Bidal adalah

Diposting pada

Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Bidal?Mungkin anda pernah mendengar kata Bidal? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang Pengertian, jenis, ciri-ciri, struktur dan contoh. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Bidal

Pengertian Bidal

Bidal adalah salah satu jenis puisi lama dalam bentuk peribahasa dalam sastra Melayu yang memiliki arti lugas, memiliki rima dan irama, sehingga digolongkan ke dalam bentuk puisi. Dalam kesustraan Melayu, bidal mengandung kiasan, sindiran atau pengertian tertentu ini termasuk salah satu bentuk sastra tertua.


Selain itu, pengertian bidal adalah kalimat singkat yang mengandung pengertian dalam bentuk kiasan. Bidal termasuk puisi karena ini gerak lagu, lagu atau irama.


Jenis-Jenis Bidal

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis bidal, yakni sebagai berikut:


1. Berdasarkan Asal Kejadiannya

Adapun jenis bidal berdasarkan asal kejadiannya, bidal dibedakan menjadi:


  1. Bidal dari lingkungan saudagar atau pedagang

Contohnya: Murah di mulut mahal di timbangan (mudah berjanji tapi tidak mau menepati janjinya.


  1. Bidal dari lingkungan rumah tangga

Contohnya: Sambil berdiang nasi masak, yang artinya sambil mengerjakan sesuatu, pekerjaan lain juga terselesaikan atau mengerjakan lebih dari 1 pekerjaan secara bersamaan.


  1. Bidal dari lingkungan petani

Contohnya: Pagar makan tanaman (Orang yang dipercaya menjaga sesuatu justeru merusak yang dijaganya.


  1. Bidal dari lingkungan nelayan

Contohnya: Ombak yang kecil jangan diabaikan (Hal-hal yang kecil jangan disepelekan).


  1. Bidal di lingkungan guru dan ulama

Contohnya: Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi. (Kalau kita hanya setengah-setengah dalam melakukan pekerjaan,tentu tidak akan dapat mencapai hasil yang memuaskan.

Baca Lainnya :  Brosur adalah

  1. Bidal Dari Dongeng atau Novel

Contohnya : Seperti katak hendak jadi lembu, yang artinya orang yang memimpikan sesuatu hal yang tinggi tanpa ingin berusaha keras.Berdasarkan jenisnya


2. Berdasarkan Bidal Secara Umum

Yakni sebagai berikut:

  • Ungkapan adalah kiasan pendek yang terdiri atas dua patah kata. Contohnya: Panjang tangan (suka mencuri)
  • Perumpamaan adalah kalimat yang membandingkan keadaan yang sebenarnya dengan keadaan lain yang ada di alam. Biasanya dimulai dengan kata seperti,umpama,laksana,bagai, sepantun atau bak. Contohnya: Bagai air di daun talas (orang yang tidak punya pendirian)
  • Peribahasa adalah segala bentuk atau cara berbahasa tidak dalam arti sebenarnya. Contohnya: Masuk tak genap keluar tak ganjil (orang yang tidak dihargai dalam masyarakat).
  • Pepatah adalah kiasan yang tepat dan langsung untuk mematahkan cakap orang sehingga lawan berbicara tidak dapat berkilah lagi. Contohnya: Besar pasak daripada tiang (besar pengeluaran daripada pendapatan)
  • Pemeo adalah kalimat pendek yang pada mulanya hanya diucapkan oleh seseorang saja.Tapi pada suatu waktu ditiru oleh orang banyak. Contohnya: maju terus pantang mundur (sekali merdeka tetap merdeka)
  • Tamsil adalah kiasan yang bersajak dan berirama. Contohnya: tua-tua keladi makin tua makin jadi (orang yang makin tua usianya makin berbuat seperti anak muda)
  • Kata-kata arif adalah ucapan yang berupa kiasan yang mengandung kebijaksanaan. Contohnya: sedia payung sebelum hujan (berjaga-jaga dahulu sebelum terjadi sesuatu yang kurang baik).
  • Ibarat adalah perumpamaan yang lebih tegas daripada perumpamaan biasa karena diberi penjelasan lebih lanjut. Contohnya: Bagai kerakap tumbuh di batu,hidup segan mati tak mau (orang yang hidupnya sangat merana).

Ciri-Ciri Bidal

Adapun ciri-ciri bidal diantaranya yaitu:

  1. Biasanya berupa kalimat singkat yang memiliki makna kiasan atau figurative yang bertujuan menangkis, menyanggah, dan meyindir.
  2. Pengungkapan pikiran dan perasaan demikian tidak secara ibarat, dan perbandingan.
  3. Sebagai lambang suatu perbuatan.
Baca Lainnya :  Uang Giral

Struktur Bidal

Ada banyak bentuk puisi lama atau bidal ini, yang mana biasanya berupa satu atau lebih kalimat pendek berupa satu atau lebih kalimat pendek berupa perumpamaan, kalimat barat, dan atau sanggahan. Dalam penulisan bidal terdiri dari beberapa kategori yang perlu diketahui.


Contoh Bidal

Berikut ini terdapat beberapa contoh bidal, yakni sebagai berikut:

  • Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusulkan
    Artinya : Terlalu sibuk mengurusi urusan orang lain hingga lupa dengan urusan sendiri
  • Berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau
    Artinya : Segala usaha aatu pekerjaan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh hungga tuntas, jangan sampai terbengkalai.
  • Esa hilang, dua terbilang
    Artinya : Berusaha mewujudkan impian hingga tercapai tanpa takut menghadapi resiko
  • Ada ubi ada talas, ada budi ada balas
    Artinya : Setiap perbuatan baik ada balasan kebaikannya dan setiap perbuatan jahat pasti ada balasannya pula
  • Enggan seribu daya, mau sepatah kaya
    Artinya : Jika tidak suka dengan sesuatu, orang akan memberikan banyak alasan

Contoh lain dari bidal, yakni sebagai berikut:


  1. Ungkapan

Contoh :  Panjang akal artinya pandai mencari akal , manis mulut artinya lemah lembut dan sangat menarik tutur katanya , tebal telinga artinya tidak mau mendengar kata orang lain , dan keras kepala artinya tidak mau menurut nasihat orang.


  1. Peribahasa

Contoh : Air dingin dapat memadamkan api artinya orang yang sedang marah atau emosi dapat di tenangkan dengan kata-kata yang lemah lembut.


  1. Tamsil

Contoh : Diam ubi , makin lama makin berisi artinya orang yang memiliki sifat pendiam namun banyak berfikir atau banyak ilmunya


  1. Ibarat

Contoh : Bagi kerakap tumbuh di batu, hidup segan mati tak mau artinya orang yang hidupnya sangat menderita.

Baca Lainnya :  √32 Pengertian HAM Menurut Para Ahli dalam Bukunya

  1. Pepatah

Contoh : Tong kosong nyaring bunyinya artinya orang yang bodoh atau tidak berilmu selalu banyak bicara.


  1. Pameo

Contoh : Sekali merdeka tetap merdeka.


  1. Kata arif

Contoh : Ilmu yang tiada diamalkan seperti pohon yang tiada berbuah.


Demikian Penjelasan Materi Tentang Bidal: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, Struktur dan Contoh
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi siswa dan siswi