Autisme adalah

Diposting pada

Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Autisme? Mungkin anda pernah mendengar kata Autisme? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang Pengertian, ciri, penyebab, jenis, gejala, cara penanganan. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Autisme adalah

Pengertian Autisme

Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan ketidakmampuan yang ditandai dengan gangguan keterlambatan perkembangan saraf yang mempengaruhi perkembangan bahasa dan kemampuan seorang anak untuk berkomunikasi, berinteraksi, serta berperilaku. Autisme ini tidak dapat disembuhkan secara permanen, namun dapat diminimalisir. Sejauh yang kita ketahui bahwa penderita autisme tidak dapat mengendalikan tindakan dan dapat membahayakan sekitar. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan pendekatan dan media peringanan saraf, dimana dapat mengendalikan sedikit tingkah laku penderita. Autisme dapat terjadi karena adanya kerusakan pada sistem saraf pusat yaitu antara bagian tengah dan belakang otak yg merupakan pusat perkembangan kecerdasan, sikap, dan kemauan. Autisme juga dapat disebabkan oleh faktor bawaan atau kelainan genetik dan juga penyimpangan kromosom.


Ciri-Ciri Anak Autisme

Adapun beberapa ciri-ciri anak autisme diantaranya yakni:


  1. Tidak bereaksi ketika nama mereka dipanggil.
  2. Kurang dapat membangun kosakata.
  3. Menjadi sangat sensitif terhadap sentuhan, cahaya, atau suara (misalnya, tidak menyukai suara keras atau hanya merespons ketika suara yang sangat keras, disebut juga gangguan integrasi sensorik).
  4. Kehilangan kemampuan bicara atau interaksi sosial yang sebelumnya dimiliki pada usia berapapun.
  5. Kurang kontak mata.
  6. Kesal jika rutinitas yang biasa mereka lakukan terganggu.
  7. Sulitnya berkomunikasi memahami suatu pembicaraan, membaca, menulis dan ia sendiri sulit berbicara.
  8. Tidak suka dengan kontak fisik seperti disentuh atau dipeluk
  9. Memiliki keterampilan sosial yang rendah dalam artian ia tak mampu menunjukkan interaksi secara interpersonal dengan orang lain bahkan kepada ibunya sendiri.
  10. Tidak mampu untuk mengikuti perintah.
  11. Mengalami masalah dalam tingkah laku misalnya anak menjadi hiperaktif, impulsif atau agresif.
  12. Memiliki pola berbicara yang aneh. Intasi berbicara anak tidak sesuai atau terdengar datar. Anak sering mengulang kata yang sama.
Baca Lainnya :  VPN adalah

Faktor Penyebab Autisme

Berikut adalah beberapa faktor penyebab autisme diantaranya yakni:


  • Faktor keturunan orang tua yang mengidap autisme berisiko memiliki anak dengan kelainan yang sama.
  • Usia Orangtua semakin tua usia orangtua pada saat mengandung maka tinggi risiko anak menderita autisme.
  • Obat-Obatan bayi yang terpapar obat-obatan tertentu ketika dalam kandungan memiliki resiko lebih besar mengalami autisme.
  • Kelahiran prematur, khususnya bayi yang lahir pada masa kehamilan 26 minggu atau kurang.
  • Paparan pestisida yang tinggi juga dihubungkan dengan terjadinya autisme.
  • Ketidakseimbangan neurotrasmiter, seperti dopamin dan serotonin di otak.
  • Paparan pestisida yang tinggi juga dihubungkan dengan terjadinya autisme. Beberapa riset menemukan, pestisida akan mengganggu fungsi gen di sistem saraf pusat.

Jenis-Jenis Autisme

Berikut adalah beberapa jenis-jenis autisme diantaranya sebagai berikut:


1. Autistic Disorder

Anak pengidap jenis autisme ini memiliki dunia sendiri. Ia tidak akan paham dengan peristiwa apa pun di sekitarnya. Di sisi lain, anak dengan autistic disorder justru punya kemampuan istimewa di berbagai bidang, seperti musik, seni, berhitung, dan daya ingat yang tinggi. Biasanya autisme ini disebabkan oleh ketidakmampuan menafsirkan emosi atau disebut autistic disorder (mindblindness).


2. Childhood Disintegrative Disorder

Anak pengidap jenis autisme ini mengalami sebuah kondisi dimana anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik, bahasa dan fungsi sosialnya. Penyebab gangguan ini karena terjadi ketidaksinkronan kerja sistem saraf di dalam otak. Banyak para ahli yang menganggap childhood disintegratice disorder adalah sebagai bentuk perkembangan dari autis itu sendiri. Anak sempat memiliki kemampuan-kemampuan verbal, motorik dan interaksi sosial tetapi seiring pertambahan usia malah mengalami kemerosotan.


