Akuisisi adalah

Diposting pada

Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Akuisisi? Mungkin anda pernah mendengar kata Akuisisi? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang Pengertian, Tujuan, Ciri, Kelebihan, Kekurangan, Manfaat, Jenis, Contoh. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Akuisisi

Pengertian Akuisisi

Akuisisi merupakan Pengambil alihan perusahaan oleh perusahaan lain melalui pembelian saham hal ini merupakan salah satu cara untuk dapat mengembangkan perusahaan yang ada atau menyelamatkan perusahaan yang akan mengalami kekurangan atau kesulitan modal.perusahaan yang mengambil alih saham mayoritas tersebut akan mengendalikan bisnis atau kegiatan operasional perusahaan yang sahamnya diambil alih.jadi perusahaan yang sahamnya diambil alih akan tetap berdiri.


Pengertian Akuisisi Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pengertian akuisisi menurut para ahli, yakni antara lain sebagai berikut:

1. Michael A. Hitt

Menurut Michael A. Hitt, pengertian akuisisi adalah memperoleh atau membeli perusahaan lain dengan cara membeli sebagian besar saham dari perusahaan sasaran.


2. Summer N. Levine

Menurut Summer N. Levine, pengertian akuisisi adalah transaksi yang terjadi antara dua pihak, di mana pihak pembeli pada akhirnya mendapatkan dan menjadi pemilik sebagian besar atau seluruh kekayaan dari pihak penjual.


3. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.22

Akuisisi yakni sebuah pengambilalihan kepemilikan suatu perusahaan oleh pihak pengakuisisi (acquirer), sehingga akan mengakibatkan berpindahnya kendali atas perusahaan yang diambil alih (acquiree) tersebut.


4. Marcell go

Akuisisi atau yang biasa disebut juga dengan investasi peranan modal merupakan suatu penguasaan sebagian saham dari perusahaan subsidiary, dengan cara pembelian pada saham hak suara perusahaan subsidiary, dalam jumlah material (lebih dari 50 %).


5. Made Sudana

Menurut Made Sudana (2011), pengertian akuisisi adalah penggabungan dua perusahaan yang mana perusahaan akuisitor membeli sebagian saham perusahaan yang diakuisisi, sehingga pengendalian manajemen perusahaaan yang diakuisisi berpindah kepada perusahaan akuisitor, sementara kedua perusahaan masing-masing tetap beroperasi sebagai suatu badan hukum yang berdiri sendiri.


Tujuan Akuisisi

Adapun tujuan akuisisi, antara lain sebagai berikut:

  1. Untuk memperkuat bisnis inti (core bussines) suatu perusahaan sehingga menjadi lebih kuat dan besar.
  2. Untuk meningkatkan keuntungan atau nilai tambah perusahaan yang ikut dalam proses akuisisi
  3. Untuk memperluas pangsa pasarnya karena perusahaan yang diakuisisi telah memiliki pangsa pasar yang cukup besar.
  4. Untuk memperoleh akses pada teknologi baru atau lebih baik pada perusahaan yang menjadi objek pengambil alihan.
  5. Untuk mendapatkan pasar atau pelanggan baru.
  6. Untuk memperoleh hak pemasaran atau hak produksi yang belum dimiliki.
  7. Untuk mendapatkan kepastian atas pemasokan bahan baku yang kualitasnya baik yang dipasok perusahaan objek akuisisi.
  8. Untuk melakukan investasi atas keuangan perusahaan yang berlebih dan tidak terpakai.
  9. Untuk mengurangi atau menghambat persaingan.
  10. Untuk mempertahankan kontinuitas bisnis.
Baca Lainnya :  √Kulit: Pengertian, Fungsi Serta Bagian-Bagian Kulit

Ciri-ciri Akuisisi

Adapun ciri-ciri akuisisi antara lain sebagai berikut:

  1. Perusahaan yang diakuisisi tetap berdiri ,akan tetapi kegiatan operasionalnya dikendalikan oleh pengakuisisi
  2. Sedangkan untuk perusahaan berbentuk UD, CV,dan Firma ,proses akuisisi dilakukan dengan mengambil alih mayoritas aset
  3. Bagi perusahaan yang berbentuk PT ( perserooan) dilakukan dengan mengambil alih mayoritas saham

