Angin Adalah

Diposting pada

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Angin? Mungkin anda pernah mendengar kata Angin? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, pengertian menurut para ahli, faktor, jenis, fungsi, manfaat, sifat, proses, penyebab, kecepatan dan alat. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Angin: Pengertian, Faktor Serta 5 Jenis-Jenisnya Lengkap

Pengertian Angin

Angin ialah sirkulasi udara dalam jumlah besar ditimbulkan oleh peredaran bumi dan karena terdapat perbedaan spaning udara pada sekeliling bumi. Angin bergerak dari spaning udara tinggi ke spaning udara yang rendah.


Pengertian Angin Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian angin menurut para ahli yaitu:

1. Menurut Buys Ballot Ahli Ilmu Cuaca

Angin adalah massa udara yang bergerak dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum.


2. Menurut Stevenson

Kekuatan angin berbanding lurus dengan gradien barometriknya. Gradien barometrik adalah angka yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari dua isobar pada jarak lurus 111 km.


Faktor-Faktor Angin

Berikut ini terdapat beberapa faktor-faktor angin, yakni sebagai berikut:

  • Gradien Barometris

Gradien Barometris ialah bilangan yang memperlihatkan perbedaab spaning udara dari dua isobar yang jangkanya sekitar 111 km.


  • Letak Lokasi

Lokasi yang lebih dekat dengan khatulistiwa maka laju anginnya lebih lekas dibandingkan dengan lokasi yang jauh dari khatulistiwa.


  • Tinggi Lokasi

Semakin tinggi lokasi maka angin yang berdesir akan lebih pesat, keadaan tersebut berlangsung karena terdapat akibat gaya gesek yang membatasi kecepatan udara.


  • Waktu

Angin akan bergerak lebih pesat pada siang hari ketimbang pada malam hari.


Jenis-Jenis Angin

Berikut ini terdapat 5 jenis-jenis angin, yakni sebagai berikut:

1. Angin Laut

Angin Laut ialah angin yang berdesir dari sudut laut ke darat. Pada biasanya angin laut berlangsung pada siang hari di pesisir pantai antara pukul 09.00 pagi sampai 16.00 sore.


2. Angin Darat

Angin darat ialah angin yang berdesir dari daratan ke arah lautan. Angin darat berlangsung di pesisir pantai pada malam hari yakni antara pukul 20.00 malam sampai 06.00 pagi.


3. Angin Lembah dan Angin Gunung

Angin lembah ialah angin yang berdesir dari lembah ke sudut puncak gunung. Angin lembah berlangsung pada siang hari. Sementara angin gunung ialah angin yang berdesir dari sudut puncak gunung ke sudut lembah. Angin gunung berlangsung pada malam hari.


4. Angin Fohn

Angin Fohn ialah angin yang berlangsung sesudah berlangsungnya hujan pegunungan yakni jenis hujan yang berlangsung pada kawasan lereng pegunungan, hujan tersebut bersumber dari gerakan udara yang berii uap air yang dihalangi oleh pegunungan.


5. Angin Muson

Angin Muson ialah angin yang berdesir secara berkala yakni minimum sekitar 3 bulan dengan setiap waktu dengan yang lain akan mempunyai bentuk bersebrangan yang berubah sudut secara bersebrangan setiap setengah tahunnya.

Baca Lainnya :  Bagian-Bagian Mata

Fungsi angin

Berikut ini ada 3 sifat angin yang dapat dirasakan secara langsung oleh orang awam yaitu: 
  • Angin menyebabkan tekanan terhadap permukaan yang menentang arah angin tersebut
  • Angin mempercepat pendinginan dari benda yang panas
  • Kecepatan angin sangat beragam dari tempat ketempat dan dari waktu ke waktu.
Angin mempunyai fungsi lain yang sangat penting tetapi mungkin tidak disadari oleh orang alam adalah mencampur lapisan udara, antara udara panas dengan udara dingin, antara udara lembab dan udara kering, antara udara yang kaya dkarbon dioksida dengan udara yang karbon dioksidanya rendah.
Karena fungsi angin yang demikian, maka antara lain siklus hidrologi dapat berlangsung dan kereacunan karbon dioksida pada pusat perkotaan dan kawasan industry dapat dihindari.


Manfaat Angin

Walaupun angin dapat menimbulkan bencana, tetapi dapat pula menimbulkan manfaat yaitu untuk menggerakkan kincir angin. Kincir angin adalah sebuah mesin yang digerakkan oleh tenaga angin untuk menumbuk biji-bijian, memompa air untuk mengairi sawah, menghasilkan energi listrik (turbin angin). Turbin angin kebanyakan ditemukan di Eropa dan Amerika Utara. Hingga saat ini telah ada sekitar 20.000 turbin angin diseluruh dunia yang dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Kebanyakan turbin semacam itu dioperasikan di lahan khusus yang disebut “ladang angin” (wind farm).