3. Asperger Syndrome

Anak pengidap jenis autisme ini lebih bisa berinteraksi dengan orang lain dan tidak memiliki masalah dalam keterlambatan berbahasa. Bahkan beberapa anak justru memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik tapi hanya pada bidang yang memang disenanginya. Sekilas orang melihat kalau asperger syndrome ini tidak memiliki empati. Mereka memiliki empati, memahami sebuah peristiwa tapi tidak bisa memberikan respons yang umum dilakukan orang-orang. Kalau secara penampakan fisik, anak-anak yang mengidap jenis penyakit autis tipe ini masih bisa berkomunikasi secara normal tapi tidak menampakkan ekspresi, kecenderungan mendiskusikan diri sendiri ataupun hal-hal yang dianggapnya menarik.

Baca Lainnya :  Virus Zika

4. Pervasive Developmental Disorder (Not Otherwise Specified)

Anak pengidap jenis autisme ini termasuk yang paling rumit, serta perlu penanganan ekstra. Hal ini dikarnakan, anak yang mengidap jenis autisme ini memiliki gejala halusinasi. Mereka akan sering terlihat seperti berkomunikasi dengan teman-teman imajinatif. Selain itu, anak dengan masalah autis ini tidak bisa merespon perilaku orang lain, secara lisan maupun non-lisan, serta sulit mengingat sesuatu dan lain sebagainya.


5. Autis Rett Syndrome

Jenis autis ini disebabkan oleh mutasi pada urutan suatu gen tunggal. Khususnya bagi anak perempuan sampai wanita dewasa yang terindikasi oleh adanya abnormal dalam pertumbuhan ukuran kepala. Hal tersebut bisa diamati dari adanya kehilangan kendali otot yang menyebabkan masalah saat berjalan maupun mengendalikan gerakan mata. Keterampilan motorik menjadi terhambat sehingga mengganggu pada tiap gerakan tubuh. Cenderung melakukan gerakan kaki dan tangan yang berulang-ulang karena mengalami perkembangan stereotip.


Gejala Autisme

Berikut adalah gejala autisme diantaranya sebagai berikut:


  1. Kategori Pertama: Katergori ini merujuk pada penyandang autisme dengan gangguan dalam melakukan interaksi sosial dan berkomunikasi. Gejala ini dapat meliputi masalah kepekaan terhadap lingkungan sosial dan gangguan penggunaan bahasa verbal maupun nonverbal.
  2. Kategori Kedua: Penyandang austime dengan gangguan yang meliputi pola pikir, minat, dan perilaku berulang yang kaku. Contoh gerakan berulang, misalnya mengetuk-ngetuk atau meremas tangan, serta merasa kesal saat rutinitas tersebut terganggu.

Cara Penanganan Autisme

Adapun beberapa penanganan autisme diantaranya sebagai berikut:


  • Lebih bersabar dan menerima keadaan anak.
  • Tidak mengejek atau melukai hatinya.
  • Melakukan Terapi Perilaku dan Komunikasi yang dilakukan oleh orantua maupun psikolog termasuk melatih kemampuan dasar sehari-hari, baik verbal maupun nonverbal dengan cara mulai mengajak berkomunikasi.
  • Melakukan Terapi okupasi bertujuan mengatur koordinasi motorik halus dan motorik kasar bisa selaras. Dengan terapi ini, anak diharapkan bisa lebih baik dalam tugas sehari-hari, seperti belajar mengancingkan baju, mengikat tali sepatu, atau memegang garpu dengan benar. Terapi ini bisa melibatkan apa pun yang berhubungan dengan sekolah, pekerjaan, atau permainan.
  • Biasakan anak untuk bersosialisasi jangan menutupi karna anak autis bukanlah anak yang harus dijauhi atau disembunyikan melainkan sama halnya seperti anak-anak lain.
  • Pemberian Obat-obatan misalnya untuk mengatasi kejang, obat untuk mengatasi masalah perilaku, obat untuk mengatasi depresi, dan obat untuk mengatasi gangguan tidur.
  • Mencoba berinteraksi sebaik mungkin, sampai anak tersebut bisa memahami maksud dari pembicaraan kita.
Baca Lainnya :  Senyawa Kimia

Demikian Penjelasan Materi Tentang Autisme adalah: Pengertian, Ciri, Penyebab, Jenis, Gejala, Cara Penanganan
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Semuanya