Kelebihan Akuisisi

Berikut ini adalah kelebihan sebuah akuisisi perusahaan, yaitu:

  • Dalam akuisisi saham tidak memerlukan rapat pemegang saham dan suara pemegang saham sehingga jika pemegang saham tidak menyukai tawaran Bidding firm, mereka dapat menahan sahamnya dan tidak menjual kepada pihak Bidding firm.
  • Dalam akuisisi saham, perusahaan pembeli dapat langsung berurusan dengan pemegang saham perusahaan yang dibeli dengan proses tender offer sehingga tidak diperlukan persetujuan manajemen perusahaan.
  • Karena tidak membutuhkan persetujuan manajemen dan komisaris perusahaan, maka akuisisi saham dapat dipakai untuk pengambilalihan perusahaan yang tidak bersahabat “hostile takeover”
  • Akuisisi aset memerlukan suara pemegang saham tetapi tidak akan memerlukan mayoritas suara pemegang saham.

Kekurangan Akuisisi

Berikut ini adalah kekurangan sebuah akuisisi perusahaan, yaitu:

  • Apabila pemegang saham minoritas cukup banyak yang tidak menyetujui pengambilalihan tersebut, maka akuisisi akan batal. Pada umumnya anggaran dasar perusahaan menentukan paling sedikit dua per tiga (sekitar 67%) suara setuju pada akuisisi agar akuisisi terjadi.
  • Ketika perusahaan mengambil alih seluruh saham yang dibeli maka terjadi merger.Pada dasarnya pembelian aset dalam akuisisi harus secara hukum dibalik nama sehingga menimbulkan biaya legal yang tinggi

Manfaat Akuisisi

Beriku ini adalah manfaat akuisisi antara lain yaitu:

  1. Merupakan investasi yang menguntungkan
  2. Menghemat waktu dalam memasuki bisnis baru karna tinggal mengembangkanya atas saham yang telah diambil alih
  3. Memperbesar ukuran perusahaan
  4. Memperoleh teknologi baru milik perusahaan lain
  5. Mengurangi suatu tingkat persaingan dengan membeli beberapa badan usaha guna untuk dapat menggabungkan kekuatan pasar dan pembatasan persaingan.
  6. Meminimalisir suatu risiko kegagalan bisnis atau risisko usaha.
  7. Memasuki pasar baru pada penjualan dan pemasaran sekarang yang tidak dapat ditembus.
  8. Menyediakan managerial skill, yaitu adanya sebuah bantuan manajerial mengelola aset-aset badan usaha.
  9. Memperoleh sebuah kemudahaan dana atau pembiayaan.
  10. Memperoleh cashflow dengan sangat cepat.
  11. Mendapatkan seorang karyawan yang telah berpengalaman.
  12. Mendapatkan seorang pelanggan tetap tanpa merintis dari awal.
  13. Mendapatkan sebuah sistem operasional dan administratif yang tetap.
  14. Mendapatkan kendali atas suatu perusahaan lain
  15. Mendapatkan infrastruktur dalam mencapai sebuah pertumbuhan yang lebih cepat.
  16. Menguasai sebuah pasokan bahan baku dan bahan penolong.
Baca Lainnya :  √Potensi Diri: Pengertian, Jenis, Cara Serta Mengenali Potensi Diri

Jenis – Jenis Akuisisi

Berikut ini terdapat beberapa jenis akuisisi, yakni sebagai berikut:


1. Jenis Akuisisi Berdasarkan Jenis Usaha

  1. Akuisisi Horizontal

    Akuisisi horizontal merupakan salah satu akuisisi yang dapat dilakukan oleh sebuah perusahaan atas suatu perusahaan target yang memiliki suatu bidang usaha yang sama, sehingga merupakan pesaing usaha, baik pesaing yang memproduksi suatu produk yang sama maupun memiliki daerah pemasaran yang sama. Akuisisi horizontal ini dilakukan dengan suatu tujuan untuk dapat memperluas pangsa pasar ataupun membunuh pesaing usaha.

  2. Akuisisi Vertikal

    Akuisisi vertikal ialah suatu akuisisi yang dapat dilakukan berdasarkan atas suatu perusahaan yang ditarget berada dalam satu mata rantai produksi, yaitu pada arus pergerakan produksi dari hulu ke hilir yang bertujuan mendapatkan adanya sebuah kepastian pasokan dan penjualan barang.

  3. Akuisisi Pemusatan (Concentric Acqusistion)

    Akuisisi Pemusatan ialah salah satu jenis akuisis yang melibatkan sebuah perusahaan terkait pada bidang usaha baik secara horizontal maupun vertikal dan yang akibat dari akuisisi tersebut, sehingga perusahaan yang diakuisisi menjadi sebuah kepanjangan tangan dari perusahaan yang mengakuisisi.

  4. Akuisisi Konglomerat (Conglomerate Acquisition)

    Akuisisi konglomerat yakni salah satu jenis akuisisi yang tidak melibatkan akuisisi secara horizontal maupun vertikal, namun pada kegiatan suatu perusahaan yang mengakuisisi secara keseluruhan dan memantapkan kondisi portepel grup perusahaan.


2.  Jenis Akuisisi Berdasarkan Transaksi

  1. Akuisisi Saham

    Akuisisi Saham yaitu sebuah kegiatan pengambil alihan saham suatu perusahaan target oleh perusahaan pengakuisisi yang mengakibatkan suatu penguasaan mayoritas atas saham perusahaan target oleh perusahaan yang akan melakukan suatu akuisisi dan dapat membawa ke arah pengasaan suatu manajemen dan juga jalannya perseroan.

  2. Akuisisi Aset

    Akuisisi aset merupakan sebuah pengambilalihan seluruh atau sebagian besar dari aktiva dan pasiva suatu perusahaan target oleh perusahaan pengakuisisi dengan atau juga tanpa mengambil alih seluruh kewajiban perusahaan target terhadap para pihak ketiga.

  3. Akuisisi Kombinasi

    Akuisisi kombinasi ialah sebuah perpaduan antara akuisisi saham dan akuisisi aset.

  4. Akuisisi Kegiatan Usaha

    Akuisisi kegiatan usaha yakni suatu kegiatan pengambilalihan kegiatan usaha tertentu dari suatu perusahaan target seperti alat produksi, hak milik intelektual dan juga jaringan bisnis oleh perusahaan pengakusisi.


3. Jenis Akuisisi Berdasarkan Lokalisasi

  1. Akuisisi Eksternal

    merupakan suatu transaksi akuisisi antara perusahaan yang berada dalam grup suatu perusahaan yang berbeda.

  2. Akuisisi Internal

    yaitu salah satu transaksi akuisisi antara perusahaan yang berada dalam satu grup suatu perusahaan yang sama. Tapi dalam akuisisi ini kemungkinan terjadi sebuah pelanggaran prinsip keadilan seperti pada kesamaan harga dan pihak penjual tidak akan kehilangan sahamnya.


Contoh Kasus Akuisisi

  1. Aqua yang diakuisisi oleh Danone. Contoh pertama dari kasus akuisisi adalah Aqua yang merupakan produsen air minum dalam kemasan terbesar di Indonesia. Akuisisi tersebut dilakukan karna cara pengembangan yang tidak cukup kuat menyelamatkan aqua dari ancaman pesaing baru.
  2. BenQ terhadap Siemens. Contoh kedua dari kasus akuisisi adalah pembelian sebagian besar saham Siemens oleh BenQ. Siemens merupakan sebuah produsen ponsel dari jerman ini didirikan pada 12 Oktober 1847 oleh werner von siemens. Setelah sempat menjadi penguasa pasar eropa, kemudian pada tahun 2005 Siemens mengalami kerugian operasional sebesar US$ 170 juta, setelah pangsa pasarnya terus mengalami penurunan. Saat ini, Siemens hanya menguasai sekitar 5% pasar ponsel dunia, sangat jauh tertinggal dari Nokia yang menguasai 30% pasar.
  3. Akuisisi PT. Semen Gresik dan Thang Long Cement PT Semen Gresik Tbk (SMGR) melakukan akuisisi dengan perusahaan semen asal Vietnam, Thang Long Cement. Rencananya akuisisi tersebut akan selesai pada pertengahan Desember 2012.

Demikian Penjelasan Materi Tentang Akuisisi: Pengertian, Tujuan, Ciri, Kelebihan, Kekurangan, Manfaat, Jenis, Contoh
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi semuanya.