Sebenarnya, energi angin telah lama dimanfaatkan oleh manusia semenjak 2000 tahun lalu. Sampai saat ini teknologi tersebut masih terus dimanfaatkan bahkan semakin dikembangkan. Alasannya, selain ramah lingkungan, sumber energi ini juga selalu tersedia setiap waktu dan memiliki masa depan bisnis yang menguntungkan. Tidak heran jika saat ini sebagian besar negara maju di Eropa dan Amerika Serikat telah memanfaatkan sumber energi ini. Negara yang dijuluki sebagai negeri kincir angin adalah Belanda. Di negara ini, kita dapat melihat berbagai kincir angin dengan berbagai ukuran. Namun sanyangnya, jumlah kincir angin di negara ini menurun. Beberapa abad yang lalu, Belanda mempunyai kurang lebih 10.000 kincir angin, tetapi jumlahnya hingga saat ini hanya kurang lebih 1000 kincir angin.


Selain Belanda, negara di eropa yang terus mengembangkan kincir angin adalah Jerman. Di negara ini terdapat kincir angin sejumlah 14.000 buah dengan kapasitas listrik lebih dari 12.000 MW. Jumlah tersebut melampaui jumlah kincir angin yang dimiliki Belanda dan mampu memenuhi sekitar 5 persen kebutuhan listrik di seluruh negeri. Karena itu, Jerman kini merupakan negeri kincir angin utama dunia. Setidaknya ada dua keuntungan menggunakan kincir angin. Pertama, dari segi ekonomi, sumber energi ini mampu megurangi penggunaan bahan bakar minyak, serta menciptakan lapangan pekerjaan baru di bidang pembuatan dan pemeliharaan kincir angin, serta distribusinya. Kedua, di bidang lingkungan hidup, energi angin sangat ideal karena tidak menghasilkan polusi, tak memerlukan bahan bakar, tak menimbulkan efek rumah kaca, serta tak menghasilkan zat berbahaya dan sampah radioaktif.


Sifat Angin

Angin mempunyai beberapa sifat, diantaranya yaitu:

  1. Angin menimbulkan tekanan terhadap permukaan yang berlawanan dari arah angin
  2. Angin bisa mempercepat benda yang dingin dari benda yang panas
  3. Angin mempunyai kecepatan yang beragam antar tempat, dan waktu.
Baca Lainnya :  √Tenaga Endogen: Pengertian, Jenis-Jenis Serta Dampaknya

Proses Terjadinya Angin

Angin memiliki hubungan yang erat dengan sinar matahari karena daerah yang terkena banyak paparan sinar mentari akan memiliki suhu yang lebih tinggi serta tekanan udara yang lebih rendah dari daerah lain di sekitarnya sehingga menyebabkan terjadinya aliran udara. Angin juga dapat disebabkan oleh pergerakan benda sehingga mendorong udara di sekitarnya untuk bergerak ke tempat lain. Angin buatan dapat dibuat dengan menggunakan berbagai alat mulai dari yang sederhana hingga yang rumit. Secara sederhana angin dapat kita ciptakan sendiri dengan menggunakan telapak tangan, kipas sate, koran, majalah, dan lain sebagainya dengan cara dikibaskan.


Sedangkan secara rumit angin dapat kita buat dengan kipas angin listrik, pengering tangan, hair dryer, pompa ban, dan lain sebagainya.Secara alami kita bisa menggunakan mulut, hidung, lubang dubur, dan sebagainya untuk menciptakan angin. Udara dapat membawa partikel bau dari suatu zat sehingga angin dapat membawa bau atau aroma mulai dari aroma yang sedap hingga aroma yang tidak sedap di hidung kita. Bau masakan, bau amis, bau laut, bau sampah, bau bensin, bau gas, bau kentut, bau kotoran, dan lain sebagainya adalah beberapa contoh bau yang dapat dibawa angin. angin adalah udara yang bergerak.


Pergerakan udara ini disebabkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Jika udara dipanaskan akan memuai yang akhirnya naik karena menjadi lebih ringan. Jika udara yang dipanaskan naik, tekanan udara menjadi turun.Karena udara berkurang.dan udara dingin di sekitarnya akan mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tersebut. Udara lalu menyusut menjadi lebih berat dan turun ke tanah.Di atas tanah udara menjadi panas lagi dan kembali naik. Aliran naiknya udara panas dan turunnya udara dingin ini dinamakan konveksi.Angin juga termasuk udara, udara terdiri dari bermacam gas.Gas termasuk materi yang tidak kelihatan.


