan baku mudah di dapat

Bahan baku pembuatan nugget tahu ini tersedia banyak dan mudah di dapat serta harganya terjangkau. Serta jenisnya beraneka ragam sehingga dapat meningkatkan pilihan rasa.


2)  Weakness (Kelemahan)

1. Belum memiliki cukup pengalaman

Pengalaman untuk memulai usaha yang masih sangat minim merupakan suatu kelemahan yang harus diatasi.


2. Kurangnya Sumber Daya Manusia

Keterbatasan sumber daya manusia sebagi produsen atau pembuat nugget tahu. Kurangnya keterampilan kami dalam proses pembuatan nugget tahu itu sendiri.


2. Faktor Eksternal

1)  Opportunities (Peluang)

  • Banyaknya konsumen

Banyaknya masyarakat yang menggemari berbagai macam variasi nugget, karena nugget merupakan makanan yang sudah siap dan mudah diolah. Dengan adanya nugget tahu ini akan menambah variasi nugget dan menawarkan cita rasa baru bagi masyarakat pada umumnya.


  • Sistem pemasaran

Pemasaran yang akan kami lakukan cukup mudah. Kami akan memasarkannya dilingkungan kampus dan tempat tinggal.


2)   Threats (Ancaman)

Salah satu bentuk ancaman yang dikhawatirkan bias terjadi adalah keacuhan konsumen.

Terkadang masyarakat kurang tertarik terhadap makanan yang di buat dari bahan sederhana seperti tahu dan gaya konsumsi masyarakat saat ini di kuasai oleh makanan-makanan modern, siap saji, dan dari bahan-bahan import.

STRATEGI SWOTStrength

a.  Keunggulan produk

b.   Keterampilan dan keahlian

c.   Bahan baku mudah di dapat

Weakness

a. Belum memiliki cukup pengalaman

b. Kurangnya Sumber Daya Manusia

Opportunity

a. Banyaknya konsumen

b. Sistem pemasaran

a. Melakukan program promosi jitu

b. Meningkatkan produksi

c. Melakukan latihan terus-menerus

d. Belajar berbisnis dengan segala fasilitas yang ada dan menjalin koneksi seluas-luasnya.

Threat

a. Keacuhan konsumen

a. Melakukan promosi kepada konsumen yang sekiranya tertarik dengan produk kami.

b. Menawarkan keuntungan yang didapat dengan membeli produk kami

a.  Memperbaiki sistem manajemen

b. Meningkatkan promosi

c. Menjaga kualitas produk

B. PERENCANAAN BISNIS

1. Sasaran dan Target Pasar

Sasaran kami adalah seluruh masyarakat dari segala usia. Untuk itu kami memulai promosi dari daerah sekitar tempat tinggal kami serta melakukan promosi pada rekan mahasiswa di kampus, karena kami menganggap promosi akan lebih efektif jika terjadi dalam suatu kelompok. Selain itu kami juga mempunyai rumah produksi yang siap didatangi siapa saja dan siap melayani pemesanan. Untuk itu, kami menggalakkan promosi di berbagai media social, seperti facebook, twitter, blog, dll. Hal ini kami maksudkan untuk memberi kemudahan dalam pemesanan dan pembelian produk kami.


2. Pembiayaan

1. Biaya Tetap (Fixed cost)

Di bawah ini sedikit alat yang kami gunakan:

NoNama BarangJumlah BarangHarga SatuanJumlah Harga
1Kompor gas1 buahRp.100.000Rp.100.000
2Tabung gas1 buahRp.150.000Rp. 150.000
3Kukusan1 buahRp. 75.000Rp. 75.000
4Mesin giling1 buahRp.120.000Rp. 120.000
TOTALRp. 445.000

2. Biaya Variabel (Variable cost) – Per Produksi

Nama BarangJumlah BarangHarga
Tahu500gr10000
Susu cair2 sdm1000
Telur ayam3 butir4500
Tepung sagu50 gr3000
Tepung maizena50 gr3000
Bawang merah (haluskan)10 siung3000
Garam1 sdm500
Merica bubuk1 sdt500
Gula pasir1 sdt2500
Kaldu bubuk rasa ayam1 bks500
Margarine2 sdm1500
Sasa½ sdt500
Bawang putih (haluskan)5 siung1000
Panir
Telur1 butir1500
Tepung roti200 gr5000
Minyak goreng½ ltr3000
Saus tomatSecukupnya1500
Jumlah HargaRp. 42.500

3. Biaya Total

  • Biaya total       = Variable cost + Fixed cost

= Rp. 42.500 + Rp. 445.000

= Rp. 487.500


4. Biaya dan Harga Per Unit

  • Biaya tetap yang dibutuhkan untuk 1 kali produksi adalah Rp. 445.000 : 8 Kali = Rp. 56.000
  • Total biaya produksi yang dikeluarkan per produksi = Rp 56.000 + Rp 42.500 = Rp 98.500
  • Biaya per unit adalah Total biaya produksi dalam 1 kali produksi : jumlah produk yang dihasilkan per bulan Rp. 98.500 : 60 buah = Rp. 1.700
  • Harga jual per buah Rp 2.000

5. Modal Awal

  • Modal awal     = Total Biaya Tetap + Biaya Variabel untuk 1 kali produksi

                                    = Rp  445.000 + Rp 42.500

                                    = Rp 487.500


6. Analisis Titik Impas (Break Even Point)

  • BEP harga       = Total biaya produksi untuk 1 kali produksi : Produksi

= 42.500 : 60 buah = Rp. 1.700

  • Harga jual per unit Rp 2.000

BEP produksi  = Total biaya produksi untuk 1 kali produksi : Harga per unit

= Rp 42.500 : 2.000 = 22 buah

Jadi, untuk mencapai titik impas maka dalam 1 buah nugget yang harus terjual adalah 22 buah dengan harga per buah adalah Rp 2.000


7. Analisis Keuntungan

  • Pendapatan : Nugget yang terjual x harga jual           = 60 x Rp 2.000

= Rp. 120.000

  • Total biaya produksi dalam 1 kali produksi : Rp. 42.500
  • Keuntungan    = Pendapatan –Total biaya produksi

= Rp 120.000  – Rp 42.500

= Rp 77.500

Jadi, keuntungan yang diperoleh dengan menjual 60 buah nugget dengan harga Rp 2.000 per buah dalam 1 kali produksi adalah Rp 77.500


8. Pengembalian Modal   

Total biaya Produksi : Laba usaha      = Rp 487.500: Rp 77.500

= 6 kali produksi

Jadi modal akan kembali dalam jangka waktu 6 kali produksi.


C. STUDI KELAYAKAN

1. Lokasi

Pembuatan nugget tahu ini dilakukan di Jalan Pemuda III, Rawamangun-Jakarta Timur. Lokasi ini cukup strategis karena berdekatan dengan kampus A Universitas Negeri Jakarta. Selain itu, pembeli bisa datang langsung melihat-lihat proses produksi dan dapat memesan langsung.


2. Sarana dan Prasarana

Selain menggunakan rumah produksi, kami juga memanfaatkan berbagi media soaial seperti, blog, facebook, twitter dan lain sebagainya. Semua sarana ini dilengkapi dengan prosedur atau tata cara membuat nugget tahu.


3. Sumber Daya Manusia

Untuk usaha awal, sumber daya manusia yang tersedia terdiri dari Sembilan orang yang bertanggung jawab sebagai manager, bendahara, penanggung jawab produksi, dan bagian pemasaran. Setiap sumber daya manusia yang kami miliki memeliki keahlian d bidangnya masing. Sehinga diharapakan dapat menjaga kualitas produk, memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen, dan mampu bersaing di pasaran.


D. REAL BUSINESS PLAN

1. Rencana Manajemen

  • Strategi pemasaran

Telah banyak jenis nugget yang bisa dijumpai di berbagai pusat perbelanjaan, seperti pasar, departement store dan mall. Namun dari sekian banyak tempat perbelanjaan seperti itu membuat lebih banyak pilihan dan kurang real karena tidak bisa mencoba dan memadupadankan dengan selera yang sesuai dengan konsumen. Oleh sebab itu, masyarakat harus tau tentang keberadaan produk kami. Untuk itu, kami telah menyusun strategi pemasaran. Tahapan-tahapannya sebagai berikut:

1. Pengembangan produk

Nugget memang telah banyak dijumpai di berbagai pusat perbelanjaan. Namun kami memberikan rasa yang berbeda dan tampak lebih menarik serta lebih unik dengan bahan-bahan yang baru. Nugget tahu ini akan menambah cita rasa baru di dunia kuliner. Dengan adanya nugget tahu, diharapkan akan menambah variasi nugget baru.


2. Pengembangan wilayah pemasaran

Area pemasaran utama adalah di sekitar daerah tempat tinggal kami. Contohnya di kampus A Universitas Negeri Jakarta. Promosi dilakukan melalui kelompok-kelompok kecil sampai pada tingkat yang lebih tinggi.


3. Kegiatan promosi

Promosi merupakan bagian dari proses pemasaran. Promosi sangat mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan suatu usaha. Kami melakukan promosi produk kami pada tahap awal melalui mulut ke mulut. Selanjutnya dilakukan juga promosi melalui media sosial yang kini marak di dunia maya.


  • Strategi Produksi

Kami memproduksi nugget yang belum ada dipasaran. Kami juga memberikan pilihan bentuk nugget tahu yang menarik kepada konsumen. Kami berusaha menciptakan suatu pembaharuan di dunia makanan khususnya nugget. Proses produksi kami tidak dilakukan sewaktu-waktu saja. Namun berjalan terus menerus selama ada waktu luang.


  • Strategi Penetapan Harga

Harga merupakan suatu variabel yang mempunyai peranan penting dalam dunia bisnis. Harga menunjukkan level dari suatu produk juga menjadi acuan tentang bagaimana produk itu seharusnya bila dilihat dari harganya. Harga yang kami tawarkan di sini, kami sesuaikan dengan sasaran kami yaitu para masyarkat menengah ke bawah. Harga kami sesuaikan dengan bahan dan berbagai variable lain. Kami akan mengutamakan kualitas makanan, dan tidak hanya berfokus mengambil keuntungan semata.


  • Rencana Pengembangan Produksi

Rencana-rencana pengembangan produksi kami antara lain:

  1. Memperluas wawasan dibidang makanan khususnya nugget
  2. Menemukan dan menciptakan cara terbaru dalam membuat nugget
  3. Memperluas berbagai cita rasa nugget
  4. Meningkatkan produksi
  5. Analisis resiko usaha dan antisipasinya

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Nugget tahu merupakan suatu jenis makanan yang kami buat dengan memberikan variasi rasa dan bentuk yang unik serta baru. Produk kami ini bertujuan membantu masyarakat untuk lebih sering mengonsumsi tahu dalam sehari-hari. Karena, tahu dapat menurunkan kadar kolesterol, mencegah kanker payudara, serta mencegah penuaan dini pada masyarakat. Proses pemasaran pada tahap awal kami lakukan melalui mulut ke mulut, lalu tahap selanjutnya dilakukan melalui media sosial seperti blog, facebook, twitter. Harga yang kami tetapkan cukup terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Kami juga menyediakan pelayanan pemesanan nugget.

2. Saran

Produk kami mengutamakan kepada unsur kesehatan yang terkandung di dalamnya. Sehingga membedakan nugget yang sudah ada dipasaran dengan nugget produk kami. Oleh karena itu, keterampilan dan keahlian menjadi sangat penting dalam produksi kami.


Demikian Penjelasan Materi Tentang Business Plan: Pengertian, Pengertian Menurut Para Ahli, Metode, Tujuan, Manfaat, Kerangka, Format dan Contoh Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi.