√Break Even Point: Pengertian, Komponen, Manfaat dan Contoh Soal BEP

Diposting pada

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Break Even Point? Mungkin anda pernah mendengar kata Break Even Point? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, komponen, manfaat dan contoh soal. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Break Even Point: Pengertian, Komponen, Manfaat dan Contoh Soal BEP

Pengertian Break Even Point

Break Even Point ialah poin lunas di mana situasi sebagian penghasilan dan anggaran sama ataupun sebanding sehingga tidak diperoleh laba maupun rugi dalam suatu perusahaan ataupun industri.

Break Even Point ini diperankan untuk menguraikan estimasi sepanjang mana banyaknya sebagian bagian yang pembuatan atau sebesar apa uang yang harus diperoleh untuk menghasilkan poin lunas ataupun modal kembali.

Komponen Break Even Point

Berikut ini terdapat 3 komponen dari BEP, yakni sebagai berikut:

  • Fixed Cost

Fixed Cost ialah anggaran yang stabil ataupun pasti apabila terdapat kegiatan pembuatan ataupun tidak dibuat oleh perusahan maupun industri.

  • Variabel Cost

Variabel Cost ialah anggaran per bagian yang bawaannya statis terkait dari kegiatan kapasitas pembuatannya. Apabila pembuatan yang diagendakan berkembang, berarti variabel cost tentu akan berkembang.

  • Selling Price

Selling Price ialah tarif jual per bagian barang maupun jasa yang sudah dibuatkan.

Manfaat Break Even Point

Berikut ini terdapat beberapa manfaat dari BEP, yakni sebagai berikut:

  • Untuk memahami beberapa pemasaran paling sedikit yang tentu distabilkan perusahaan biar tidak mengakibatkan kerugian.
  • Untuk memahami beberapa pemasaran yang tentu didapat untuk mencapai nilai laba tertentu.
  • Untuk memahami jumlah jauh menurunnya pemasaran biar perusahaan tidak menerima kerugian.
  • Untuk memahami dengan jalan apa dampak transformasi niali jual, anggaran dan kapasitan penjualan.
  • Untuk mengambil keputusan pembaharuan produk yang dibutuhkan untuk menggapai beberapa keuntungan yang ditargetkan.
Baca Lainnya :  √Focus Group Discussion (FDG): Pengertian, Karakteristik, Jenis dan Kegunaan

Rumus Break Even Point

Berikut ini terdapat 2 rumus dari BEP, antara lain:

  • Rumus BEP per unit

BEP = FC /(P-VC)

  • Rumus BEP per penjualan

FC/ (1 – (VC/P))*

Penjelasannya:

BEP: Break Even Point

FC: Fixed Cost (Biaya Tetap)

VC: Variabel Cost (Biaya Variabel)

P: Price per unit (Harga per unit)

S: Sales Volume (Kapsitas Penjualan)

Contoh Soal Break Even Point

Berikut ini contoh dari soal BEP, yakni sebagai berikut:

Diketahui:

Total Fixed Cost (FC) bernilai Rp 100 juta

Total Variabel Cost (VC) per unit bernilai Rp 70 ribu

Price per unit bernilai Rp 90 ribu

Penghitungan Break Even Point Unit

BEP = FC/ (P – VC)

BEP = 100.000.000/ (80.000 – 60.000)

BEP = 5000

Penghitungan Break Even Point Penjualan

BEP = FC/ (1 – (VC/P))

BEP = 100.000.000/ (1 – (60.000/80.000))

BEP = Rp 400.000.000

Dari uraian perhitungan diatas, perusahaan bisa mendapati keuntungan yang hendak didapat menurut besarnya pemasaran minimum. Berikut rumus menghitung sasaran keuntungan, antara lain:

BEP – Laba = (FC + Target Laba) / (P – VC)

Total Fixed Cost (FC) bernilai Rp 100 juta

Total Variabel Cost (VC) per unit bernilai Rp 70 ribu

Price per unit bernilai Rp 90 ribu

Sasaran laba keuntungan Rp 60 juta per bulan

BEP – keuntungan = (FC + Target Laba) / (P – VC)

BEP – keuntungan = (100.000.000 + 60.000.000) / (90.000 – 70.000)

BEP – keuntungan = 160.000.000 / 20.000

BEP – keuntungan = 8.000 unit

BEP – keuntungan = Rp. 720.000.000 (diperoleh dari: 8.000 unit x Rp 90.000)

 

Demikian Penjelasan Materi Tentang Break Even Point: Pengertian, Komponen, Manfaat dan Contoh Soal BEP
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Semuanya