Penyebab Terjadinya Angin

Angin disebabkan oleh perbedaan tekanan atmosfer yang terjadi di permukaan bumi, karena pemanasan yang tidak merata di permukaan bumi dengan matahari. Udara bergerak dari daerah tekanan tinggi ke daerah dengan tekanan rendah dan gerakan inilah yang disebut dengan angin. Setiap perbedaan tekanan akan menyebabkan angin, tapi semakin besar perbedaan tekanan akan menyebabkan angin yang kuat. Arah angin juga dipengaruhi oleh rotasi bumi. Jika bumi tidak bereotasi, maka angin akan bergerak di jalur yang lurus dari daerah tekanan tinggi ke tekanan rendah. Arah ini dibelokkan dari jalurnya ke arah lain  tepat di belahan bumi utara dan selatan karena bumi berputar pada porosnya.


Angin lokal yang mempengaruhi daerah yang relatif kecil sering disebabkan oleh panas yang ditransfer oleh proses konveksi. Radiasi langsung dari matahari hanya sedikit memanaskan udara. Hal ini juga dihangatkan sebagian besar oleh panas yang terpancar dari bumi. Pemanasan lokal yang intensif dari tanah menyebabkan udara di atas menjadi sangat panas secara langsung dan semakin luas. Akibatnya, beberapa udara tinggi mengalir jauh, menurunkan tekanan di area yang dipanaskan dan meningkatkan tekanan di sekitarnya. Udara yang lebih dingin dan berat di dekat bumi kemudian mengalir ke daerah yang lebih panas.

Baca Lainnya :  Tumbuhan Paku

Di daerah pegunungan, angin cenderung bertiup ke atas pada siang hari karena puncak gunung lebih panas dari lembah di bawahnya. Pada malam hari, ketika gunung dingin, angin bertiup menurun. Di musim panas, angin cenderung bertiup dari lautan atau danau besar ke tanah hangat di siang hari, sebaliknya angin bertiup dari tanah ke perairan pada malam hari ketika tanah mendingin.


Kecepatan Angin

Kecepatan angin dalam data klimatologi adalah kecepatan angin horizontal pada ketinggian 2meter dari permukaan tanah yang ditanami dengan rumput.Jadi jelas merupakan angin permukaan yang kecepatannya dapat dipengaruhi karakteristik permukaan yang dipengaruhinya. Kecepatan angin pada dasarnya ditentukan oleh perbedaan tekanan udara antara tempat asal dan tujuan angin (sebagai faktor  pendorong) dan resistensi media yang dilaluinya.Hubungan kecepatan angin dengan karakteristik permukaan dapat dilihat dengan rumus:

U = [u*/Kk].Ln [(Z +Z– d )/ (ZM)]

keterangan:

u = kecepatan angin (m/detik)

u = velositas friksi (m/detik)

Kk= konstanta von Karman(0,4)

Z = ketinggian permukaan tanah

ZM= parameter kekasaran momentum(momentum rougness parameter)

d = ketinggian alihan permukaan(zero plane displacement)

nilai d untuk permukaan licin adalah 0. Sedangkan untuk permukaan yang ditutupi oleh vegetasi yang seragam (misalnya pertanaman jagung,padi, kedelai, atau tanaman lain)

nilai d dapat dihitung dengan rumus :

d = 0,64h dimana, h = tinggi vegetasi rata-rata.

Parameter kekasaran momentum (ZM) untuk vegetasi yang seragam dihitung dengan rumus :

Z= 0,13h.


Alat Pengukur Kecepatan Angin

Alat yang digunakan untuk menguji dan mengukur kalkulasi aliran udara atau angin, berfungsi sebagai alat uji untuk mengukur kecepatan angin atau juga sering disebut dengan “anemometer”. Anemometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin, dan merupakan instrumen stasiun cuaca umum. Istilah ini berasal dari kata Yunani “anemos”, yang berarti angin. Istilah ini biasa digunakan untuk menggambarkan setiap instrumen pengukuran kecepatan udara yang digunakan dalam meteorologi atau aerodinamis. Selain anemometer terdapat juga alat pengukuran angin, yaitu alat untuk mengetahui arah angin yang dinamakanwindvane dan Windsock. Windvane dan windsock merupakan alat untuk mengetahui arah angin dan memperkirakan besar kecepatan angin. pada umumnya alat menentukan arah angin ini dapat ditemukan di bandara – bandara. Alat-alat yang paling baik untuk mengukur angin adalah Windvane dan Anemometer. Dimana alat pengukur kecepatan angin dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :

  1. Anemometer Cup dan Vane (velocity anemometer) Alat ini mengukur banyaknya udara yang  melalui alat per-satuan waktu.
  2. Pressure Tube Anemometer : Alat ini bekerja disebabkan oleh tekanan dari aliran udara yang melalui pipa-pipanya.
  3. Pressure Plate Anemometer : Lembaran logam tertentu, ditempatkan tegak lurus angin. Lembaran logam ini akan berputar pada salah satu sisinya sebagai sumbu. Besar penyimpangan (sudut) menjadi kecepatan angin.

Demikian Penjelasan Materi Tentang Angin Adalah: Pengertian, Pengertian Menurut Para Ahli, Faktor, Jenis, Fungsi, Manfaat, Sifat, Proses, Penyebab, Kecepatan dan Alat Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi.